Kamis, 12 Mar 2026
light_mode

Madina yang Madani: ilusi, obsesi atau basa-basi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 15 Sep 2010
  • print Cetak

Bung, maaf. mari kita awali saja dengan sesuatu yang menegangkan. kutipan favorit bung jadi alasan untuk tetap bersahaja dengan kalimat selantang apa pun. mungkin perlu bung simak ini kalimat kontemplatif: sekarang2 ini, yang timbul malah skeptisisme atas impian bernama “madina yang madani”. kok, rasa2nya kian hari kian sedikit kawan yang sejalan, punya orientasi ideologis yang kuat, menolak kredo “jadi anggota dewan cari proyek atau uang segar segunung”. kata kawan,salah seorang mantan anggota dewan, nilai rapor anggota dewan sekarang, jauh di bawah nilai rapor anggota dewan periode yang lewat. saya agak percaya. justru karena indikator inilah madina yang madina hanya punya sedikit pilhan, yaitu: sekedar ilusi, obsesi besar seseorang atau basa-basi politik kekuatan tertentu. skali lagi, maaf3. ini hanya kontemplasi, bukan eksepsi, bukan argumentasi.

jika mungkin, totolong direnungkan. termasuk kawan2 di jakarta.

dalam satu perspektif, saya melihat madina ha sebagai ilusi yang sangat utopis. bagaimana mugkin madina bakal jadi madani, jika untrk mengabdi entah sebagai pns atau sebagau anggota dewan pun harus bayar mahal. faktanya sekarang, yang sudah menjadi pejabat, yang sudah menjadi anggota dprd, pun mendapatkan kedudukannya dengan uang. sebaliknya, kalau memang mau mengabdi, orang tak akan mau bayar sepeser pun. nah, kalau sudah bayar dan dapat jabatan basah dan penuh job, yang terjadi dia malah tak sudi hanya mengambil uangnya kembali. banyuak orang malah berambisi memperkaya diri, menjadi orang paling kaya, atau paling wah.
nah, yang berkutat di lembaga2 tradisional, termasuk lembaga2 pendidikan agama islam, seperti mda (madrasah diniyah awaliyah), lembaga pemangku adat, pun nerjalan tersendat2. kecenderungannya, aktivisnya tak hanya berusaha menumpang hidup, tp juga mendapatkan yang lebih, sekalipun sebenarnya hanya sebatas absesi. masalahanya, hal2 seperti ini menjadi noda dalam perjuangan dan menjadi faktor dasar kegagalan perjuangan. sebab, sirnalah keikhlasan. musnah ghiroh untuk sepenuhnya mengabdi kepada allah ta’ala. sebaliknya, yg tumbuh malah penyakin cinta dunia, hubbuddunya.

secara formal, madina yg madani tetap menjadi obsesi. slogan itu tetap menjadi benang merah kua-ppas, apbd dan perda-perda lainnya.

hanya saja, kalau mau kita lihat dengan jernih, dokumen-dukumen resmi itu hanya menjadi kamuplase dan pepesan kosong. progres yang tercipta pun hanya sekedar konsekuensi dalih pembuat keputusan. kita tidak pernah mendengar ada harga mati untuk kemakmuran, kemashuran dan kesejahteraan masyarakat.

maka, sebelum momentumnya menyempit, sebelum masyarakat kehilangan mimpi, selagi masih ada sedikit etos kerja dari segelintir orang, selama kejujuran masih dianggap sebagian kecilmasyarakat sebagai harga tk bisa ditawar, mari kita benahi semuanya. lagi pula, tidak ada jalan lain, jika betul kita masih punya mau. dan kebenaran tidak bisa dibungkam. kebenaran pasti terkuak, setidaknya oleh bencana alam dan bentuk kemurkaan allah swt lainnya.
Ludfan nasution

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • BATUAN BESAR RERUNTUHAN TAMBANG HUTA BARGOT

    BATUAN BESAR RERUNTUHAN TAMBANG HUTA BARGOT

    • calendar_month Selasa, 12 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Batuan Besar – Material bebatuan yang menimbun korban di dalam tambang emas Huta Bargot, Mandailing Natal, berukuran besar-besar. Tim Basarnas diperkirakan harus memecah bebatuan ini agar mudah disingkirkan untuk mengangkat tubuh korban dari reruntuhan. Foto ini hasil jepretan tim Basarnas ketika tim sudah mampu mencapai titik reruntuhan di kedalam 150 meter di bawah tanah, tempat […]

  • Madina Perpanjang Libur Sekolah Hingga 12 Juli

    Madina Perpanjang Libur Sekolah Hingga 12 Juli

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sistem belajar dari rumah untuk TK,SD,SMP/Mts diperpanjang di Madina hingga 12 Juli 2020. Sedangkan untuk SLTA di Sumut mengikuti perpajangan tanggap darurat Covid-19 hingga 7 Juni 2020. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sahnan Pasaribu kepada wartawan, Jumat (29/5) menyampaikan, perpanjangan di Madina itu ditetapkan dalam Surat Edaran […]

  • Hari Ketujuh Serangan Israel, 172 Tewas, 1.230 Terluka

    Hari Ketujuh Serangan Israel, 172 Tewas, 1.230 Terluka

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Serangan –  Zionis Israel ke Palestina sudah memasuki hari ketujuh, Senin (14/7). Meskipun upaya diplomatik dan kecaman dunia internasional terus berdatangan, namun tak menghentikan kebengisan Yahudi menumpahkan darah para warga sipil di Jalur Gaza, Palestina. Sejauh ini, korban meninggal dunia sudah mencapai 172 dan korban luka mencapai 1.230 orang. Mereka yang menjadi korban adalah warga […]

  • Dr. H. Safii Siregar, Siap Maju di Konfercab NU

    Dr. H. Safii Siregar, Siap Maju di Konfercab NU

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rois Syuriah PCNU Kabupaten Mandailing Natal H. Miswarruddin Nasution menggelar acara silaturrahim di rumah kediaman Mustsyar NU Mandailing Natal Dr. H. Safii Siregar. Dalam silaturrahim ini, H. Miswarruddin Nasution meminta kesediaan Dr. Safi’i Siregar untuk maju sebagai calon Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Madina periode 2015-2020 dalam Konperensi Cabang […]

  • Bupati Madina : Mandailing Memiliki Kultur Saling Menghormati

    Bupati Madina : Mandailing Memiliki Kultur Saling Menghormati

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) -Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution menyatakan Mandailing memiliki kultur yang mengedepankan budaya saling menghargai dan menghormati antar sesama. Potesi itu dapat dilihat sebagai kekuatan sosial dalam menghadapi era globalisasi dan digitalisasi saat ini. Itu dikatakan Dahlan Hasan dalam pidato sambutan di seminar sehari dan talk show peningkatan wawasan kebangsaan yang […]

  • Tim Cek Covid-19 di Perbatasan Madina Tak Dikasih Makan

    Tim Cek Covid-19 di Perbatasan Madina Tak Dikasih Makan

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Nasib petugas di Pos Pemeriksaan Covid-19 perbatasan Mandailing Natal menyedihkan. Tidak ada biaya makan diterima mereka dari Pemkab Mandailing Natal (Madina). Jika lapar mereka harus beli dan bayar sendiri. Kondisi itu sangat kontras dengan risiko nyawa yang harus mereka tanggung sebagai garda terdepan mengawal kabupaten Madina dari sebaran virus Corona […]

expand_less