Sabtu, 14 Mar 2026
light_mode

Ketua PP Madina: Jika Tak Punya Itikad Baik, PT Rendi Silahkan Angkat Kaki

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 5 Nov 2017
  • print Cetak

Sahriwan ‘Kocu’ Nasution

PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Permasalahan lahan warga SP 1 dan SP 2 Tran Singkuang Kecamatan Muara Batang Gadis, Madina yang ditengarai diserobot PT. Rendi Permata Raya terus menuai sorotan.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten ‎Madina, Syahriwan Nasution ‘Kocu’ kepada wartawan, Sabtu (4/11/2017) menghimbau PT. Rendi mengembalikan lahan yang dituntut warga.

“Tetapi, jika perusahaan itu tidak peduli dan tidak punya Iktikad baik harus segera angkat kaki dari Madina,” katanya.

Menurutnya, PT Rendi Permata Raya sudah melewati batas kesabaran masyarakat Madina yang terus memantau permasalahan lahan dengan warga SP 1 dan SP 2 Tran Singkuang Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina).

“Jangan mereka kira masyarakat Madina tidak memantau permasalahan itu. Kita mengetahui bagaimana perjalanan duduk perkara antara warga Trans Singkuang dengan perusahaan itu. Yang pada intinya PT Rendi Permata Raya tidak punya Iktikad baik, mereka merampas hak rakyat, mereka sudah membuat warga Trans Singkuang menderita. Apakah ini kita biarkan berlarut-larut? Tentu tidak. Perusahaan apapun yang membawa petaka bagi masyarakat harus kita lawan dan segera angkat kaki dari Madina,” tegas Kocu.

Kocu yang juga anggota DPRD Madina itu menerangkan, masyarakat harus mengawal sengketa lahan antara PT Rendi Permata Raya dengan warga Trans Singkuang. Apalagi, sengketa tumpang tindih lahan tersebut sudah pernah di Pansus-kan di DPRD Madina.

“Pansus sudah selesai dan mengeluarkan banyak rekomendasi yang pada intinya menghentikan sementara semua kegiatan PT Rendi Permata Raya sebelum ada penyelesaian dengan masyarakat. Hanya saja kita tidak tahu sudah sejauh mana Pemerintah melaksanakan rekomendasi itu. Kita juga bingung‎, sudah banyak surat rekomendasi baik dari DPRD maupun dari Bupati Madina supaya PT Rendi Permata Raya menghentikan aktivitasnya. Namun, informasi yang kita terima, perusahaan tersebut masih terus melakukan kegiatan. Itu namanya suatu pelanggaran melawan hukum, ujarnya.

Peliput : R. Lubis

Editor    : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petai dan Jengkol Banjiri Pasar Baru Panyabungan

    Petai dan Jengkol Banjiri Pasar Baru Panyabungan

    • calendar_month Minggu, 21 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Dalam beberapa hari terakhir petai dan jengkol membanjiri pusat Pasar Baru Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), menyusul musim panen buah-buhan di daerah ini, seperti buah durian, manggis, petai dan jengkol. Pantauan MedanBisnis di pasar tersebut, Jum”at (19/8), karena pasokan yang melimpah, harga petai pun kini tergolong cukup murah yakni per ikat isi 10 renteng […]

  • Tapal Batas Madina-Tapsel, Kabag Hukum: Kita hanya Menunggu

    Tapal Batas Madina-Tapsel, Kabag Hukum: Kita hanya Menunggu

    • calendar_month Rabu, 14 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mengenai penetapan tapal batas Madina-Tapsel yang sebelumnya ditolak Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution, saat ini Pemkab Madina hanya bisa menunggu. Demikian disampaikan Kepala Bagian Hukum Sekretaris Daerah (Kabag Hukum Sekdakab) Madina Nurkholis, SH, MH ketika dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Rabu (14/9). Nurkholis menerangkan, minggu lalu tim yang […]

  • Tak Berkategori

    MASIH BAGI HASIL DENGAN TOKE

    • calendar_month Selasa, 21 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Meski memperoleh kisaran 600.000 hingga 750.000 rupiah per hari dari jasa membajak sawah, ternyata para penyedia jasa membajak sawah masih berbagi hasil dengan toke alias pemilik hand traktor. Subur (45), salah seorang penyedia jasa traktor, mengatakan, kemarin (20/5/3013), dia tidak memiliki modal untuk membeli hand traktor. Hand traktor yang dioperasionalkannya adalah […]

  • Legenda dari Afrika Selatan, Nelson Mandela Pecinta Batik yang Peduli Kaum Papa

    Legenda dari Afrika Selatan, Nelson Mandela Pecinta Batik yang Peduli Kaum Papa

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SOSOK sederhana melekat pada diri Nelson Mandela. Meski tokoh anti-apartheid itu telah meninggal dunia, kesederhanaan dan kerendahan hatinya sebagai pemimpin tetap menjadi inspirasi. “Bagi banyak orang, Nelson Mandela adalah ikon dan pejuang hak asasi manusia yang tersohor. Tapi, bagi mereka yang mengenal dekat beliau, Nelson Mandela adalah seorang teman yang rendah hati,” kata George Bizos, […]

  • Baru Lahir, Tanggung Utang Rp7,56 Juta

    Baru Lahir, Tanggung Utang Rp7,56 Juta

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KONDISI bangsa Indonesia sungguh memprihatinkan akibat utang luar negeri pemerintah yang mencapai Rp1.800 triliun. Dampaknya, setiap warga termasuk bayi yang baru dilahirkan di bumi Indonesia, sudah menanggung beban utang Rp7,56 juta. Diperkirakan beban utang bayi yang lahir pada tahuntahun mendatang akan jauh lebih besar dibanding sekarang. Pasalnya, utang yang ‘berbungabunga’ makin mencekik leher bangsa Indonesia […]

  • Madina Tolak Kebijakan Sekolah 8 Jam Sehari

    Madina Tolak Kebijakan Sekolah 8 Jam Sehari

    • calendar_month Rabu, 14 Jun 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang akan menerapkan sekolah 8 jam sehari sangat tidak populis dan perlu dikaji ulang. Kebijakan itu sepaket dengan rencana masa 5 hari per pekan yang akan ditereapkan pada  Tahun Ajaran 2017-2018. “Durasi 8 jam sehari ini dinilai akan mematikan jam belajar di madrasah […]

expand_less