Jumat, 20 Mar 2026
light_mode

LSM kritisi ratifikasi perjanjian kabut asap

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Jumat, 19 Sep 2014
  • print Cetak

Para pegiat lingkungan menuntut Indonesia menindaklanjuti ratifikasi perjanjian rencana kawasan ASEAN tentang kabut asap dengan bersikap lebih tegas terhadap pihak yang menyebabkan kebakaran hutan.

LSM Greenpeace mengatakan, walaupun pihaknya menyambut baik keputusan pemerintah Indonesia itu, pihaknya khawatir kesepakatan ini tidak berdampak banyak apabila tidak ditindaklanjuti dalam upayakongkrit.

“Meratifikasi perjanjian asap lintas batas ini,akan menjadi kecil manfaatnya, kalau tidak diikat, kalau tidak ditindaklanjuti dengan komitmen perlindungan hutan dan gambut yang kuat juga dari pemerintah,” kata juru kampanye hutan LSM Greenpeace, Teguh Surya kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Rabu (17/09) sore.

Selasa (16/09) kemarin, DPR dan Pemerintah Indonesia meratifikasi perjanjian rencana kawasan ASEAN untuk mengatasi kabut asap akibat pembakaran hutan dan lahan, setelah tertunda lebih dari 10 tahun.

Dengan meratifikasi perjanjian ini, Pemerintah Indonesia harus memperkuat kebijakan kebakaran hutan dan asap.

“Pentingnya bahwa Pemerintah Indonesia didorong untuk lebih care(peduli) pada persoalan-persoalan lingkungan itu,” kata anggota DPR Totok Darmawan, yang terlibat langsung dalam proses ratifikasi perjanjian ini, kepada BBC Indonesia.

Indonesia, lanjutnya, juga harus aktif terlibat dalam proses pengambilan keputusan bersama negara-negara di wilayah ASEAN tentang masalah kabut asap.

“Makanya, kita sekarang harus siap,” kata Totok.

kabut asap2

‘Kami sudah imun’

Sementara itu, warga kota Pekan Baru, Provinsi Riau, mengaku sudah sejak tiga hari belakangan kembali “terganggu” akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatra.

“Sudah kita hari ini gelap banget, dan sangat terasa kita menghirup udara seperti itu,” kata Nur Azlina, yang berprofesi sebagai dosen, kepada BBC Indonesia.

Dia terkadang mengaku frustasi terhadap persoalan kabut asap. “Karena saya sudah mengalami sejak zaman kuliah pada tahun 1997,” ungkapnya.

Adapun Zulmansyah, warga kota Pekan Baru lainnya mengatakan, dirinya sudah merasa “terbiasa” dengan kabut asap yang belakangan sering terjadi.

“Kayaknya kita ini sudah imun,” katanya dengan tawa getir. “Karena sudah mengalaminya berkali-kali.”

Walaupun merasa terbiasa dengan kabut asap, warga Pekan Baru bernama Zulfahmi berkata: “Walaupun tidak ada tanggapan langsung dari pemerintah, namun kami tidak bosan untuk mengkritik.”

kabut asap3

Tidak sehat

Kabut Asap menyesakkan dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia seringkali menyebar ke negara-negara tetangga, sehingga menimbulkan kemarahan di Malaysia dan Singapura.

Berbagai usaha di masa lalu untuk mengontrol asap tidak terlalu membawa pengaruh positif, kata pegiat lingkungan.

Hal ini ditandai kabut asap terjadi semakin sering dan parah dalam beberapa tahun terakhir.

Hari Senin lalu, polusi udara Singapura meningkat ke tingkat tidak sehat, sementara pemerintah Indonesia gagal dianggap mengendalikan kebakaran di hutan tropis Sumatra.

kabut asap 4

Sumber : BBC

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jembatan Batang Batahan Rawan Kecelakaan

    Jembatan Batang Batahan Rawan Kecelakaan

    • calendar_month Rabu, 2 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 7Komentar

    BATAHAN (Mandailing Online) – lantai jembatan Batang Batahan menghubungkan Kecamatan Sinunukan dengan Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sudah rapuh menyebabkan situasinya rawan kecelakaan. Dedi Saputra seorang sopir truk kepada wartawan Rabu (2/10/2013) mengungkapkan setiap melewati jembatan itu karnet harus turun mengarahkan agar jangan sampai ban mobil terperosok. “Lantai jembatan sudah mulai berlobang. Satu orang […]

  • Makna Kemerdekaan dari Kacamata Seorang Guru

    Makna Kemerdekaan dari Kacamata Seorang Guru

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Muttaqin Kholis Ali Guru Informatika SMA Negeri 1 Tambangan, Mandailing Natal Kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi juga tentang bagaimana kita mengisi kemerdekaan itu dengan hal-hal yang bermakna. Di tengah hingar-bingar perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, sering kali kita lupa bahwa salah satu pilar utama kemerdekaan adalah pendidikan. Sayangnya, ketika kita […]

  • As Imran Khaitamy: Seyogianya Pimpinan Menskors Rapat Sejak Awal

    As Imran Khaitamy: Seyogianya Pimpinan Menskors Rapat Sejak Awal

    • calendar_month Rabu, 9 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mantan Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) As Imran Khaitamy menilai seharusnya pimpinan sidang paripurna Ranperda RPJMD yang batal terlaksana karena tidak kuorum menskors rapat sejak awal atau pada kesempatan pertama. Hal itu ia sampaikan ketika diminta keterangan terkait kejadian tak biasa di ruang sidang paripurna DPRD, Rabu (9/2). “Seyogianya, pimpinan menskors […]

  • Ketua Pansus DPRD Madina Tekan Wartawan Portibi

    Ketua Pansus DPRD Madina Tekan Wartawan Portibi

    • calendar_month Selasa, 11 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Wartawan Harian Portibi DNP, terbitan Medan, Maradotang Pulungan mendapat tekanan dari Ketua Pansus Palmaris DPRD Mandailing Natal (Madina) Bakhri Efendi Hasibuan, Senin (10/9). Tekanan ini diduga akibat berita yang dilansir Harian Portibi pada edisi pekan lalu tentang pernyataan warga Kecamatan Batahan yang menuduh DPRD Madina penghianat. Tuduhan warga Batahan ini terkait mandegnya […]

  • Nelayan Madina Takut Melaut akibat Cuaca Ekstrem

    Nelayan Madina Takut Melaut akibat Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan Mandailing Natal (Madina) dalam beberapa hari ini membuat sejumlah nelayan di kabupaten itu takut melaut. Beberapa petani juga bingung untuk menaman padi karena hujan deras terus mengguyur. Warga Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Jasmudin Siregar, kepada MedanBisnis, Rabu (3/11), mengatakan, akibat masih tingginya curah hujan dan disertai […]

  • Dodi Martua: Pemerintah Tidak Konsisten Soal SK 44

    Dodi Martua: Pemerintah Tidak Konsisten Soal SK 44

    • calendar_month Selasa, 31 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Panyabungan (MO)- Pemerintah dinilai tidak konsisten terhadap SK Menhut Nomor 44 Tahun 2005 tentang penunjukan kawasan hutan di Sumut. Ketidakkonsistenan itu diduga akibat amburadulnya proses kelahiran SK 44 tersebut. Hal itu diungkapkan anggota DPRD Mandailing Natal (Madina), Dodi Martua kepada Mandailing Online di gedung DPRD Mandina, kemarin. Salah satu bukti tidak konsistennya pemerintah […]

expand_less