Sabtu, 14 Mar 2026
light_mode

Kasus 2 Milyar : Seluruh Anggota DPRD Madina Terlibat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 9 Mei 2014
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dugaan korupsi di DPRD Mandailing Natal (Madina) sebesar 2 milyar rupiah lebih mulai terasa kebenarannya. Seorang anggota DPRD Madina menyatakan kebenarannya.

Menurut anggota dewan yang minta namanya tak ditulis menyatakan bahwa dana 2 milyar lebih itu pun sudah menjadi temuan BPK (Badan Pemerinsa Keuangan) RI. Dana tersebut adalah dana tahun anggaran 2013.

“Semua anggota DPRD Madina kena terhadap penggunaan anggaran 2013 itu, dan saya tidak pernah melaksanakan yang fiktif,” katanya menjawab wartawan, Jum’at (9/5/2014) di Panyabungan.

Diungkapkannya, kesalahan pencairan dana tersebut akibat pihak sekretraiat DPRD Madina kurang akomodatif dan tidak pernah koordinasi sehingga terjadi kerancuan penggunaan anggaran menyebabkan dana yang dipakai para anggota dewan menjadi temuan BPK.

“Ini semua karena secretariat yang kurang proaktif terhadap persoalan yang ada di DPRD Madina,” katanya.

Dari pantauan Mandailing Online di gedung DPRD Madina terlihat sepi dan pemberitaan tentang adanya temuan kasus salah urus dana yang berujung pada korupsi ini menjadi pembicaraan dikalangan staf yang ada digedung rakyat itu.

Berdasar informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa pegawai Pemegang Kas (PK) DPRD Madina yang bernama Abdul Hadi Nasution telah diganti dan yang bersangkutan tidak pernah lagi masuk kantor akibat banyak anggaran tahun 2013 tidak bisa dipertanggungjawabkan dan menjadi temuan BPK RI.

“Pejabat PK 2013 kemarin telah diganti dan yang bersangkutan tidak pernah lagi masuk kerja,” aku salah seorang staf.

Informasi yang berkembang di gedung dewan juga menyebutkan dana 2 milyar itu lebih banyak di pos dana perjalanan dinas anggota DPRD Madina yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Misalnya pemakaian tiket bolong dimana tidak sesuai nama anggota DPRD dengan yang memiliki tiket, serta menyuruh staf yang menghadiri acara sementara yang bersangkutan tidak berangkat,” ujar seorang staf.

“Banyak modus yang dilakukan untuk anggota dewan sehingga anggaran bisa dicairkan sehingga terjadi kebocoran dan menjadi temuan pihak BPK RI,” ungkapnya.

Sementara itu Sekretaris DPRD Madina, Syahnan Batubara yang dikonfirmasi via telepon seluler, Jum’at menyatakan akan memberikan keterangan nantinya.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenpera Rehap 119 Rumah Tidak Layak Huni di Madina

    Kemenpera Rehap 119 Rumah Tidak Layak Huni di Madina

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kementrian Perumahan Rakyat RI memberikan bantuan bedah rumah bagi 119 kepala rumah tangga (KK) rumah tidak layak huni di Desa Hutapadang, Simpang Banyak Jae dan Desa Simpang Banyak Julu, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berasal dari program Stimulan Perumahan Swadaya Tahun 2014. Penyerahan bantuan langsung diserahkan Deputi Kementrian […]

  • Minyak tanah subsidi ke Sumatera Utara dihapus

    Minyak tanah subsidi ke Sumatera Utara dihapus

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    JAKARTA, Mandailing Online) – Pemerintah telah menghemat Rp70 triliun dengan program konversi minyak tanah ke LPG sejak tahun 2007. Dirjen Migas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Edy Hermantoro, menjelaskan program konversi minyak tanah ke LPG yang dilakukan untuk menekan besaran subsidi minyak tanah. Hingga saat ini, sejumlah propinsi dinyatakan ‘dry’ dari minyak tanah […]

  • Serial HUT Madina ke-16: Pasar Lelang Karet Mubazir, Dana 400 Juta Sia-sia

    Serial HUT Madina ke-16: Pasar Lelang Karet Mubazir, Dana 400 Juta Sia-sia

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal memasuki Hari Ulang Tahun ke-16 pada 9 Maret 2015, dan sejauh itu pula banyak ditemukan kebijakan pemerintah daerah yang diduga salah kaprah berakibat uang negara yang nota bene uang rakyat mubazir dihamburkan. Kasus komplek bangunan pasar lelang karet di kawasan Desa Tobang Kecamatan Kotanopan, mubazir alias tak dimanfaatkan […]

  • MMI Kembali Desak Hulman Sitorus Dilengserkan

    MMI Kembali Desak Hulman Sitorus Dilengserkan

    • calendar_month Selasa, 15 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PEMATANGSIANTAR : Majelis Muslimin Indonesia (MMI) kembali mendesak Hulman Sitorus dilengserkan dari jabatannya sebagai Wali Kota Pematangsiantar periode 2010-2015, karena diduga memilik ijazah palsu. Desakan ini disampaikan ratusan massa MMI saat melakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRD Kota Pematangsiantar Jalan H Adam Malik, Senin 14 Februari 2011. Kedatangan massa ini dengan membawa spanduk dan […]

  • Toge Panyabungan Ditetapkan Sebagai Makanan Khas Mandailing

    Toge Panyabungan Ditetapkan Sebagai Makanan Khas Mandailing

    • calendar_month Jumat, 22 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        JAKARTA (Mandailing Online) – Toge Panyabungan ditetapkan sebagai makanan khas etnis Mandailing. Penetapan itu disahkan dalam Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia tahun 2017 yang berlangsung pada tanggal 21 hingga 24 Agustus 2017 lalu di Jakarta oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemdikbud RI. Dalam website http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbaceh/2017/08/24/sidang-penetapan-warisan-budaya-takbenda-indonesia-2017/ dijelaskan bahwa penetapan […]

  • Pemda Harus Libatkan Pelaku Usaha di Penyusunan Kebijakan Daerah

    Pemda Harus Libatkan Pelaku Usaha di Penyusunan Kebijakan Daerah

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah daerah harus melibatkan kalangan pelaku usaha dalam setiap perumusan kebijakan pembangunan daerah, terutama sektor ekonomi. Kebijakan dan program pembangunan daerah yang hanya berdasar asumsi birokrat semata akan berakibat tidak singkronnya kebijakan dengan kondisi rill yang dihadapi masyarakat. Sebaliknya, jika setiap perumusan kebijakan ekonomi berdasar dari masukan para pelaku usaha maka […]

expand_less