Sabtu, 14 Mar 2026
light_mode

Korban Pelecehan Seks di Timur Tengah, Puluhan Anak TKW Dibuang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
  • print Cetak


JAKARTA, Banyak tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja di Arab Saudi menjadi korban pelecehan atau kekerasan seksual, juga melakukan hubungan gelap dengan majikan. Mereka harus menanggung aib, mengandung anak hasil perbuatan haram. Saat mereka pulang ke Indonesia, TKW yang bermasalah itu menjadi kebingungan dengan anak yang dibawanya. Apalagi, ada dari mereka yang telah mempunyai suami di kampung halaman.
Sehingga mereka terpaksa mengambil jalan pintas dengan menyerahkan anak-anak tersebut kepada orang lain. Mereka tidak mau aibnya diketahui keluarga dan dipusingkan dengan status anak tersebut kalau sudah besar. Salah satu, orang yang telah menampung anak-anak dari TKW yang pulang dari Arab Saudi adalah Hj Herlina, 52. Istri dari H Cecep Iwan S, pensiunan pegawai DAMRI ini mengaku telah mengangkat 22 anak TKW menjadi anak angkatnya.
Hj Herlina menuturkan pertama kali mendapatkan anak dari TKW yang baru pulang dari Arab Saudi. Waktu itu, tengah menjaga kantin di tempat pemulangan TKW dan kedatangan seorang TKW yang baru pulang dari Arab Saudi. Dirinya setengah tidak percaya, saat perempuan itu mengatakan mau memberikan anaknya. Alasannya, anak tersebut kalau dibawa pulang akan menjadi masalah, karena dirinya sudah punya suami di kampung. Sehingga akan membuat aib bagi keluarga.
Awalnya sempat ragu untuk menerima, tetapi begitu melihat anak yang tidak berdosa perasaannya menjadi iba dan trenyuh. “Sebagai seorang ibu rasanya tidak tega, melihat anak yang masih kecil dan tidak tahu apa-apa harus ditelantarkan. Sehingga saya mau menerima anak itu dan diasuh seperti anak sendiri dan dijadikan anak angkat. Anak-anak itu di akte kelahiran tertulis sebagai anak saya,” jelas ibu lima anak ini.
22 ANAK
Sejak itu, Hj Herlinapun tergerak hatinya dan berketetapan menampung anak-anak dari TKW yang pulang dari kawasan Timur Tengah yang bermasalah. Hingga saat ini, ada 22 anak yang menjadi anak angkatnya dan diasuh seperti anaknya sendiri. Sebanyak 10 balita anak ditempatkan di rumahnya di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, dan 12 anak ada di Cirebon. Anak yang diasuhnya itu ada yang berumur 40 hari atau masih orok hingga sudah 13 tahun. “Mereka sudah saya anggap anak sendiri, kalaupun ada yang mau adopsi tidak akan saya kasih. Biar saya mengasuh dan mendidiknya sehingga menjadi anak yang berguna bagi agama, bangsa dan negara,” ujarnya.
Keseriusan nenek dari empat cucu untuk mengasuh anak-anak angkatnya tersebut, dibuktikan dengan adanya 12 pembantu yang mengasuh mereka di rumahnya. Dimana satu anak diasuh satu pembantu, sedangkan kalau mulai besar satu pembantu mengasuh dua anak. Mereka juga disekolahkan dan diajarkan mengaji dengan memanggil guru ngaji ke rumahnya. Termasuk juga di-pangilkan guru les untuk memberi pelajaran tambahan. Sehingga anak-anak angkatnya mendapatkan bekal pengetahuan agama dan pendidikan.
BIAYAI SENDIRI
Diakuinya, biaya untuk mengasuh anak-anak angkat itu sangat besar, tetapi Herlina tetap tidak mau menerima sumbangan dari pihak lain. Bahkan pernah pihak Departemen Sosial akan membantu, namun ditolaknya. Dia berkeyakinan Yang Maha Kuasa akan memberikan rezeki banyak sehingga bisa membiayai anak-anak angkatnya hingga besar nanti.
Suami dan anak-anak saya tidak ada yang keberatan, mereka sangat mendukung dan menganggap anak-anak itu sebagai anak sendiri dan saudara,” katanya.
Dia hanya berharap agar, usaha membuka kantin di tempat pemulangan TKW di Bandara Soekarno Hatta terus berjalan. Sehingga hasilnya bisa untuk membiayai anak-anak angkatnya yang masih membutuhkan biaya besar.
TAK DIJENGUK
Puluhan TKW yang telah membuang anak tersebut tak pernah sekalipun menengok darah dagingnya sendiri. “Ya saya tidak tahu kenapa mereka tidak pernah nengokin atau jenguk anak sendiri,” ujar Herlina.(PK/x)
Sumber : Sib

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Madina Rampungkan 2.300 Ha Oplah Rawa

    Madina Rampungkan 2.300 Ha Oplah Rawa

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Optimalisasi Lahan (Oplah) Rawa di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut seluas 2.300 hektar sudah rampung. Oplah tersebut termasuk dalam strategi mencapai swasembada pangan di Indonesia. Kepala Dinas Pertanian Madina Siar Nasution, SP mengatakan seluas 2.300 Hektare lahan masyarakat di dua kecamatan di Madina sudah dilakukan pematangan. Lokasinya yakni di Kecamatan Siabu […]

  • B A B I A T (Episode 2)

    B A B I A T (Episode 2)

    • calendar_month Jumat, 15 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Karya: Halak Kotanopan Sesampai di desa terdekat, sang suami menghentikan motor mereka di depan warung kopi pertama yang mereka temukan. Sang istri turun dan langsung jatuh pingsan di pinggir jalan. Sang suami tidak punya kekuatan lagi untuk membantu istrinya. Dia hanya sanggup mendekati istrinya sebelum terjatuh lunglai. Tidak urung kejadian ini membuat orang orang di […]

  • Sudah 3 Orang Dirawat Sejak Rabu di RSU Panyabungan

    Sudah 3 Orang Dirawat Sejak Rabu di RSU Panyabungan

    • calendar_month Sabtu, 13 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejak Rabu (10/2/2021) sudah tiga orang warga Desa Sibanggor Julu dirawat RSU Panyabungan Ketiganya adalah Linda Sari berusia 35 tahun; Arfan Tanjung 38 tahun; Khaidar 38 tahun. Linda Sari dilarikan ke RSU Panyabungan sekira pukul 21.00 Wib, Jum’at (12/2/2021). Sedangkan Arfan dan Kaidar dibawa ke RSU Panyabungan pada Rabu (10/2/2021). Gejala […]

  • Sorikmas Mining Akan Menyedot 2000 Tenaga Kerja

    Sorikmas Mining Akan Menyedot 2000 Tenaga Kerja

    • calendar_month Rabu, 31 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PT. Sorikmas Mining tak lama lagi akan membutuhkan sebanyak sekitar 2.000 tenaga kerja. Kebutuhan terhadap tenaga kerja itu bila mana tahapan kegiatan memasuki tahap kontruksi. Tahap konstruksi itu berjalan jika pemerintah pusat sudah mengeluarkan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH). Pihak manajemen PT. Sorukmas Mining sejauh ini berkomitmen bahwa 70 persen tenaga […]

  • Organisasi Jaringan Pemenangan AMIN Terus Menggeliat di Sumut

    Organisasi Jaringan Pemenangan AMIN Terus Menggeliat di Sumut

    • calendar_month Kamis, 11 Jan 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MEDAN ( Mandailing Online ) Organisasi jaringan pemenangan Anies Rasyid Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), yakni MU Perubahan, terus menggeliat di Sumatera Utara (Sumut). Ini ditandai dengan terbentuknya Koordinator Daerah (Korda) MU Perubahan Kabupaten Mandailing Natal (Madina). “Ya, kita sudah terbitkan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan MU Perubahan Korda Kabupaten Madina,” jelas Ketua MU Perubahan Koordinator Wilayah (Korwil) […]

  • KPK segera kirim rekomendasi pemecatan ke Kemendagri

    KPK segera kirim rekomendasi pemecatan ke Kemendagri

    • calendar_month Senin, 22 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengirimkan surat rekomendasi pemberhentian tersangka Hidayat Batubara sebagai Bupati Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Juru Bicara KPK Johan Budi SP menyatakan, rekomendasi itu diberikan sebagai bagian kelanjutan dari langkah KPK. Dia menuturkan, rekomendasi tersangka kasus dugaan suap pengurusan alokasi Dana Bantuan Daerah (DBD) dari Provinsi […]

expand_less