Kamis, 12 Mar 2026
light_mode

Kepdes Mompang Julu Mundur

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 30 Jun 2020
  • print Cetak

 

Dua mobil terbakar dalam aksi blokir Jalinsum di Mompang Julu, Senin (29/6/2020)

 

PANYABUNGAN UTARA (Mandailing Online) – Hendri Hasibuan akhirnya mengundurkan diri dari jabatan Kepala Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Mandailing Natal.

Surat pengunduran diri itu dibacakan Camat Panyabungan Utara, Ridho Fahlevi Senin malam (29/6/2020) di masjid Riyadus Solihin disaksikan ratusan warga yang memenuhi ruangan hingga halaman masjid.

Sejumlah unsur Muspika Panyabungan Utara hadir di pembacaan surat pengunduran itu.

Pengunduran diri kepala desa ini menyusul warga memblokir jalan lintas Sumatera sehari penuh yang dramatis, Senin.

Satu mobil milik Wakapolres Mandailing Natal, AKBP Elizama Zalukhu serta mobil warga menjadi sasaran pembakaran diduga dilakukan oleh warga.

Beberapa sepeda motor juga terbakar di pinggir Jalinsum.

“Benar, mobil Wakapolres Madina dibakar oleh warga. Ada dua mobil yang dibakar yakni mobil Wakapolres dan mobil warga. Selain itu beberapa sepeda motor juga jadi sasaran pembakaran,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja dikutip CNN Indonesia, Senin malam.

Tatan menyatakan, warga mengamuk karena tidak terima polisi membubarkan aksi demonstrasi mereka menuntut kepala desa mundur dari jabatannya.

Tatan menjelaskan awalnya warga memblokade Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan-Padang. Dalam aksinya, warga menuntut agar Kepala Desa Mompang Julu, Hendri Hasibuan dicopot dari jabatannya.

Warga menganggap Kepala Desa tidak transparan dalam pembagian BLT dari Dana Desa dan pengelolaan Dana Desa tahun 2018 hingga 2020.

Saat polisi mencoba melakukan pembubaran blokade Jalinsum, warga melakukan perlawanan. Mereka menyerang polisi dengan lemparan batu.

Dalam aksi itu, Kapolres dan Wakapolres Madina berupaya melakukan negosiasi agar warga membubarkan diri. Namun warga semakin marah dan membakar mobil Wakapolres Madina.

“Mereka minta kepala desa mengundurkan diri, tuntutan warga berkaitan dengan BLT. Nah, tadi sore menjelang pukul 18.00 WIB, personel meminta agar warga membubarkan diri, tapi warga bersikap anarkis dengan melakukan pengrusakan dan pembakaran. Bahkan 6 orang anggota kita di sana luka-luka,” jelas Tatan Senin malam.

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPRD Sumut Sorot Galian C Dekat Jembatan Naga Juang

    Anggota DPRD Sumut Sorot Galian C Dekat Jembatan Naga Juang

    • calendar_month Sabtu, 11 Mar 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aktivitas galian C di dekat jembatan Naga Juang, Mandailing Natal, Sumut menjadi sorotan karena membahayakan keselamatan jembatan Naga Juang. Anggota Komisi D DPRD Sumut H. Fahrizal Efendi Nasution dalam satu pernyataan di Panyabungan, Sabtu (11/3/2023) mendesak pihak berwenang melakukan pencegahan. Jembatan ini sangat urgen bagi hajat hidup rakyat desa desa kawasan […]

  • Kisah Pria Korea Selatan Menemukan Kebenaran Islam

    Kisah Pria Korea Selatan Menemukan Kebenaran Islam

    • calendar_month Senin, 14 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    “Aku menemukan harapan dalam Islam, kemudian saya menjadi muslim,” ujar seorang mualaf dari Korea Selatan, Park Dong Shin yang kini mengubah namanya menjadi Abd Ar-Ra’oof. Park memeluk Islam saat usiannya 24 tahun. Sebelum memeluk Islam, ia merasa hidupnya hanya dipenuhi kegelapan, keraguan, kebingungan dan luka. “Aku menulis ini (artikel kisah perjalanannya menuju Islam) untuk berbagi […]

  • Situs Menhir di Runding Indikasi Peradaban Mandailing Sudah Ada Sejak Zaman Batu

    Situs Menhir di Runding Indikasi Peradaban Mandailing Sudah Ada Sejak Zaman Batu

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tympanum Novem Film sejak pekan lalu memulai penggarapan video situs-situs peninggalan Mandailing masa lampau. Tiga situs yang direkam video pada Kamis (15/5/2014) meliputi situs reruntuhan candi di Saba Biara, Pidoli; situs yang diduga reruntuhan candi di Padang Mardia, Hutasiantar dan Menhir di Runding satu peninggalan dari zaman batu. Situs-situs tersebut sangat […]

  • Siagakan Alat Berat di Pasaman Barat, Antisipasi Longsor

    Siagakan Alat Berat di Pasaman Barat, Antisipasi Longsor

    • calendar_month Minggu, 18 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIMPANG AMPEK, (MO)- Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat menyiagakan alat berat beserta operatornya untuk mengantisipasi bencana longsor yang datang secara tiba-tiba. “Alat berat jenis ekskavator dan ‘louder’ beserta operatornya sudah disiagakan untuk memberikan bantuan jika ada longsor atau bencana lainnya,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pasaman Barat, Reflin, Minggu 18 November 2012. Dia […]

  • Kearifan Lokal Mandailing Dalam Pra Bencana

    Kearifan Lokal Mandailing Dalam Pra Bencana

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Ennawaty Sari Mahasiswi STAIM   “Lubuk larangan ini boleh disebut merupakan bukti sensitivitas, kepekaan, kepedulian dan tanggungjawab masyarakat Mandailing terhadap lingkungan hidup untuk mencapai hubungan harmonis antara manusia dengan alam dan sebaliknya. Lubuk larangan mengajari kita  tentang pengelolaan, pemanfaatan dan pelestarian sungai untuk kelangsungan hidup manusia.”    Warisan peradaban yang ada hingga […]

  • Mana Dahulukan, Akikah atau Kurban?

    Mana Dahulukan, Akikah atau Kurban?

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Mereka yang berkurban bisa memercayakan penyembelihan kurban dan distribusi daging ke lembaga zakat. Berkurban atau akikah terlebih dahulu? Pertanyaan ini kerap terlintas di benak kebanyakan umat. Pimpinan Yayasan Annurmaniyah, Jakarta Barat, Hj Nurma Nugraha MA mengatakan, merujuk pada Mazhab Syafi’i dan Ahmad, lebih baik mendahulukan akikah, kemudian kurban. Sebenarnya, kewajiban akikah, kata perempuan yang dikenal […]

expand_less