Kamis, 12 Mar 2026
light_mode

Malaysia Siapkan Amnesti TKI

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 30 Jul 2013
  • print Cetak

JAKARTA, – Kabar baik bagi ratusan ribu tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal di Malaysia. Negeri jiran itu merencanakan akan membuka masa amnesti atau pemutihan dokumen keimigrasian. Dengan pemutihan ini, TKI berstatus ilegal karena urusan keimigrasian bisa dipulihkan menjadi berstatus legal.

Penyelenggaraan masa amnesti merupakan program yang ditunggu-tunggu oleh TKI di manapun. Khususnya di negara-negara kantong TKI. Seperti di Arab Saudi dan Malaysia. Kabar segera dibukanya masa amnesti di Malaysia ini disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Stafsus Menakertrans) Bidang Tenaga Kerja Dita Indah Sari.

Dita mengatakan, beberapa waktu lalu ada pembahasan bilateral antara Menteri Dalam Negeri Malaysia dengan perwakilan Indonesia di Malaysia. Dalam pembahasan itu, pihak Malaysia menginformasikan bahwa akan menjalankan masa amnesti bagi seluruh tenaga kerja di sana. “Pembicaraan memang masih sebatas informal. Tetapi patut kita tunggu,” tandasnya, Senin (30/7).

Menurut Dita program amnesti dari pemerintah Malaysia ini tentu ditunggu-tunggu oleh seluruh TKI bermasalah di negeri jiran itu. Dia memperkirakan saat ini ada 250 ribu TKI ilegal (tidak berdokumen/dokumen telah kadaluarsa) di Malaysia. Menarik pelajaran dari program amnesti di Arab Saudi, pihak Kemenakertrans meminta Malaysia mempersiapkan program itu dengan matang. “Khususnya tentang sosialisasi, jangan mendesak,” paparnya.

Selain urusan amnesti itu, Dita mengatakan Kemenakertrans terus mendesak supaya Malaysia menyetop penerbitan visa kerja (journey performed visa/JP Visa). Dia mengaakan longgarnya pengurusan JP Visa di Malaysia kerap dimanipulasi untuk menjadi TKI ilegal di Malaysia.

“Malaysia harus fair. Sejatinya penyetopan penerbitan JP Visa itu sudah menjadi bagian dari MoU Indonesia dan Malaysia pada 2011. Jadi harus dijalankan,” tandasnya. Ternyata setelah diusut, terjadi miss dalam pembuatan MoU tadi. Waktu itu MoU diteken antara menteri tenaga kerja Indonesia dan Malaysia. Tetapi ternyata penerbitan JP Visa merupakan wewenang Menteri Dalam Negeri Malaysia.

“Jadi sekarang sedang di lakukan koordinasi antara menteri tenaga kerja Malaysia dengan menteri dalam negeri Malaysia,” kata dia. Dita berharap penghapusan JP Visa Malaysia untuk warga negara Indonesia bisa diputuskan segera.

Dita menerangkan bahwa JP Visa ini bukan visa berkunjung biasa. Proses untuk mendapatkan JP Visa adalah WNI melancong ke Malaysia seperti biasa dengan berbekal paspor saja. Setelah masuk ke negeri jiran tersebut, WNI baru mengurus penerbitan JP Visa untuk dipakai kerja. “Jadi meskipun JP Visa ini dihapus, bukan berarti kita (warga Indonesia, red) tidak bisa berkunjung ke Malaysia,” tandasnya. (jpnn)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Inkrah, Kejari Madina Musnahkan Barang Bukti

    Kasus Inkrah, Kejari Madina Musnahkan Barang Bukti

    • calendar_month Rabu, 11 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- barang bukti yang dimusnahkan oleh Kejaksaan Negeri Mandailing Natal ( Kejari Madina ) Rabu 11/10/2023 itu berasal dari 65 kasus yang sudah inkrah atau berketetapan hukum. “, barang yang dumusnahkan ini dari 65 kasus yang inkrah salama tahun 2023 dari bulan Maret sampai September” jelas Kajari Novan Hadian SH pada […]

  • Anggota DPRD Madina Jadi Saksi di Pengadilan, Robinson: “Itu Jefry Bunuh….Bunuh”

    Anggota DPRD Madina Jadi Saksi di Pengadilan, Robinson: “Itu Jefry Bunuh….Bunuh”

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengadilan Negeri Panyabungan kembali menggelar sidang lanjutan atas kasus pemukulan dan pengeroyokan wartawan Andalas Biro Madina, Jeffry Barata Lubis dengan agenda mendengar keterangan Ir. Ali Makmur Nasution alias Jaganding anggota DPRD Madina selaku saksi, Kamis (7/8/2014). Sidang dipimpin Hakim Ketua Majelis, Dodi Hendra Sakti, SH; anggota Ahmad Rijal, SH dan Gali […]

  • Bupati: Tindak Jika Terbukti Jual Beli Proyek

    Bupati: Tindak Jika Terbukti Jual Beli Proyek

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Plt Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution ternyata tidak siap memberikan komentar seputar jual beli paket Proyek tahun anggaran 2014 yang banyak diributkan para kontraktor di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Madina. “Saya tidak mengomentari yang saya tidak tau dan tidak jelas,” kata Dahlan hasan menjawab wartawan melalui SMS telefon seluler, […]

  • BI: Kredit UMKM Sumut Tumbuh 15,25 Persen

    BI: Kredit UMKM Sumut Tumbuh 15,25 Persen

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Medan  – Bank Indonesia mencatat kredit usaha mikro, kecil, dan menengah di Sumut pada 2014 tumbuh sebesar 15,25 persen dibandingkan 2013 atau mencapai Rp45,77 triliun. “Pada 2013, penyaluran kredit UMKM Rp39,7 triliun dan 2014 mencapai Rp45,77 triliun,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut Difi A Johansyah di Medan, Jumat. Pertumbuhan kredit tahun 2014 […]

  • Mutasi Eselon II, III dan IV

    Mutasi Eselon II, III dan IV

    • calendar_month Jumat, 17 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Rotasi mutasi 22 pejabat berlangsung di Pemkab Madina, 15 diantaranya dilantik menduduki jabatan eselon II, III dan IV, sisanya masih non jabatan. Pelantikan dilakukan langsung Bupati Madina, Hidayat Batubara di aula kantor bupati, Jum’a (17/2). Eselon II dan III meliputi, Ir. Ahmad Ansyari Nasution menjadi Kepala Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan. […]

  • Tanaman Tumpang Sari Satu-satunya Solusi Mengatasi Harga Karet

    Tanaman Tumpang Sari Satu-satunya Solusi Mengatasi Harga Karet

    • calendar_month Kamis, 22 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Pola  tumpang sari dinilai satu-satunya upaya menyelamatkan petani ditengah apatisme terhadap harga komoditi karet alam yang tak kunjung membaik. Harga karet alam yang tak kunjung lagi menunjukkan kenaikan akan terus menyeret penduduk Mandailing Natal di jurang kemiskinan. Mayoritas penduduk daerah ini  tergantung pada komoditi karet alam. “Tak ada jalan lain, mau […]

expand_less