Jumat, 13 Mar 2026
light_mode

Lubuk Larangan : Pecandu Hingga Pembeli (2)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 25 Jun 2019
  • print Cetak

Lubuk Larangan Laru Lombang. (foto : Yaser Lubis)

 

Catatan : Dahlan Batubara

 

Para pecandu Lubuk Larangan juga terdapat 2 variasi motivasinya. Motif pertama : ikan yang ditangkap hanya untuk konsumsi keluarganya semata alias tak dijual. Motif kedua : sebagian ikan untuk konsumsi keluarga, sebagian untuk dijual.

Harga tiket dua variasi. Untuk orang luar desa lebih mahal dibanding penduduk desa setempat.

Di Lubuk Larangan Desa Gunung Tua Julu, misalnya, untuk orang luar desa biasanya dipatok Rp.50.000 per tiket. Untuk penduduk desa setempat Rp.25.000.

Variasi harga tiket juga berbeda antara Lubuk Larangan di satu desa dengan Lubuk Laragan desa lain.

Ada yang mematok tiket seharga Rp.60.000, ada yang Rp. 50.000 hingga ada yang Rp. 30.000. Tergantung potensi ikan di masing-masing aliran sungai.

Yang ikannya selalu lumayan banyak, panitia berani mematok 60.000 per tiket.

Tetapi potensi ikan sering juga berpluktuasi. Bisa-bisa tahun lalu ikannya melimpah, tahun ini justru sedikit. Pluktuasi itu tak mempengaruhi harga tiket. Karena secara umum, melimpah tidaknya potensi ikan akan diketahui saat panen berlangsung.

Lubuk Larangan banyak ditemukan di Mandailing Godang hingga Mandailing Julu, termasuk Batang Natal.

Di Mandailing Godang sebut saja : Laru Lombang, Tambangen Jae, Lumban Pasir, Gunung Baringin, Parmompang, Padang Laru, Salambue, Pidoli Dolok, Pidoli Lombang, Sipapaga, Lubuk Sibegu, Aek Galoga/Vinago, Barbaran, Hutatonga, Longat, Gunungtua Julu, Gunungtua Lumban Pasir, Gunungtua Tonga, Hutasiantar.

Mandailing Julu lebih banyak, mulai dari Kotanopan Ulupungkut hingga Muara Sipongi, diantaranya : Singegu, Hutabaringin, Simangambat, Tamiang, Usor Tolang, Hutapungkut Jae, Hutapungkut Julu, (dan lain-lain, saya lupa nama-nama desanya).

 

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk, anak dan luar ruangan

Peserta memperlihatkan hasil tangkapan di Lubuk Larangan Laru Lombang, Kecamatan Tambangan, Madina

 

Aliran sungai yang dijadikan lubuk larangan, mulai dari Sungai Batang Gadis, Batang Natal, Aek Pohon, Rantopuran, Aek Sarir, Aek Mata, Batang Pungkut dan lain-lain.

Ada juga yang memanfaatkan saluran irigasi Batang Gadis sebagi titik Lubuk Larangan. Misalnya Gunungtua Iparbondar dan Panyabungan III (atau panyabungan II? Saya lupa).

Di dua lubuk larangan ini peserta bukan menjala, tetapi mandehe (menangkap ikan dengan tangan). Panitia menaruh bibit ikan mas sebagai komoditasnya. Ada juga ikan nila dan lele jumbo yang mebiak sendiri.

Di Barbaran juga ikan mas dan nila. Peserta hanya boleh mandehe dan mandurung. Jumlah ikannya jarang berpluktuasi. Selalu banyak. Cobalah datang ke Barbaran saat membuka (panen) Lubuk Larangan. Anda akan melihat banyak peserta yang sumringah membawa ikan nila besar-besar sebanyak karung raskin.  (bersambung)

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bimtek Desa di Luar Daerah Mubazir

    Bimtek Desa di Luar Daerah Mubazir

    • calendar_month Jumat, 21 Jun 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : DPRD Mandailing Natal (Madina) mendesak agar pelaksanaan Bimtek aparat desa dilakukan di Madina. Sebab, jika di luar daerah seperti Medan, hanya akan memperbanyak dana keluar alias banyak menguras dana mubazir. Itu dikatakan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Madina, Suhandi Lubis menjawab wartawan di gedung dewan terkait hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) […]

  • 177 Pejabat Eselon II, III dan IV Dilantik

    177 Pejabat Eselon II, III dan IV Dilantik

    • calendar_month Rabu, 18 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Meski tergolong terlambant dibanding sejumlah kabupaten/kota di Sumut, bupati Mandailing Natal (Madina) akhirnya melantik pejabat eselon III dan II serta pengukuhan 4 pejabat eselon II. Pelantikan ini memenuhi Peraturan Pemerintah Nomor (PP) 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah. Pelantikan berlangsung di aula kantor bupati Madina, Rabu (18/1) oleh Wakil Bupati Madina, […]

  • Budidaya Jamur di Tapsel Menjanjikan

    Budidaya Jamur di Tapsel Menjanjikan

    • calendar_month Senin, 28 Des 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      Tapsel – Usaha budidaya jamur tiram memang sangat menjanjikan. Dilihat dari finansial usaha ini layak untuk dikembangkan sebagai usaha home industri yang dapat menopang ekonomi keluarga. Sudarto (37) warga lingkungan II Kelurahan Sigalangan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) ini misalnya telah memulai atau merintis budidaya jamur tiram di rumahnya sendiri. Awalnya hanya coba-coba ternyata bisa. […]

  • Karyawati BRI Mati Dibunuh

    Karyawati BRI Mati Dibunuh

    • calendar_month Minggu, 7 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Karyawati Bank BRI Syariah Medan, Wahyuni Simangunsong (26), ditemukan tewas dalam kondisi tangan terikat, mulut dilakban di Pangururan, Kabupaten Samosir, Selasa (02/08/2011). Jenazahnya sempat dikirim ke Rumah Sakit Umum (RSU) Djasamen Saragih, Pematang Siantar, dalam status tidak dikenali atau Mrs X. Menurut adik kandung korban, Ridho, jenazah korban akhirnya dikenali pihak keluarga setelah foto […]

  • Akri “Patrio” dan Henky Tornado Jadi Kandidat Wakil Bupati Bogor

    Akri “Patrio” dan Henky Tornado Jadi Kandidat Wakil Bupati Bogor

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bogor, (Mandailingonline) – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada 8 September 2013 mendatang, dua artis ibu kota turut meramaikan bursa calon Bupati dan calon Wakil Bupati Bogor. Mereka adalah Muhammad Akri Falak atau yang akrab disapa Akri Patrio dan Henky Tornando. Mereka masing-masing direkrut birokrat setempat untuk bersaing sebagai kandidat wakil […]

  • Fahrizal Efendi dan Upaya Pengembangan Pesantren Abinnur Al-Islami

    Fahrizal Efendi dan Upaya Pengembangan Pesantren Abinnur Al-Islami

    • calendar_month Minggu, 6 Mar 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami merupakan asset penting bagi umat muslim di Mandailing Natal. Asset penting karena pesantren ini sejak berdiri pada tahun 2006 telah fokus untuk melahirkan santri-santri hafizul Qur’an. Pesantren yang berlokasi di Kelurahan Mompang Jae, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara ini juga fokus dalam kitab klasik, yakni kitab […]

expand_less