Senin, 16 Mar 2026
light_mode

Malaysia Belajar Tangani Napi ke Indonesia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
  • print Cetak


Medan,

Penyebutan penjara di Indonesia dengan “pemasyarakatan” menarik perhatian pihak Maktab Penjara Kerajaan Malaysias. Mereka juga salut melaihat keterampilan warga binaan LP Klas I Tanjung Gusta Medan, khususnya dalam budidaya jangkrik.

Komandan Maktab Penjara Kerajaan Malaysia Nawawi Bin Hamid dalam kunjungannya sekaligus studi banding 54 taruna Maktab Penjara Kerajaan Malaysia atau Akademi Pemasyarakatan ke di LP Klas I Medan, Tanjung Gusta, Selasa (22/02/2011) mengatakan, mereka tertarik dengan kata “pemasyarakatan”, karena kesannya lebih baik dan bermasyarakat.

Sementara di negara serumpun itu masih menggunakan kata “penjara”, sehingga kata “penjara” itu terkesan menakutkan. “Kami tertarik dengan sebutan penjara di sini (Indonesia) dengan ‘pemasyarakatan’,” tegas Nawawi didampingi dua wakilnya, di Malaysia disebut Timbalan Komandan Maktab, yakni Marzuki dan Delber Singh.

Tak hanya tertarik dengan penyebutan nama, pihaknya juga tertarik dengan berbagai keterampilan yang dimiliki napi LP Tanjung Gusta. Salah satunya peternakan jangkrik yang kini dikembangkan para napi LP Tanjung Gusta. Bahkan para peserta studi banding sempat tercengang ketika Kepala LP Klas I Medan Samuel Purba menyampaikan paparannya soal peternakan jangkrik.

“Banyak yang dipelajari di sini dari berbagai aspek mulai dari program pembinaan/pemulihan, hingga banyaknya keterampilan di sini. Saya lihat banyak produk yang dihasilkan warga binaan. Paling menarik soal peternakan jangkrik yang ada di LP ini,” sebut Nawawi.

Katanya, ini bisa menjadi pembelajaran bagi para taruna, sehingga saat kembali ke Malaysia, budidaya jangkrik tersebut bisa disampaikan dan diterapkan. “Ini sangat menarik, selain tak perlu menggunakan teknologi canggih, juga tidak perlu menggunakan biaya besar,” ucapnya.

Disinggung mengenai kondisi LP Tanjung Gusta dengan Malaysia, menurut Nawawi, secara prosedur, tugas pegawai kedua negara tidak jauh berbeda. Begitu pula dengan pembinaan yang diberikan. “Walaupun ada perbedaan, hanya sedikit, namun tujuannya sama-sama melakukan pembinaan dan pemulihan bagi napi,” tambahnya.

Kemudian masalah over kapasitas juga menjadi permasalahan di penjara Malaysia. Bahkan ada penjara yang kapasitasnya hanya 2.000 orang diisi 6.000 orang. “Namun sekarang sudah mulai banyak dibangun penjara baru, sehingga bisa mengurangi over kapasitas tersebut,” ucap Nawawi.

Sementara Kelapa Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Sumatera Utara Baldwin Simatupang didampingi Kepala LP Klas I Medan Samuel Purba dan Humas Kemenkumham Sumut P Siagian mengatakan, pihaknya menyambut baik kunjungan pihak Maktab Penjara Kerajaan Malaysia.

Ia menerangkan, jika dibandingkan kondisi LP di Tanjung Gusta dengan Malaysia, tentunya banyak perbedaan terutama dari segi peralatan canggih. Salah satu contoh, setiap rumah sakit harus mencuci pakaian (laundry) di penjara yang memang memiliki mesin laundry.

Kemudian penjara di Malaysia memasarkan produk mereka seperti roti olahan para napi ke rumah sakit dan para pasien tidak boleh membeli roti dari luar selain roti yang diproduksi dari penjara.

Sistem itu, kata Baldwin, belum bisa dilakukan di Indonesia, padahal banyak keterampilan para napi yang menghasilkan produk berkualitas.

Sementara Samuel Purba menambahkan, pihaknya bangga LP Klas I Medan diprioritaskan sebagai lokasi studi banding negara lain.

Terlebih, ketika pihak Maktab Penjara Kerajaan Malaysia tertarik dengan budidaya jangkrik yang dilakukan warga binaannya.

Katanya, budidaya jangkrik itu idenya juga muncul dari pihak LP pimpinannya. Selain gampang dan tidak memerlukan biaya besar, jangkrik-jangkrik itu dijual ke pasar sebagai pakan hewan seperti burung dan ikan. (BS-021)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Cabe Merah Terus Meroket

    • calendar_month Kamis, 30 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Onine) – Dua hari belakangan ini harga cabe merah di pasar kawasan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) naik drastis. Tiga hari sebelumnya harga masih di kisaran 32.000 rupiah per kilo gram, pada penjualan Rabu hingga Kamis (30/5/2013) sudah di kisaran 45.000 rupiah per kilo gram. Ini sangat mengejutkan para ibu rumah tangga yang setiap […]

  • 2012, Penerimaan CPNS Dihentikan

    2012, Penerimaan CPNS Dihentikan

    • calendar_month Jumat, 15 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Kabar baik bagi para peminat lowongan Pegawai Negeri Sipil. Wacana penghentian sementara penerimaan calon PNS tidak diberlakukan tahun ini, tetapi berlaku 2012. Tiga kementerian terkait sudah menyepakati perlunya moratorium penerimaan CPNS yang akan diterapkan mulai tahun depan. Mendagri Gamawan Fauzi menjelaskan, memang diperlukan jeda waktu rekrutmen CPNS guna memberi waktu kepada pemerintah untuk melakukan […]

  • Pohon Karet Ditebang, Warga Simangambat Gugat Oknum Bupati Madina

    Pohon Karet Ditebang, Warga Simangambat Gugat Oknum Bupati Madina

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tiga warga Kelurahan Simangambat, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina) mengugat oknum bupati Madina ke Pengadilan Negeri. Ketiga warga yang menggugat masing-masing : Muslih, Pardomuan Nasution dan Suhdi Efendi. Gugatan didaftarkan melalui kuasa hukum, Amir Mahmud,S.Ag, MH. CLA pada tanggal 9 Agustus 2019 di Pengadilan Negeri (PN) Mandailing Natal dengan nomor […]

  • Harga Cabai Terjun Bebas

    Harga Cabai Terjun Bebas

    • calendar_month Minggu, 7 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Petani cabai merah di Aek Galoga, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tampaknya harus bersabar. Perkiraan bahwa harga cabai merah akan meroket menjelang bulan puasa, ternyata meleset. Harga cabai merah saat ini hanya Rp8.000 sampai Rp10.000 per kilogramnya. “Demi mengejar untung, kita sudah menanam cabai merah di atas lahan 1 ha […]

  • Tegaskan Belum Ada Pengumuman Hasil Tes CPNS

    Tegaskan Belum Ada Pengumuman Hasil Tes CPNS

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Seluruh peserta tes CPNS baik pelamar umum maupun tenaga honorer kategori dua (K2) yang telah mengikuti tes 3 November lalu, sampai saat ini belum ada yang dinyatakan lulus atau tidak lulus. Hingga hari ini panitia pelaksana nasional (Panselnas) CPNS masih melakukan pemeriksaan lembar jawaban komputer dan belum ada hasilnya. “Sampai saat ini, rencana […]

  • Kebijakan Sekarat: Utang Untuk Selamatkan Rakyat

    Kebijakan Sekarat: Utang Untuk Selamatkan Rakyat

    • calendar_month Jumat, 6 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Novida Sari, S.Kom Ketua Majelis Islam Kaffah Mandailing Natal Di tengah keterpurukan ekonomi dan menurunnya daya beli masyarakat, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengeluarkan pernyataan kontroversional. Ia mengatakan di dalam acara bedah buku Mengarungi Badai Pandemi, bahwa utang merupakan salah satu instrumen untuk menyelamatkan masyarakat dan perekonomian di masa pandemi covid-19. Pasalnya, APBN mengalami […]

expand_less