Senin, 16 Mar 2026
light_mode

Lahirnya Generasi Stres

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
  • print Cetak


MEDAN :Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengatakan, ketidaktahuan orang tua dalam

mendidik anak sering menyebabkan lahirnya “generasi stres”.

“Karena melupakan hak anak, tanpa sadar kita melahirkan `generasi stres`,” katanya dalam seminar “Anakku Masa

Depanku” yang diselenggarakan Blessing Community dan Dinas Pendidikan Kota Medan di di Medan, Sabtu 27 November

2010.

Sebenarnya, kata dia, mendidik anak tidak terlalu sulit jika memahami cara yang baik baik dan menyadari bahwa

keturunan merupakan amanah dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Namun sayangnya, sebagian orang tua jusru menunjukkan perasaan sayang dengan cara yang kurang tepat, sehingga

kontraproduktif dan menimbulkan akibat yang kurang baik bagi perkembangan anak.

Ia mencontohkan kewajiban anak untuk belajar tetapi tidak diimbangi porsi waktu bermain yang sesuai, sehingga

menyebabkan anak menjadi jenuh dan stress dengan kondisi yang ada.

“Di sekolah dituntut belajar, lalu ditanyai PR (pekerjaan rumah). Di rumah juga ditanyai PR lagi, akhirnya mereka

stres,” katanya.

Arist Merdeka mengatakan, dalam UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak (PA) setidaknya ada empat hak anak yang harus

diperhatikan agar generasi penerus dapat berkembangan sesuai dengan yang diharapkan.

Hak pertama adalah hak hidup dengan mendapatkan identitas yang jelas, kebebasan beribadah sesuai dengan agama yang

dianut, mendapatkan layanan kesehatan yang baik dan memiliki status kewarganegaraan.

Untuk merealisasikan hak itu, setiap anak harus dididik dan dilayani dengan benar serta diberikan akta kelahiran

agar mudah mendapatkan berbagai layanan dalam ketatanegaraan.

“Karena itu, pemerintah harus memudahkan setiap pengurusan akta kelahiran anak, bahkan harus gratis. Kalau tidak,

berarti melanggar HAM anak,” katanya.

Kemudian, hak bertumbuh kembang dengan baik dengan memiliki pembagian waktu yang sesuai antara belajar, istirahat,

bermain dan bergaul dengan manusia di sekelilingnya.

“Anak yang tidak diberi waktu untuk bermain juga pelanggaran HAM,” kata Arist Merdeka Sirait.

Selain itu, kata dia, untuk menciptkan generasi yang bermental sehat, seorang anak harus memiliki hak partisipasi,

baik untuk menyampaikan saran mau pun diperhatikan pendapatnya.

“Jangan mentang-mentang masih kecil, seorang anak tidak dihargai pendapatnya. Itu dapat membuatnya stres,” katanya.

Sedangkan hak terakhir adalah mendapatkan perlindungan seluas-luasnya dari berbagai kegiatan yang dapat mengganggu

perkembangan anak seperti eksploitasi untuk kepentingan ekonomi dan seksual, penelantaran serta tindak kekerasan

dan penganiyaan.

Sementara itu, Pimpinan Blessing Community Rajamin Sirait mengatakan, pendidikan anak sangat dibutuhkan bagi

kalangan orang tua karena anak merupakan harapan di masa tua.

“Anak adalah `investasi` untuk masa depan,” katanya.

Menurut Rajamin, cukup banyak orang tua yang kurang menyadari bahwa anak adalah “harta” yang sangat berharga dan

harus dibina sejak dini agar menjadi generasi penerus yang mampu memenuhi harapan.

Hal itu dapat dilihat dari banyaknya kejadian yang cukup membuat prihatian mulai dari kekerasan dan penganiyaan

terhadap anak, pelecehan seksual hingga eksploitasi dalam ekonomi seperti diikutsertakan mengemis di jalanan.

Padahal sebagai generasi penerus, anak harus mendapatkan hak yang baik, khususnya pendidikan. “Bahkan, seorang anak

harus sudah mendapatkan pendidikan yang baik mulai dari dalam kandungan,” kata Ketua Pemuda Mitra Kamtibmas (PMK)

Sumut tersebut.

Ia mengatakan, pendidikan dan perlakuan yang baik harus diberikan kepada semua anak sejak dini, tanpa melihat

golongan dan status sosial kemasyarakatan.

Jika tidak, maka anak tersebut diperkirakan akan menjadi generasi yang tidak dapat memenuhi harapan orang tua.

“Kalau tidak dididik, 15 hingga 20 tahun lagi dia akan menjadi masalah,” kata Rajamin Sirait.

Pemberian pendidikan secara merata itu juga perlu dilakukan karena kerusakan generasi muda tidak melihat golongan

dan status sosial kemasyarakatan.

“Jangan kira anak orang kaya tidak banyak yang bermasalah. Kurangnya pendidikan juga menimbulkan masalah bagi

mereka, tetapi kurang kelihatan karena berlimpah materi,” kata Rajamin.(an)
Sumber : Eksposnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • KKN di Sumbar, Mahasiswa STAIN Madina Dilibatkan Musdes

    KKN di Sumbar, Mahasiswa STAIN Madina Dilibatkan Musdes

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Kuliah Kerja Nyata kelompok 19 dari Mahasiswa STAIN Madina saat dilibatkan Musdes di Desa Lubuk Gadang, Kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat ( fikri)SUMBAR -Mandailing Online : ada sejumlah program yang ditawarkan kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 19 dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Madina saat dilibatkan langsung dalam Musyawarah Desa Lubuk […]

  • Bupati Tapteng mangkir di KPK

    Bupati Tapteng mangkir di KPK

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Bupati Tapanuli Tengah, Sumut, Raja Bonaran Situmeang, mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (30/12). Mantan pengacara terpidana kasus percobaan suap pada pimpinan KPK, Anggodo Widjojo ini sedianya menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan suap penanganan sengketa Pemilihan Kepala Daerah di Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mantan Ketua MK, Akil Mochtar. “Yang bersangkutan […]

  • Menang di Pilkada Madina, Desa Mandiri jadi Prioritas Harun Mustafa Nasution

    Menang di Pilkada Madina, Desa Mandiri jadi Prioritas Harun Mustafa Nasution

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online) : Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) tahun 2024 sudah semakin dekat. Ada dua Pasangan calon yang akan bertarung memperebutkan suara pemilih. pasangan nomor urut 1 adalah Harun Mustafa Nasution dan Ichwan Husein Nasution dan Pasangan nomor urut 2 Saifullah Nasution dan Atika Azmi Utammi Nasution. Menyinggung kebijakan […]

  • Peresmian transaksi uang kartal antar bank (tukab) di wilayah Sumatera Utara dan Aceh  tahap pertama di Indonesia

    Peresmian transaksi uang kartal antar bank (tukab) di wilayah Sumatera Utara dan Aceh tahap pertama di Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pada hari Rabu tanggal 8 Februari 2012 bertempat di Kantor Koordinator Bank Indonesia Sumatera Utara dan Aceh, telah dilakukan peresmian kegiatan Transaksi Uang Kartal Antar Bank (TUKAB) tahap pertama di Indonesia oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Bapak Ronald Waas. Peresmian transaksi perdana ini merupakan yang pertama kalinya di Indonesia sekaligus sebagai proyek rintisan yang jika […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 28)

    MARSIDAO-DAO (episode 28)

    • calendar_month Kamis, 9 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Kuhur-kuhur Si Siti i dapur, marsiuman-umanan dohot sora ni tarahim i masojid. Mardahan manggule i marayak kotu Subuh, ima nangkan na giot kehe marsidao-dao. Dung sumbayang Subuh, ipalalusa mangan i dapur i sada-sadasa. Pinomparna na modom dope mungkor marsitune-tunean. Marayak mangalao tingon bagas i, ingotisa Si Poso i pantar […]

  • Indeks Integritas Ujian Nasional,  Paluta, Tapsel dan Madina Terendah

    Indeks Integritas Ujian Nasional, Paluta, Tapsel dan Madina Terendah

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Meski hasil ujian nasional (UN) tingkat SMA sederajat 2015 telah diumumkan pada Jumat (15/5) lalu, hingga kini Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara belum menerima laporan dari kabupaten/kota mengenai data dan persentase kelulusan. “Kita belum menerima laporan dari dinas pendidikan kabupaten/kota tentang persentase kelulusan di daerah,” beber Koordinator UN Sumut August Sinaga, Rabu (20/5). […]

expand_less