Senin, 16 Mar 2026
light_mode

Kenaikan Harga Pupuk Beratkan Petani

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
  • print Cetak

Jakarta. Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir menilai kenaikan harga eceran tertinggi (HET) untuk pupuk urea bersubsidi sebesar 12,5% per 1 Januari 2012 dari sebelumnya Rp 1.600 per kg menjadi Rp1.800 per kg akan memberatkan petani.
“Petani yang mempunyai lahan kecil atau kurang dari 0,3 hektare akan kesulitan dengan naiknya harga pupuk bersubsidi sebesar 12,5 persen. Kalau untuk petani yang mempunyai lahan lebih dari 1 hektare tentu tidak masalah karena diimbangi dengan hasil panen,” kata Winarno di Jakarta, Rabu (4/1).

Winarno mengatakan walaupun kenaikan hanya Rp200 per kg, namun akan mempengaruhi konsumsi pupuk sehingga hasil panen tidak maksimal yang akan berdampak pada hasil panen. “Bagi petani kecil, kenaikan Rp 100 atau Rp 200 per kg akan berpengaruh karena penghasilan yang tidak sesuai dengan pengeluaran,” sebut dia.

Apalagi, lanjut dia, tata niaga hasil pertanian di dalam negeri cukup buruk sehingga menyulitkan petani untuk menjual hasil pertaniannya. “Satu sisi pemerintah meminta pada petani untuk terus menanam, namun di sisi lain pemerintah tidak menyediakan jalur distribusi untuk penjualan hasil pertanian,” keluh lelaki berusia 55 tahun ini.

Salah seorang petani di Batu Sangkar, Sumatera Barat, Januar, mengeluhkan kenaikan harga pupuk urea bersudsidi ini karena akan semakin memberatkan petani. “Kenaikan sekecil apapun tentunya bagi petani sangat memberatkan,” ujar Januar.

Sebelum adanya kenaikan harga saja, kata Januar, membeli dengan harga Rp 85.000 per satu kantong dengan berat 50 kilogram atau dengan kata lain dia membeli dengan harga Rp 1.700 perkg. Menurut Januar, harga pupuk urea bersubsidi di daerahnya memang melebihi HET, karena di antar langsung oleh pedagang ke tempat.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Rusman Heriawan, mengatakan kenaikan harga pupuk bersudsidi tidak akan merugikan petani karena meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP).
Kenaikan NTP mengindikasikan harga jual produk pertanian lebih cepat daripada kenaikan ongkos. Sepanjang 2011, NTP terus meningkat dari di bawah 100 menjadi 105,64. (ant)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ban Mopen Pecah, Tabrak Beca Terguling ke Parit

    Ban Mopen Pecah, Tabrak Beca Terguling ke Parit

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Satu unit beca bermotor ditabrak mobil angkutan penumpang umum (mopen) di jalan Lintas Sumatera titik Desa Mompang Jae Kecamatan Panyabungan Utara, Mandailing Natal (Madina), Senin sore (10/11). Menurut saksi mata, mopen bernomor polisi BB 1725 RA itu pecah ban akibatnya sang supir tak mampu mengendalikan laju kenderaan sehingga menabrak beca motor […]

  • Kebutuhan Tenaga Ahli Teknologi Informasi Mencapai 1.000 Orang per Bulan

    Kebutuhan Tenaga Ahli Teknologi Informasi Mencapai 1.000 Orang per Bulan

    • calendar_month Rabu, 10 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Sumber : Bisnis.com / Editor : Dahlan Batubara JAKARTA (Mandailing Online) – Jika Anda atau anak Anda bingung memilih jurusan di perguruan tinggi, dan mudah mencari kerja setelah wisuda, maka ini satu solusi. Permintaan terhadap tenaga ahli Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) di Indonesia mencapai 1.000 per bulan. Tetapi akibat minimnya generasi muda yang menekuni […]

  • Meramal Cuaca, Bolehkah?

    Meramal Cuaca, Bolehkah?

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Prediksi cuaca bisa salah dan benar. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan manfaat yang tak sedikit bagi umat manusia. Kemudahan demi kemudahan pun diperoleh berkat inovasi-inovasi mutakhir. Tak terkecuali terkait prediksi cuaca suatu kawasan untuk keesokan hari. Seperti apakah cuaca besok kini bisa mudah diketahui lewat prakiraan tersebut. Entah hujan, berawan, cerah, mendung, dan lain […]

  • Guru Honorer Dapat Insentif

    Guru Honorer Dapat Insentif

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANGKALPINANG : Guru honorer yang mengajar pada sekolah negeri di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung diberi insentif sebesar Rp400.000/bulan untuk meningkatkan kesejahteraannya. “Guru honor yang mengajar di sekolah negeri diberi insentif Rp400.000 per bulan, namun insentif bisa dikurangi jika kehadirannya juga kurang,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, Edison Taher di Pangkalpinang, Jumat 26 November […]

  • Kapolda Sumut Bertekad Ciptakan Medan Tetap Kondusif

    Kapolda Sumut Bertekad Ciptakan Medan Tetap Kondusif

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Kota Medan merupakan Ibukota Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan tentunya menjadi barometer di Sumut. Jadi apapun yang terjadi di Medan, akan berimbas ke daerah lain di Sumut. Misalnya, seperti perdagangan atau adanya ketidakkondusifan di Medan, maka akan bisa berimbas kepada daerah lain yang ada di Sumut. Oleh karena itu Kapoldasu Irjen Pol Wisnu Amat […]

  • Cenderamata Untuk Amru

    Cenderamata Untuk Amru

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Sumatera Utara Amru Daulay dan Wakil Sekretaris M Hanafiah mengangkat cenderamata yang diserahkan Ketua DPD II Partai Golkar Mandailing Natal As Imran Khaitami pada pembukaan Rakerda I Partai Golkar Madina di Aula Madina Sejahtera, Dalan Lidang, Panyabungan. Cinderamata yang diberikan berupa foto dalam ukuran besar Amru bersalaman dengan Ketua […]

expand_less