Kamis, 12 Feb 2026
light_mode

KKN 09 STAIN Madina Sosialisasikan Konsep Moderasi Beragama Pada Siswa SD di Tambiski

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Uapaya menciptakan kerukunan beragama Kelompok Kerja Kuliah Nyata (KKN) 09 STAIN Madina sosialisasikan konsep moderasi beragama kepada peserta didik di SD Negeri 056 Aek Nauli, Desa Tambiski Nauli, Kecamatan Naga Juang.

Abdur Rahman Humasi KKN 09 mengatakan, kegiatan itu salah satu kegiatan Program Kerja KKN serta pengabdian masyarakat dalam rangka menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai implementasi mahasiswa kepada lingkungan sosial dan pendidikan dasar.

“Tema utama Moderasi Beragama.Kegiatan moderasi beragama yang dilaksanakan oleh kelompok KKN ini berangkat dari sebuah realitas sosial yang terjadi di Desa Tambiski Nauli. Desa ini berbatasan langsung dengan Desa Humbang yang mayoritas penduduknya beragama non-muslim,” Kata Abdur Rahman Pada Mandailing Online. Selasa, (02/08/2025).

Berdasarkan hasil pengamatan para peserta KKN 09. Anak-anak Desa Tambiski Nauli dengan anak-anak Desa Humbang cenderung kurang memiliki interaksi sosial yang harmonis. Minimnya pertemanan dan kerja sama antar siswa / i dari kedua desa ini dikhawatirkan akan berdampak kurang baik terhadap pembentukan sikap toleransi sejak usia dini.

“Oleh karena itu, melalui program kerja ini, Kelompok 09 KKN STAIN Madina berupaya menanamkan nilai-nilai toleransi, persaudaraan, serta sikap saling menghargai perbedaan dengan cara memperkenalkan konsep moderasi beragama kepada peserta didik di SD Negeri 056 Aek Nauli,” Tambah Humas.

Selain itu, Khoirun Rambe selaku Ketua KKN 09 juga menyampaikan ia beserta seluruh 7 anggota kelompok jadi pemateri Moderasi.

Dijelaskannya Metode pelaksanaan sosialisasi dilakukan dengan Ceramah interaktif, penyampaian materi dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami siswa, dan diskusi singkat memberi kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapat dan pengalaman terkait pertemanan dengan teman berbeda keyakinan. Sasaran dari kegiatan ini adalah peserta didik kelas 4, 5, dan 6 SD Negeri 056 Aek Nauli, pemilihan kelas ini didasarkan pada pertimbangan bahwa anak-anak pada usia tersebut sudah lebih mudah diajak berdiskusi, menerima pemahaman baru, serta mampu menerapkan nilai-nilai yang ditanamkan dalam kesehariansehari-hari.

“Materi yang disampaikan serta nilai yang terkandung dalam moderasi beragama, akan menumbuhkan toleransi antarumat beragama, komitmen kebangsaan dan cinta tanah air, anti kekerasan serta menjunjung tinggi perdamaian, menghargai kearifan lokal dan budaya setempat. Kami (KKN 09) tegaskan lagi moderasi beragama adalah sikap hidup beragama dengan cara yang seimbang, adil, serta menghargai perbedaan,” Dicontohkan Khairun.

Harapan dari pelaksanaan sosialisasi itu jelas Khairun Peserta didik mulai membangun interaksi positif dengan teman sebaya dari desa lain tanpa membedakan agama maupun latar belakang, sekolah dapat melanjutkan penanaman nilai toleransi melalui kegiatan belajar mengajar, baik di dalam maupun di luar kelas, lalu orang tua dan masyarakat turut serta mendukung terciptanya suasana rukun, damai, dan harmonis antarwarga desa serta Program kerja KKN ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa maupun pihak sekolah untuk terus menanamkan nilai moderasi beragama sejak dini.

Pelaksana kegiatan itu Moderasi beragama itu Ada Khoirun Raambe, Abdur Rahman, Mila Rizky, Salsabilla Az-Zahra, Khoirun Nisah, Masitoh Tanjung, Fadilah Nauli dan Adji Putrah.

Berikut tujuan dari pelaksanaan kegiatan konsep moderasi beragama :

1. Memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang pentingnya sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

2. Menumbuhkan kesadaran untuk saling menghormati perbedaan keyakinan dan latar belakang.

3. Mendorong terjalinnya interaksi sosial yang positif antara peserta didik muslim Desa Tambiski Nauli dan peserta didik non-muslim Desa Humbang.

4. Mengajarkan nilai-nilai moderasi beragama sejak dini agar tertanam dalam kehidupan bermasyarakat.

5. Meningkatkan peran sekolah dasar sebagai lembaga pendidikan awal dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia dan cinta damai.

Reporter : Fikri

Comments

Komentar Anda

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less