Jumat, 20 Mar 2026
light_mode

M. YUNAN NASUTION, Perintis Kemerdekaan Asal Botung

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 17 Agt 2018
  • print Cetak

 

Catatan: Askolani Nasution

 

Puluhan tahun foto close-up beliau ada di lemari kami. Beliau Amantua kami. Karena itu banyak kisah-kisah beliau yang saya dengar. Dan namanya ada di Tugu Perintis Kemerdekaan Kotanopan. Suka berjas, berpeci miring. Kalau berbicara tidak tampak kesan “tajam” sebagaimana tulisan-tulisannya.

Beliau lahir di Botung, Kotanopan, tanggal 22 Nopember 1913. Wafat di Jakarta tanggal 29 November 1996. Lulus perguruan Sumatera Thawalib, Bukit Tinggi.

Beliau jurnalis penting di Hindia Belanda masa kolonial, selain Adam Malik, Parada Harahap, dan lain-lain. Bersama Buya Hamka, beliau redaktur majalah “Pedoman Masyarakat” sejak tahun sejak 1936. Juga memimpin majalah “Panji Islam”, dan lain-lain. Tulisannya tajam.

Di masa awal berdirinya Partai Masyumi, Yunan Nasution terpilih menjadi Sekretaris Jenderal tahun 1956, ketua umumnya Mohammad Natsir, seorang yang dianggap politisi Islam terpenting sejak masa kolonial hingga masa Orde Lama. Bersama Prawoto Mangkusasmito, Muhamad Roem, Muchtar Lubis, dan lain-lain, Yunan Nasution dipenjarakan Soekarno karena perbedaan konsep politik. Bersama mereka juga beliau bergabung dengan PRRI.

Karirnya dimulai semasa muda. Mula-mula masuk gerakan kepanduan SIAP (Sarekat Islam Afdeling Pandu) di Bukit Tinggi. Tahun 1932 Ketua Pemuda Muslimin Indonesia Bukit Tinggi dan Anggota Pusat Pemuda Muslimin serta mendirikan koran “Biro Himalaya” di Bukit Tinggi. Tahun 1933, dua kali masuk penjara di Bukit Tinggi. Setelah bebas, beliau tidak diperbolehkan tinggal di Sumatera Barat, akhirnya pindah ke Medan. Bersama A Wahid Erdan, H. Majid Abdullah, mereka mendirikan Majalah “Soeloeh Islam” di Medan. Selanjutnya bersama Buya Hamka memimpin mingguan “Pedoman Masyarakat” selama 7 tahun.

Masa Jepang mulai terjun dalam pergerakan Muhammadiyah, awalnya terpilih sebagai Ketua Muhammadiyah Medan. Pada awal Revolusi terpilih sebagi Konsul Muhammadiyah Sumatera Timur. Tahun 1943 bersama Buya Hamka menerbitkan Majalah Semangat Islam di Medan. Bersama A Wahab Siregar, M. Saleh Umar dan Udin Sr mendirikan Harian “Mimbar Umum” di Medan. Tahun 1945 terpilih sebagai Ketua Masyumi Sumatera Timur. Awal Revolusi beliau menjadi anggota DPR Sumatera Timur, kemudian Sumatera Utara, Anggota Dewan Pemerintahan pada Keresidenan Sumatera Timur dan Prov. Sumatera Utara.Menjadi anggota KNI Pusat mewakili Sum. Utara.

Tahun 1948 menerbitkan harian “Islam Berjuang” bersama H. Mahals, juga Perintis Kemerdekaan. Tahun 1949 dipilih menjadi Anggota Perwakilan RIS, mewakili daerah Republik dari Sumatera. Tahun 1950 menjadi Anggota DPR Kesatuan dan pindah ke Jakarta menjadi Ketua Masyumi Jakarta Raya. Tahun 1950, bersama Alm. Z.A. Ahmad Suardi Tasrif mendirikan Harian “Abadi”, membawakan suara perjuangan Partai Masyumi. Tahun 1956 menjadi Anggota DPR mewakili Daerah Pemilihan Jakarta Raya. Tahun 1956 dan 1959 terpilih menjadi Sekjen Masyumi, sampai Masyumi dibubarkan tahun 1960. Tahun 1960 Harian “Abadi” dilarang terbit, terbit kembali tahun 1970. Januari 1962 beliau ditahan oleh Rezim Soekarno selama 4 tahun 4 bulan, bersama-sama Alm. Prawoto, Alm. Pak Roem disusul Alm Pak Isa Anshari, Alm. Sumarsono,, Muttaqin, St. Syahrir, Anak Agung Gde Agung, Mokhtar Lubis, Subadio Sostrosatomo. Pada saat yang sama ditahan pula Pak Natsir, Syafruddin Prawiranegara, Burhanudin Harahap. Setelah keluar dari penjara aktif dalam kegiatan da’wah, sebagai Ketua Dewan Da’wah Jakarta Raya merangkap sebagai Wakil Ketua Dewan Da’wah Pusat.

Yunan Nasution pernah terpilih menjadi Ketua umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Jakarta Raya. Disamping itu beliau juga menjabat anggota Pimpinan Pusat Dewan Da’wah Indonesia.***

 

Askolani Nasution adalah budayawan, sutradara film Mandailing

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Mutu Perawat, PPNI Madina Gelar Ukomnas Retaker

    Tingkatkan Mutu Perawat, PPNI Madina Gelar Ukomnas Retaker

    • calendar_month Minggu, 9 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam rangka meningkatkan keahlian, keterampilan, jaminan keselamatan pasien, keselamatan tenaga kesehatan, dan peningkatan mutu pelayanan perawat, Persatuan, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar Uji Kompetensi Nasional (Ukomnas) Khusus Perawat. Demikian disampaikan Ketua PPNI Madina, H. Ilman, A.MK saat meninjau pelaksanaan ujian tersebut di laboratorium komputer SMA N […]

  • Nazar Sebut Anas Terlibat Belasan Proyek

    Nazar Sebut Anas Terlibat Belasan Proyek

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kubu Anas Urbaningrum memang masih belum tahu pasti makna proyek-proyek lain yang dituduhkan oleh KPK. Jika ocehan M. Nazaruddin selama ini benar, berarti setidaknya ada 20 kasus lain terkait dengan suami Athiyyah Laila itu. Saat ini, semua proyek itu sudah disampaikan kepada komisi antirasuah. Hal itu diungkapkan kuasa hukum M. Nazaruddin, Elza Syarief […]

  • 69 Orang Pejabat Eselon III dan IV Pemkab Madina Dimutasi

    69 Orang Pejabat Eselon III dan IV Pemkab Madina Dimutasi

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 69 orang pejabat eselon III dan IV di Pemkab Mandailing Natal (Madina) dimutasi, Senin, (4/5). Pelantikan dilakukan Asisten Administrasi, Syahdan Lubis di aula kantor Bupati Madina. Pelantikan ini berdasar surat keputusan Bupati Madina Surat Keputusan Bupati Madina nomor : 821.2/342/K/ 2015 tanggal 29 April 2015 tentang Pengangkatan,Pemindahan dan Pemberhentian […]

  • Setengah Juta Mahasiswa Putus Kuliah Saat Pandemi, Dimana Peran Negara

    Setengah Juta Mahasiswa Putus Kuliah Saat Pandemi, Dimana Peran Negara

    • calendar_month Rabu, 15 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Rina Rusaeny Aktivis Mahasiswa Tak terasa pandemi Covid-19 hampir 2 tahun lamanya melanda dunia termasuk Indonesia. Hampir seluruh sektor terdampak, tidak hanya di sektor kesehatan, melainkan juga di bidang pendidikan. Seperti diantaranya banyaknya mahasiswa putus kuliah. Informasinya lebih dari setengah juta mahasiswa putus kuliah di masa pandemi Covid-19 ini. Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala […]

  • Mulak Tu Huta Mandailing Malaysia, Manduda “Bulung Gadung” Hingga “Mangan Mangoloi”

    Mulak Tu Huta Mandailing Malaysia, Manduda “Bulung Gadung” Hingga “Mangan Mangoloi”

    • calendar_month Kamis, 29 Nov 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Rombongan etnis Mandailing Malaysia sebanyak 76 orang mengunjungi tanah leluhur mereka, Mandailing, Sumatera. Kedatangan rombongan ini merupakan program tahunan “Mulak Tu Huta” yang diselenggarakan Ikatan Mandailing Malaysia Indonesia (IMAMI). Kegiatan “Mulak Tu Huta” itu diprogramkan sebagai upaya menyahuti dorongan kerinduan para keturunan Mandailing di Malaysia menginjakkan kaki di tanah leluhur mereka di Mandailing. Keturunan Mandailing […]

  • Kemelut KNPI Madina : Bendahara KNPI Madina Mengundurkan Diri

    Kemelut KNPI Madina : Bendahara KNPI Madina Mengundurkan Diri

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setelah sebelumnya Sekjen KNPI Madina SK PAW, M Azwar Nasution dan sejumlah pengurus teras DPD KNPI Madina mengundurkan diri secara missal, kini giliran Bendahara, Bode Tanjung yang mengundurkan diri. Surat pengunduran itu resmi diserahkan Boder Tanjung pada Kamis (12/12/2013). Gelombang pengunduran diri para pengurus teras KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Madina […]

expand_less