Sabtu, 14 Mar 2026
light_mode

Kemauan Politik Untuk Kopi Mandailing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 26 Mar 2015
  • print Cetak

 

Ratusan sudah nama “Mandheling Coffee” diproduksi puluhan negara dan menjadi salah satu bubuk kopi bergengsi di dunia internasional. Nomenclatur “Mandheling Coffee” pada merek dagang kopi di pasar internasional telah menobatkan nama Mandailing sangat terkenal di dunia.

Tetapi, kopi Mandailing justru saat ini nyaris tak terlihat di tanah Mandailing. Kebun-kebun kopi rakyat di Mandailing surut seiring keluarnya Belanda dari Indonesia. 

Tidak demikian di tanah Toba kawasan Siborong-borong hingga Lintong Nihuta, atau Gayo di  Aceh Tengah. Daerah-daerah itu hingga kini masih eksis berbudidaya kopi, sehingga biji kopi mereka setelah di tangan eksportir, sebagiannya menjelma menjadi kopi Mandailing. 

Apa yang salah? Tak ada. Kita hanya terlalu lama tak bergerak dan tidur.Mandheling Coffee adalah peluang maha besar. Tanah Mandailing juga adalah tanah kopi. Yang diperlukan hanya mendorong rakyat untuk kembali bertanam kopi dan mendorong swasta melirik peluang ini.

Dorongan untuk menghidupkan kembali kejayaan kopi Mandailing yang pernah diraih pada era kolonial Belanda. Selain kaitannya dengan upaya pertumbuhan ekonomi daerah, juga agar kopi yang bermerek dagang Mandheling Coffee betul-betul berbahan baku dari tanah aslinya, tanah Mandailing.

Kita sangat salut dengan upaya Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Madina yang sudah menyelesaikan grand desaign pengembangan Kawasan Agroforestry Kopi Mandailing di Ulu Pungkut.

Sebuah desain yang berdimensi luas. Ada gagasan pemberdayaan masyarakat lokal, ada sisi agrowisata, ada nuansa kearifan lokal bagi pelestarian hutan, dan tentu peluang bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Tentu ini langkah awal. Juga bukan basa basi selama seluruh pihak turut menyingsingkan lengan bersama-sama mengeroyok merealisasikan gagasan ini.

HIPMI Madina sudah kepincut pada gagasan ini, karena selain akan banyak menyerap tenaga kerja juga keuntungan untuk daerah. Wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara akan masuk ke Madina.

“Label kopi Mandailing luar biasa terkenalnya di ratusan negara. Jika kita memiliki satu kecamatan yang memiliki kebun kopi yang tertata dan didesain sedemikian rupa, maka wistawan lokal dan internasional pasti datang,” kata Sekretaris HIPMI Madina, Dia Ulhaq.

Masalahnya sekarang, adakah kemauan politik dari DPRD dan terutama bupati? Ini penting mengingat aplikasi gagasan ini membutuhkan dana yang besar dan membutuhkan keterlibatan secara lintas sektoral.

Kita yakin, apabila kemampuan anggaran daerah terbatas untuk merealisasikan agroforestry ini, keterlibatan pihak swasta bisa menjadi solusi. Atau perusahaan daerah jika kelak berdiri, tak mustahil saham-saham swasta pasti masuk bagi proyek agroforestry ini.

Tentu semua sepakat bahwa kopi Mandailing termasuk salah satu potensi yang akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah jika dikembangkan sebagaimana Asisten Residen Mandailng Angkola, Phillipus Godon membuka dan mengembangkan kebun kopi rakyat di tanah Mandailing era 1840-an. Mari. (Dahlan Batubara)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • FRB SU Demo Mapolres Deli Serdang

    FRB SU Demo Mapolres Deli Serdang

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LUBUK PAKAM- Diperkirakan ratusan massa yang tergabung dalam Forum Rakyat Bersatu Sumatera Utara (FRB SU) menggelar aksi unjuk rasa, di depan Mapolres Deliserdang, Jalan Sudirman Lubuk Pakam, Kamis (18/8) sekira pukul 14.00 WIB. Pengunjuk rasa meminta, agar tiga orang teman mereka, masing-masing Eko Sofianto, Kanang dan Senja, anggota kelompok petani penggarap ‘Jas Merah’, yang ditahan […]

  • Baru Diaspal Sudah Mulai Mengelupas

    Baru Diaspal Sudah Mulai Mengelupas

    • calendar_month Selasa, 26 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Pembangunan jalan menuju Kecamatan Panyabungan Timur perlu dipertanyakankan. Sebab, baru diaspal, terlihat ada yang sudah terkelupas. Demikian pantauan MedanBisnis di Panyabungan Timur, Jumat (22/10). Aspal yang terkelupas mulai terlihat dari titik 2+950 yang baru beberapa hari dilaksanakan penghamparan aspalnya. Dari pengakuan masyarakat setempat, jalan Panyabungan Timur yang baru dikerjakan itu sering dilewati truk pengangkut […]

  • Tak Berkategori

    KPK datangkan tukang kunci ke rumah bupati Madina

    • calendar_month Rabu, 15 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, (Mandailing Online) – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangkan tukang kunci ke rumah Bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara di Jalan Sei Asahan No 76 Medan, yang mereka geledah, Selasa (14/5) petang. Namun, si tukang kunci tidak berhasil membuka kunci lemari di rumah itu. “Saya kemari dipanggil mereka (KPK). Saya disuruh buka pintu lemari […]

  • Atika Serahkan Santunan BPJS Ketenagakerjaan 

    Atika Serahkan Santunan BPJS Ketenagakerjaan 

    • calendar_month Jumat, 1 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammu Nasution menyerahkah santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan kepada tiga warga di Madina. Tiga warga tersebut masing-masing mendapat 42 juta rupiah. “Ini dipergunakan secara baik ya, jangan untuk beli hp atau kereta (sepeda motor). Kalo untuk buka usaha boleh, dimanfaatkan yang baik,” […]

  • “Mambayu” di HUT RI

    “Mambayu” di HUT RI

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Sejumlah gadis cilik Mandailing memperagakan aktivitas mambayu (mengayam tikar) dan marmasak (memasak) dalam kegiatan parade memperingati HUT RI di pasar Panyabungan, Mandailing Natal, tahun lalu.   Foto : Takesi

  • Passing Grade Honorer K2 Lentur

    Passing Grade Honorer K2 Lentur

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Pendaygunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar mengaku, dalam penetapan kelulusan honorer kategori dua (K2) tidak diberlakukan passing grade secara nasional. Alasannya, jika diterapkan secara nasional maka akan banyak yang tidak lulus menjadi CPNS. “Jujur saja, passing grade tidak berlaku untuk honorer K2. Kalau diberlakukan, ya banyak yang tidak lulus terutama […]

expand_less