Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode

KNPI Desak DPRD Madina Perjuangkan Beasiswa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 3 Sep 2019
  • print Cetak

Tan Gozali

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Madina yang baru dilantik didesak memperjuangkan kembalinya program beasiswa bagi mahasiswa miskin berprestasi.

Desakan itu disampaikan Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Madina, Tan Gozali kepada Mandailing Online di Panyabungan, Selasa (3/9/2019).

Gozali mengungkapkan bahwa beasiswa miskin berprestasi sudah beberapa tahun terakhir ditiadakan Pemkab Mandailing Natal (Madina).

Sebelumnya, beasiswa ini telah berjalan beberapa tahun. Masing-masing mahasiswa memperoleh 5 juta rupah per tahun yang bersumber dari APBD Madina.

Pihak Dinas Pendidikan Madina tak pernah memberitahu publik alasan penghentian beasiswa ini.

“Oleh karena itu, kita mendesak anggota DPRD Madina yang baru dilantik agar meningkatkan kepekaan, dan memperjuangkan kembalinya beasiswa itu,” ujar tan Gozali.

Tan Gozali mengaku, pertanyaan para mahasiswa kepadanya selalu datang mempertanyakan bagaimana nasib kelanjutan beasiswa.

Menurutnya, pihak legislatif memiliki kekuatan politik menekan pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali beasiswa tersebut.

Beasiswa itu sangat urgen dan penting mengingat banyak mahasiswa yang memiliki kecerdasan namun terancam gagal kuliah akibat kesulitan ekonomi orangtua.

“Sayang sekali jika para mahasiswa cerdas gagal kulaih akibat kondisi keuangan orang tua mereka,” katanya.

Padahal, lanjut Gozali, Madina membutuhkan generasi yang ber-SDM tinggi dalam dinamika pembangunan daerah ke depan. Sebab,Madina akan tetinggal jika tak mempersiapkan genarai yang cerdas.

Beasiswa itu, menurut Gozali, memiliki peran penting dalam membantu para mahasiswa yang terbentur finansial. Banyak orang tua tak mampu mengkuliahkan anak-anak mereka akibat kemiskinan.

Banyak generasi yang berpotensi harus menahan cita-cita hanya karena kemiskina orang tua. “Lantas mengapa beasiswa itu dihentikan? Bukankah pemerintah mampu secara APBD untuk itu?” keluh Gozali.

APBD Madina 2019 saja sudah 1,5 Triliun Rupiah, tetapi pemerintah daerah seolah tak punya hati nurani, lemah visi pendidikannya. Padahal pagu dana untuk beasiswa ini tak besar.

Penyaluran beasiswa terakhir berpagu sekitar 1,4 milyar Rupiah untuk sekitar 280 mahasiawa yang terseleksi.

Menurut tan Gozali, kondisi keuangan pemkab Madina mampu untuk itu. Bahkan jika peru  pagunya ditambah menajdi 5 milyar agar makin banyak mahasiswa miskin yang tertolong.

Menurutnya, masih banyak pos-pos anggaran di APBD yang tidak efisien, terkesan tak memiliki hubungan erat dengan pembangunan masyarakat.  Kenapa untuk beasiswa yang sangat penting justru diabaikan.

Tan Gozali berharap APBD Madina kedepan harus benar-benar memberi manfaat bagi pembangunan masyarakat.

APBD Madina harus benar-benar fokus kepada penyelesaian hal-hal mendasar termasuk bantuan bagi mahasiswa miskin berprestasi.

Oleh karena itu, DPRD Madina priode 2019-2024 jangan lemah dan jangan kecolongan yang hanya mengikuti apa saja program yang diajukan pemerintah daerah.

Para politisi di DPRD Madina harus memiliki visi yang tajam terutama di sektor pendidikan, sehingga DPRD mampu mempengaruhi pejabat eksekutif, bukan dipengaruhi.

Berdasar catatan Mandailing Online, beasiswa miskin berprestasi dimuai sejak tahun 2013 yang ditampung di APBD Madina. Pagunya sekitar 1,4 Milyar Rupiah kepada sekitar 280 mahasiswa yang terseleksi.

Namun, mulai sirna sejak tahun 2016 lalu. Pihak Pemkab Madina tak pernah terdengar mempublis apa penyebab penghantian program itu.

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Potensi Tembakau Madina Bagus

    • calendar_month Rabu, 22 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Potensi budidaya tembakau di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sejauh ini cukup menjanjikan dikembangkan. Kendalanya hanya soal pasar. Kawasan budidaya tembakau selama ini berada kawasan Kotanopan dan Panyabungan Timur, dimana warga di dua kawaan ini sudah lama menanam tembakau secara tradisional. Kepala Dinas Perkebunan Kehutanan, Mara Ondak melalui Kasi Perkebunan A.Yasir Lubis […]

  • Narasi Jahat Mengkaitkan Perempuan dengan Terorisme

    Narasi Jahat Mengkaitkan Perempuan dengan Terorisme

    • calendar_month Senin, 5 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Djumriah Lina Johan Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban Aksi terorisme belum lama ini kembali terjadi di Indonesia, kali ini menyasar Katedral Makassar dan Mabes Polri, Jakarta. Dari tiga pelaku, dua diantaranya berjenis kelamin perempuan. Peneliti hukum dan HAM LP3ES sekaligus dosen Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang, Milda Istiqomah mengatakan, ada peningkatan tren aksi teror yang melibatkan perempuan dalam beberapa […]

  • Sidak, Atika Soroti Kehadiran ASN

    Sidak, Atika Soroti Kehadiran ASN

    • calendar_month Rabu, 5 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa instansi di lingkungan Pemkab Madina, Rabu (5/1). Adapun instansi yang dikunjungi Wakil Bupati peraih dua rekor MURI ini adalah Dinas Pariwasata, Inspektorat, dan Dinas Perhubungan. Dalam sidak ini Atika menyoroti kehadiran ASN dan kebersihan lingkungan […]

  • IMAMI Malaysia: Selamat Pelantikan Sukhairi Atika

    IMAMI Malaysia: Selamat Pelantikan Sukhairi Atika

    • calendar_month Jumat, 23 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar
  • Mal Praktek di RSU Panyabungan Tewaskan Mahasiswi

    Mal Praktek di RSU Panyabungan Tewaskan Mahasiswi

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus dugaan mal praktek di RSU Panyabungan yang menewaskan seorang mahasiswi, kini mulai ditangani Komisi IV DPRD Mandailing Natal (Madina). Pertemuan di Komisi IV DPRD Madina berlangsung Kamis (2/1/2014) dipimpin Ketua Komisi Martua Nasution Lc dan Wakil Ketua Komisi, Hamzsah, pihak keluarga korban serta Direktur RSU Panyabungan Drg. Bidasari. Korban bernama […]

  • 10,46% kosmetik di Sumut tak aman

    10,46% kosmetik di Sumut tak aman

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Kaum wanita di Sumatera Utara diingatkan dalam menggunakan kosmetik. Pasalnya, kosmetik yang beredar di Sumut masih belum aman Dari hasil uji kosmetik tahun 2010 yang dilakukan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Sumut, sebanyak 10,46 persen kosmetik tidak memenuhi syarat kesehatan. Sebagian terbukti mengandung pewarna yang dilarang. Bahkan, masih ada yang mengandung […]

expand_less