Minggu, 15 Mar 2026
light_mode

Kompak & Kopi Pahit Demo Kejatisu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
  • print Cetak


Usut Dugaan Mark Up di Sekretariat DPRD Psp
MEDAN;
Puluhan massa yang tergabung dalam Yayasan Kompak dan Komunitas Pinggiran Payung Hitam (Kopi Pahit) berunjuk rasa di depan gedung Kejaksaan Tinggi Sumut, Kamis (10/2). Mereka meminta Kajatisu Sution Usman Adji SH segera mengusut dugaan korupsi di Sekreteriat DPRD Kota Padangsidimpuan tahun anggaran 2010.
“Tindakan korupsi tersebut dilakukan dengan cara me-mark up (menggelembungkan, red) dana pengadaan genset, komputer, note book, printer, AC, rak buku dan pengadaan buku,” kata kordinator aksi Hendrawan Hasibuan dalam orasinya.
Dijelaskan Hendrawan, pengadaan genset max power type 8000 LDE yang harga pasarannya hanya sebesar Rp7 juta, namun harga tersebut digelembungkan menjadi Rp75 juta. Pengadaan komputer PC yang harganya Rp5 juta per unit menjadi Rp45 juta untuk tiga unit atau sekitar Rp15 juta per unitnya.
Kemudian pengadaan note book merk Levano Rp4,25 juta dibengkakan menjadi Rp175 juta untuk tujuh unit, pengadaan printer Rp600 ribu dibengkakan menjadi Rp30 juta untuk 12 unit, pengadaan AC type LG Rp2,75 juta dibengkakan menjadi Rp60 juta untuk 12 unit. Pengadaan rak buku sebesar Rp27,5 juta dan buku sebesar Rp30 juta tapi tidak dilaksanakan.
“Bahwa diduga pengadaan tersebut dilakukan oleh oknum anggota DPRD Psp berinisial KN dengan menggunakan perusahaan orang lain,” ujarnya.
Lebih lanjut Hendrawan mengatakan, atas perbuatan tersebut negara dirugikan ratusan juta rupiah. “Memang bila dibandingkan dengan kasus-kasus yang ditangani oleh Kejatisu, mungkin ini terlalu kecil. Tapi bagi masyarakat Padangsidimpuan ini sangat besar jumlahnya,” bebernya.
Oleh karena itu, massa berharap Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut (Kajatisu) agar segera mengungkap dugaan korupsi di Sekretariat DPRD Padangsidimpuan yang diduga melibatkan anggota DPRD Psp berinisial KN.
Sementara itu, staf Humas Kejatisu Andre Simbolon mengatakan, Kejatisu dalam menangani kasus dugaan korupsi di Sumut tidak tebang pilih.
“Asalkan ada laporan dari masyarakat tentang adanya dugaan korupsi, kita akan tindak lanjuti hingga proses ke pengadilan. Tapi, kita minta agar masyarakat memberikan bukti-bukti tentang dugaan korupsi yang mereka miliki, agar kita dapat melakukan penyidikan,” ujarnya.
Setelah mendengarkan jawaban dari staf humas Kejatisu, koordinator aksi Hendrawan Hasibuan langsung memberikan kepada pihak Kejatisu bukti-bukti dugaan korupsi di Sekretariat DPRD Psp.
Setelah memberikan bukti tersebut, para pengunjukrasa yang menggunakan payung berwarna hitam membubarkan diri dengan tertib.
Anggota DPRD Psp, KN yang dituding massa Yayasan Kompak dan Komunitas Pinggiran Payung Hitam saat dikonfirmasi METRO, Kamis (10/2) malam, enggan berkomentar. “Kalu soal itu, saya enggak mau berkomentar,” katanya singkat. (faisal/pmg)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jika Pemkab Mandul, Sengketa KP USU – PT ALN Akan ke KPK

    Jika Pemkab Mandul, Sengketa KP USU – PT ALN Akan ke KPK

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga Kecamatan Muara Batang Gadis akan mengadukan kasus izin lokasi perkebunan yang tumpang tindih ke KPK jika Pemkab Mandailing Natal tak mampu menuntaskannya. Ancaman itu dicuatkan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat MBG Bersatu, Selasa, (15/7/2014) terkait izin lokasi untuk PT ALN di atas tanah kadasteral KP USU di wilayah Kecamatan […]

  • Empat orang tewas longsor di Tapteng

    Empat orang tewas longsor di Tapteng

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat longsor di Desa Sibio Bio, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Sabtu sekitar pukul 01.00 WIB menelan empat korban tewas. “Sebanyak lima unit rumah di tebing tertimbun longsor. Empat orang tewas tertimbun longsor dan satu bayi berusia empat bulan belum ditemukan karena terbawa longsor dan arus sungai,” kata Kepala Pusat […]

  • Calon Wakil Bupati, Binsar Nasution Mendaftar di Partai Demokrat

    Calon Wakil Bupati, Binsar Nasution Mendaftar di Partai Demokrat

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – H. Binsar Nasution mendaftar di Partai Demokrat sebagai calon kepala daerah untuk Pilkada Madina 2020. Penyerahan formulir diterima oleh Sekretaris Tim Penjaringan DPC Partai Demokrat Madina, Mahyuddin Nasution, SH di sekretariat DPC Demokrat Madina, Panyabungan, Jum’at (31/1/2020). Pendaftaran Binsar Nasution ini menandai munculnnya kader Partai Demokrat yang akan maju […]

  • Jembatan Gantung Tak Kunjung Selesai Puluhan Tahun Warga Bulu Mario Gunakan Rakit

    Jembatan Gantung Tak Kunjung Selesai Puluhan Tahun Warga Bulu Mario Gunakan Rakit

    • calendar_month Jumat, 3 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan. Warga Desa Tor Banua Raja (Bulu Mario) dan Sopo Sorik, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) puluhan tahun masih menggunakan rakit untuk menyeberangi Sungai Batang Gadis menuju Jalan Lintas Sumatera dalam rangka melakukan aktivitas. Nur Asiyah Nasution (39), warga Desa Bulu Mario mengatakan, sebenarnya ada jembatan gantung pundasi beton dibangun. Namun sudah puluhan […]

  • Penambahan Mobil Pemadam Mutlak di Madina

    Penambahan Mobil Pemadam Mutlak di Madina

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kebakaran yang menghanguskan 8 rumah di Desa Ujung Marisi, Kotanopan, Rabu (3/6) menimbulkan reaksi dari Pemkab Mandailing Natal (Madina), Kamis (4/6). Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution menyatakan akan segera mencek kembali posisi pengajuan  permohonan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk penambahan mobil pemadam kebakaran di Madina. Bupati menambahkan bahwa penambahan […]

  • Perdagangan Orang Jadi Potret Buram, Aturan TPPO Mandul

    Perdagangan Orang Jadi Potret Buram, Aturan TPPO Mandul

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Saridah Aktivis Muslimah Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Sukabumi menyebutkan ada 11 warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan disekap di Myanmar. Ketua SBMI Sukabumi Jejen Nurjanah sebagaimana dilansir Antara edisi Rabu 11/9/024 di Sukabumi, awalnya mereka dijanjikan bekerja jadi tenaga admin/administrasi atau pelayan investasi berbentuk mata […]

expand_less