Jumat, 13 Mar 2026
light_mode

Kegiatan Penambang Liar Pemkab Harus Antisipasi Dampak Penggunaan Merkuri

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 11 Jan 2012
  • print Cetak

Panyabungan. Ketua Pam Swakarsa Lembaga Independen Masyarakat Naga Juang, Parimpunan Siregar, meminta Pemkab Madina segera melakukan antisipasi dampak penggunaan air raksa (merkuri) terkait aktivitas penambangan liar di kecamatan itu.

“Merkuri menyebabkan kerusakan pada sistem saraf meskipun hanya terpapar dalam tingkat yang relatif rendah. Hal ini terutama berbahaya bagi ibu yang sedang hamil. Perkembangan anak-anak yang belum lahir (janin) akan terpengaruh karena senyawa merkuri dapat menyebabkan cacat fisik maupun mental pada kelahiran janin. Sehingga sebelum menjamur lebih baik diantisipasi,” kata Parimpunan Siregar, di Payabungan, Selasa (10/1).

Dikatakannya, saat ini sejumlah penambang emas tradisional tidak berizin sudah memasuki kecamatan ini, sehingga tidak tertutup kemungkinan pendirian pabrik galundung (alat pemisah emas dari batu/tanah. Uap merkuri tidak berwarna dan bisa terhirup oleh pernafasan memasuki tubuh manusia maupun hewan.

“Kita tidak mau daerah kita menjadi Minamata kedua dari Jepang karena buangan sisa industri plastik yang memakai merkuri dibuang ke laut di Teluk Minamata yang ikannya dikonsumsi oleh manusia, sehingga terjadi banyak hal diakibatkannya seperti gatal-gatal, bayi cacat sampai kepada tingkat kematian,” sebutnya.

Tokoh masyarakat Naga Juang, Eddy Gultom, menambahkan, ribuan pekerja tambang sudah memasuki wilayah Naga Juang.

Ia khawatir limbah merkuri akan mencemari lingkungan, terutama sungai yang airnya digunakan masyarakat untuk keperluan sehari-hari.

“Sudah sama-sama kita ketahui bagaimana bahaya pencemaran lingkungan akibat air raksa. Mungkin dampaknya tidak langsung, tapi proses yang bertahun-tahun. Saya khawatir anak-cucu kami akan terkena dampaknya,” imbuhnya.

Kepala Badan Penanggulangan Dampak Lingkungan dan Kebersihan Madina, Miswar Tanjung, sebelumnya berjanji akan melakukan penertiban terhadap keberadaan galundung yang tidak mempunyai izin di sejumlah lokasi. Ia menduga galundung itu membuat beberapa sungai tercemar mercuri.

“Dinas Kesehatan telah menyatakan sejumlah sungai di wilayah Kecamatan Hutabargot positif tercemari air raksa dan meminta kepada masyarakat untuk tidak lagi mengkonsumsinya.
Tidak tertutup juga kemungkinan sejumlah sungai di Panyabungan, Panyabungan Utara, termasuk di Naga Juang tercemar,” ujarnya.

Miswar mengaku kesulitan melakukan penertiban, karena menyangkut aktivitas khalayak banyak. “Tapi kita masih melakukan upaya pendekatan dan sosialisasi terhadap masyarakat,” sebutnya. (henri.medanbisnis)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapoldasu Akui Kompol Hasan Dicopot

    Kapoldasu Akui Kompol Hasan Dicopot

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      Medan –  Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Inspektur Jenderal Polisi Drs Ngadino, membenarkan soal pencopotan Kasat Lantas Polresta Medan, Kompol M. Hasan. “Iya benar ada TR baru keluar, Kasat Lantas Polresta Medan dimutasi. Semalam sudah keluar TR-nya,” jelas Jenderal Bintang Dua itu, kepada wartawan saat dikonfirmasi lewat via telepon seluler, Sabtu (17/10). Diketahui ini […]

  • Pemeriksaan Hasil Tes CPNS di USU Tipis Kemungkinan Muncul KKN

    Pemeriksaan Hasil Tes CPNS di USU Tipis Kemungkinan Muncul KKN

    • calendar_month Senin, 2 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Pemeriksaan lembar jawaban (LJK) seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dengan pola scanning yang diterapkan Universitas Sumatra Utara (USU) tipismemunculkan peluang korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) maupun permainan lain. Sekdaprovsu RE Nainggolan dan Tim Komisi A DPRD Sumut yang menyaksikan langsung pembukaan segel packing LJK CPNS Pemprovsu untuk diperiksa di USU Medan, Selasa […]

  • Guru Besar Universitas Sains Malaysia Puji Darul Mursyid

    • calendar_month Kamis, 23 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    SAIPAR DOLOK HOLE (Mandailing Online) – Dr.Sofri B.Yahya,Ph.D,CFIA,MIM dan Dr.Md.Harashid Bin Haron,Ph, keduanya guru besar Universitas Sains Malaysia menyatakan salut dengan system pendidikan di pesantren Darul Mursyid, di Tapanuli Selatan. “Saya melihat Darul Mursyid sudah punya system yang baik sehingga dapat eksis dalam dunia pendidikan,” kata Dr. Sofri, Jum’at (17/5/2013) lalu ketika mengunjungi pesantren modern […]

  • Bareng Franda, Norman Jadi Polisi Lagi

    Bareng Franda, Norman Jadi Polisi Lagi

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NORMAN memang diberhentikan dengan tidak hormat oleh kepolisian, tempatnya mengabdi sebelum terjun ke dunia hiburan. Namun, itu tidak berarti bahwa dia tidak bisa lagi menjadi bagian dari institusi tersebut. Tentu hal itu tidak terjadi dalam kehidupan nyata. Dia hanya bisa melakukannya dalam film. Hal tersebut terlihat di film Xia Aimei yang diperankan Franda. Dalam film […]

  • Pemkab Madina Dihimbau Sediakan Bibit Tanaman Tumpang sari Menyelamatkan Petani Karet

    Pemkab Madina Dihimbau Sediakan Bibit Tanaman Tumpang sari Menyelamatkan Petani Karet

    • calendar_month Kamis, 22 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina dihimbau menyediakan bibit tanaman tumpang sari diantara tanaman karet, agar petani karet keluar dari kemiskinan. “Tanaman tumpang sari diantara tanaman karet menjadi solusi agar rakyat Madina yang mayoritas penyadap karet keluar dari kemiskinan akibat harga karet yang senantiasa anjlok,” kata pamerhati perkebunan, Anwar Sadat di Panyabungan, Kamis (22/9). Dikatakannya, […]

  • 3 Pejabat Diperiksa Kejagung

    3 Pejabat Diperiksa Kejagung

    • calendar_month Kamis, 7 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Kejaksaan Agung (Kejagung) terus melakukan pengembangan penyidikan kasus pembobolan rekening milik Pemkab Batubara, Sumatera Utara (Sumut) senilai Rp80 miliar. Pada Selasa (5/7) lalu, penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, menggali keterangan dari tiga pejabat Pemkab Batubara sebagai saksi. “Penyidik Jampidsus Kejagung, Selasa (5/7) kemarin memeriksa tiga saksi terkait penyidikan dugaan korupsi […]

expand_less