Jumat, 13 Mar 2026
light_mode

Kombi, kompor anti meledak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 31 Jul 2011
  • print Cetak

Dewasa ini kebutuhan masyarakat akan teknologi terbaharukan semakin menguat, salahsatunya adalah teknologi kompor untuk memasak skala rumah tangga, dengan menggunakan bahan bakar terbaharukan yakni bahan bakar yang terbuat dari kegiatan fermentasi, salahsatunya adalah alkohol atau disebut juga bioetanol. Bahan bakunya mulai dari limbah, tetes tebu, hingga singkong. Untuk itulah maka dibutuhkan alat pembakar atau burner pada kompor yang mampu membakar bioetanol tersebut dengan efisien dan sempurna.

Kompor bioetanol yang beredar saat ini biasanya menggunakan kompor sederhana yang penggunaannya bisa kita dapati pada usaha-usaha catering, dengan cara kerja yang hanya berbentuk cawan berisi alkohol / bioetanol dan langsung dibakar, sehingga nyalanya tidak bisa diperbesar atau diperkecil, bahkan untuk mematikannya kadang menunggu bahan bakar habis atau lubang bakarnya ditutup.

Yang lebih modern bisa juga kita beli produk impor yang menggunakan tekanan yang penggunaannya mirip lampu petromak.

kompor bioetanol yang ada di masyarakat :

a. 1. DIBAKAR LANGSUNG

Model seperti ini sering digunakan oleh pengusaha catering untuk memanaskan masakan yang sudah siap hidang, dilihat dari fungsinya maka panas yang dihasilkan kurang panas untuk bisa digunakan dalam kegiatan memasak.

Keluhan dari kompor ini adalah :

1. Kurang panas
2. Tidak bisa diatur besar kecilnya nyala api
3. Mematikan kompor kurang praktis, ditunggu hingga bahan bakar habis atau ditutup lubang bakarnya
4. Jika dinyalakan disarankan bahan bakar sampai habis total, karena jika tidak maka bahan bakar akan terkontaminasi dengan udara luar, sehingga penyalaan berikutnya akan sulit, dikarenakan kadar air pada bahan bakar semakin lama semakin tinggi.

b. 2. MENGGUNAKAN TEKANAN

Model seperti gambar diatas bagus untuk digunakan memasak sehari hari, akan tetapi pada penggunaannya dibutuhkan tekanan bahan bakar untuk menyalakannya, sehingga pada kompor tipe ini sering dilengkapi dengan pompa atau tempat bahan bakar yang khusus.

Keluhan dari kompor ini adalah :

1. Bahan bakar boros.
2. Harganya mahal.
3. Menggunakan tekanan, sehingga diperlukan tenaga untuk memompanya.
4. Pada saat digunakan tidak bisa sambil diisi tangki bahan bakarnya.
5. Berat, karena dibutuhkan bahan baku tangki bahan bakar yang tahan tekanan

Skema kompor bioetanol yang menggunakan tekanan :

1. Bahan bakar berupa cairan
2. Bahan bakar berupa uap
3. Saluran bahan bakar yang dilewatkan diatas nyala api
4. burner
sumber: Kombi

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mulai Surut

    Mulai Surut

    • calendar_month Minggu, 4 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Banjir yang melanda desa di Kab. Mandailing Natal, Sumatra Utara, hingga Ahad (4/11), terlihat sudah mulai surut. Banjir menerjang lima desa saat hujan deras turun mengguyur pada Sabtu (3/11) tengah malam. Kelima desa itu yaitu Gunung Manaon, Pagaran Tonga, Saba Jambu, dan Gunung Tua, Hutagodang Muda Kec. Siabu. Ketinggian banjir mencapai lutut orang dewasa. Tak […]

  • Polisi Temukan Ladang Ganja dari Helikopter

    Polisi Temukan Ladang Ganja dari Helikopter

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    10 Ribu Batang Ganja Dicabut dari Tor Sihite MADINA- Sedikitnya sepuluh ribu batang ganja dengan variasi usia dicabut dari tiga hektare lahan yang tersebar di pegunungan Tor Sihite, Madina, kemarin (12/1). Penemuan ini merupakan kali pertama sekaligus terbesar di awal Januari. Rencananya, polisi akan memberangus ladang ganja lainnya secara rutin selama dua bulan sekali. Sekitar […]

  • KPU Sumut Klarifikasi Pengaduan Seleksi Komisioner Kabupaten/Kota

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sumatera Utara mengklarifikasi pengaduan terkait dugaan kecurangan proses seleksi calon komisioner di kabupaten/kota. Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut Yulhasni di Medan, Rabu (16/10) mengatakan, berdasarkan pengaduan yang disampaikan, pihaknya meminta klarifikasi tersebut terhadap enam tim seleksi calon anggota KPU kabupaten/kota. Keenam tim seleksi yang dipanggil untuk […]

  • Asap Datang Lagi

    Asap Datang Lagi

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setelah sekitar sepekan hilang, kini asap kembali menyelimuti Panyabungan dan kawasan lain di Mandailing Natal. Pantauan di Panyabungan, Rabu (30/9), asap mulai menyelimuti langit sejak pagi, dan terus menebal hingga sore. “Padahal, dalam sepekan terakhir, asap ini telah hilang digerus oleh hujan yang turun,” kata Hollad Lubis kepada Mandailing Online di […]

  • Tak Lampirkan Print Out, Surat Lamaran CPNS Ditolak

    Tak Lampirkan Print Out, Surat Lamaran CPNS Ditolak

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA-; Seluruh pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), yang mengirimkan berkas lamaran tanpa melampirkan print out atau registerasi lewat internet, maka surat lamaran ditolak. “Tanpa print out itu berkas lamaran ditolak dan akan dikirim balasan surat lamarannya melalui Kantor Pos,” kata Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Madina, […]

  • Tak Satu Pun Petani Ganja di Madina Berhasil Ditangkap

    Tak Satu Pun Petani Ganja di Madina Berhasil Ditangkap

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Polres Mandailing Natal (Madina) memusnahkan 417 kilogram ganja di Halaman Mapolres Madina, Jalan Bhayangkara, Kelurahan Mompang, Kecamatan Panyabungan Utara, Jumat (20/01/2012) lalu. Tokoh Masyarakat Panyabungan H Ismail Hakim mengatakan rasa bangganya atas penemuan ladang ganja maupun narkoba dari parra tersangka. Namun ia merasa kecewa karena tidak satu orang pun petani ganja yang bisa ditangkap. (Beritasumut.com/Muhammad […]

expand_less