Jumat, 13 Mar 2026
light_mode

Makna Lambang IMAMI

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 26 Jun 2014
  • print Cetak

KUALA LUMPUR (Mandailing Online) – Satu organisasi baru yang menyatukan etnis Mandailing lintas dua negara telah terbentuk. Namanya Ikatan Mandailing Malaysia Indonesia (IMAMI) yang dibentuk di Malaysia oleh para tokoh Mandailing yang ada di Malaysia dan tokoh Mandailing dari Tanah Leluhur, Sumatera, Indonesia, bulan Juni 2014.

Berdasar Anggaran Dasar IMAMI Pasal 18 tentang makna lambang organisasi:

1. Tulisan “Ikatan Mandailing Malaysia-Indonesia” yang membentuk separuh bulatan di bagian atas merujuk kepada nama penuh organisasi ini yang akan memayungi gerakan, usaha dan program-program untuk mempererat hubungan masyarakat kaum Mandailing di Malaysia dan Indonesia.

2. Pecahan dua jalur separuh bulatan yang tercantum di bawah logo ini, yaitu di sebelah kiri terdapat empat jalur yang berwarna biru, kuning, merah dan putih (dari luar ke dalam) serta di sebelah kiri dan di sebelah kanan pula dua jalur berwarna merah dan putih (dari luar ke dalam) melambangkan warna-warna dalam bendera Malaysia dan Indonesia. Ini sekali gus melambangkan tekad organisasi ini untuk mempererat hubungan dan jalinan kerjasama antara kaum Mandailing di Malaysia dan Indonesia.

3. Tiga segi tiga sama, yaitu di bagian atas terdapat segi tiga sama berwarna kuning bertulisan MORA, di bawah kiri segi tiga sama berwarna hitam bertulisan KAHANGGI dan di bagian bawah kanan segi tiga sama berwarna merah bertulisan ANAK BORU dan di tengah-tengah cantuman ketiga-tiga segi tiga sama itu berwarna putih-merujuk kepada konsep Dalihan Na Tolu atau Tungku Yang Tiga dalam kehidupan hakiki masyarakat Mandailing.

Secara abstrak, setiap orang mempunyai peranan atau posisi dalam ketiga-tiganya, iaitu sebagai MORA (keluarga pemberi anak gadis), KAHANGGI (kerabat atau sanak-saudara satu marga/satu nama keturunan keluarga), dan ANAK BORU (keluarga penerima anak gadis). Dalam adat suku kaum Mandailing, kekerabatan/persaudaraan diikat oleh Dalihan Na Tolu membentuk ikatan rasa “sahancit sahasonangan dan sasiluluton sasiriaon” atau “sakit senang dirasakan bersama”.

4. Tulisan “IMAM-I” di bawah ketiga-tiga segi tiga sama itu merujuk kepada kependekan atau akronim untuk Organisasi ini.

5. Latar belakang berwarna biru cantuman separuh bulatan dan separuh anak panah dengan sasaran ke atas, melambangkan kedudukan geografi masyarakat suku Mandailing di Malaysia dan Indonesia yang dipisahkan oleh samudera atau lautan Selat Melaka tetapi mempunyai satu cita-cita, satu matlamat, satu azam, satu tekad dan satu iltizam, iaitu untuk sama-sama bergandingan ke arah kekuatan perpaduan, kemantapan ukhuwah dan kehebatan silarutahim antara kedua-dua pihak selain sasaran untuk memajukan masyarakat di kedua-dua pihak dalam segenap bidang.

Sumber : IMAMI
Redaktur: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Pimpin Upacara Hari Santri

    Bupati Pimpin Upacara Hari Santri

    • calendar_month Sabtu, 22 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution menjadi inspektur Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2022 di Halaman Masjid Agung Nur Ala Nur, Desa Parabangunan, Kecamatan Panyabungan, Madina, Sumut, Sabtu (22/10/2022). Sukhairi mengatakan penetapan 22 Oktober merujuk pada tercetusnya “Resolusi Jihad” yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. […]

  • Manjalaki Flim India

    Manjalaki Flim India

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Nanisuratkon : Edi Saputra “Ketale mardalan-dalan tu pasar,” ning si Bejik tu si Besteng. “Sakalian maligi-ligi kaset CD daripada suntuk ita ison bo,” ningia. Ke mada alai langsung tu pasar. Dung sampe tu pasar, ke ma alai tu parjagal kaset VCD i. Parjagal           : Biado…? Maligi kaset aha lana? Bejik                : Kaset […]

  • Proyek Jalan Natal-Batahan Tak Jelas, Warga Yang Bongkar Pagar Kecewa

    Proyek Jalan Natal-Batahan Tak Jelas, Warga Yang Bongkar Pagar Kecewa

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NATAL (Mandailing Online) : Proyek peningkatan jalan jalur Natal-Batahan tahun anggaran 2014 sejauh ini telah menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat. Pasalnya, pengerjaan proyek sepertinya tidak tuntas, padahal warga yang berada di sepanjang pinggir jalan sudah merelakan pagar rumah, pagar mesjid dobongkar habis demi mendukung proyek itu. Endri, salah seorang warga Pasar VI Natal menjawab […]

  • PT SMGP Harus Beberkan Dampak Negatif Geothermal

    PT SMGP Harus Beberkan Dampak Negatif Geothermal

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) yang akan melaksanakan eksplorasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diminta melaksanakan sosialisasi secara terbuka terhadap masyarakat. Permintaan itu disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Keluarga Besar Mahasiswa Mandailing Natal (PP Gabema Madina) Agussalam Nasution kepada Tim Sosialisasi Pembangunan Sorik Marapi Geothermal saat pelaksanaan sosialisasi geothermal […]

  • Biaya Pembuatan KTP di Madina Mancapai Rp50.000

    Biaya Pembuatan KTP di Madina Mancapai Rp50.000

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merasa keberatan. Pasalnya, biaya pembuatan Kartu Keluarga (KK) disebut mencapai Rp20.000 dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Rp50.000. Mahalnya biaya pembuatan KK dan KTP tersebut terungkap saat puluhan massa tergabung dalam Barisan Muda Mandailing Natal (Madina) terdiri dari PC PMII Madina, Madina Institute, Pantai Barat Mandailing Foundation, PMP Madina, IMA […]

  • Korban banjir Madina dapat bantuan

    Korban banjir Madina dapat bantuan

    • calendar_month Kamis, 8 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO)– Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara memberikan bantuan kepada warga korban banjir yang terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Panyabungan dan Kecamatan Siabu. Bantuan yang diberikan itu berupa selimut, biskuit, supermi, air mineral dan lainnya, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandailing Natal, Risfan Juliardi Hutasuhut, hari ini. Sebelumnya, peristiwa […]

expand_less