Minggu, 15 Mar 2026
light_mode

Maslin Batubara dan Pandapotan Nasution Dukung Brigjend Sofwat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 1 Agt 2019
  • print Cetak

H. Maslin Batubara (kiri), Brigjend Purn. Sofwat Nasution (kanan)

 

MEDAN (Mandailing Online) Bakal Calon Bupati Madina, Brigjend TNI (Purn) M. Sofwat Nasution bersilaturrahmi dengan dua tokoh perantau Madina di Medan.

Kedua tokoh Madina itu, H. Pandapotan Nasution (tokoh pemekaran Kabupaten Mandailing Natal) serta H. Maslin Batubara (pengusaha) asal Madina.

Silaturrahim dengan berlangsung H. Pandapotan Nasution Rabu malam (31/7/2019) di kediaman H. Pandapotan Nasution.

Sedangkan dengan H. Maslin Batubara pada Kamis siang (1/8/2019) di kediaman H. Maslin Batubara.

Di hari yang sama Sofwat juga bersilaturrahim dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di kediaman Edi Rahmayadi.

H. Pandapotan Nasution, SH sendiri menyatakan dukungannya terhadap Sofwat Nasution sebagai bakal calon (balon) bupati Madina.

“Saya akan dukung sebatas kemampuan. Madina harus  lebih maju dan sejahtera sesuai tujuan awal pembentukan kabupaten ini,” katanya ketika menerima rombongan Sofwat Nasution di kediamannya, Rabu malam (31/7) yang dikutip Beritahuta.com.

Brigjend TNI (Purn) M. Sofwat Nasution bersilaturrahmi dengan H. Pandapotan Nasution, salah satu penggagas terbentuknya Kabupaten Mandailing Natal. (Foto : Beritahuta)

 

Sofwat Nasution berkunjung ke rumah Pandapotan Nasution untuk bersilaturrahmi sekaligus memohon doa agar niatnya maju sebagai calon bupati Madina mendapat ridho dan barokah dari Yang Maha Kuasa.

“Sebagai tokoh yang berjasa atas terbentuknya kabupaten yang kita cintai ini, tentu saya perlu meminta restu uda Pandapotan,” ujar Sofwat Nasution.

Kedatangan bakal calon (balon) bupati Madina ini disambut Pandapotan dengan gembira. Lebih satu jam mereka bersenda gurau di kursi sofa yang berada di ruang tamu. Sesekali tokoh yang banyak menerbitkan buku mengenai Mandailing ini bercerita mengenai sejarah terbentuknya  Madina.

Menurut penggagas lahirnya Kabupaten Mandailing Natal itu, Sofwat Nasution adalah sosok yang pas untuk mengejar ketertinggalan daerah ini. “Alhamdulillah kalau amang Sofwat mau mengabdi di tanah kelahirannya. Sekali lagi, saya siap dukung,” katanya.

 

H. Maslin Batuhara Dukung Sofwat

H. Maslin Batubara juga menyatakan siap mendukung niat tersebut demi kebaikan kabupaten itu pada masa mendatang.

Hal itu disampaikan Maslin Batubara ketika menerima silaturrahmi Sofwat Nasution di  kantornya,  di Jalan Prof.  M. Yamin SH (Jalan Serdang), Medan, pada Kamis siang (1/8).

Menurut Maslin Batubara, Sofwat Nasution lebih dari pantas didukung untuk menjadi bupati Madina.

Selain memiliki pengalaman bertugas di sejumlah daerah di Indonesia, ia juga sudah mengikuti pendidikan Lemhanas (Lembaga Pertahanan Nasional).

“Kita bersyukur dengan pangkat jenderal yang dimiliki Pak Sofwat, dia  mau menurunkan bahunya untuk maju sebagai bupati. Ini suatu anugerah bagi Madina, ada jenderal yang mau turun tangan menata dan membenahi ketertinggalan dibanding kabupaten lain di Indonesia,” kata Maslin Batubara.

Pertemuan pada siang hari itu berlangsung rileks. Sesekali diwarnai canda dan tawa kecil, bak pertemuan antara anak dan ayah.

“Bukan baru kali ini saya kenal Pak Sofwat, sudah lama,” kata Maslin Batubara.

Dalam kesempatan itu, Sofwat Nasution menceritakan awal mula ia berniat maju pada Pilkada Madina 2020.

“Waktu saya masih dinas di militer, sudah banyak yang menanyakan apakah saya ada keinginan pulang kampung membangun Madina. Paling saya jawab senyum, karena tidak tahu jawab apa,” katanya.

Padahal sejujurnya, lanjut Sofwat Nasution, sebelumnya tidak pernah ada keinginan maju sebagai bakal calon (balon) bupati Madina. “Belakangan setelah pensiun, pertanyaan serupa terus berdatangan dari sejumlah tokoh Mandailing yang ada di Jakarta dan Madina. Ditambah lagi aspirasi pernyataan dukungan terus berdatangan dari sejumlah tokoh,” ujarnya.

Sofwat Nasution lantas meminta pendapat keluarga besar dan meminta petunjukkan dari Allah SWT. “Tibalah suatu keputusan saya siap maju. Karena itulah, saya meminta dukungan terhadap semua pihak, termasuk dari Pak Maslin,” sebut alumni Akmil  (Akademi Militer) Angkatan 1985 yang sebelum pensiun menjabat sebagai deputi di Lembaga Sandi Negara Republik Indonesia yang sekarang bernama Badan Cyber dan Sandi Negara (BSSN).

Menanggapi dukungan Maslin Batubara, Sofwat Nasution menyampaikan terima kasih dan menjadi kekuatan baru dalam menumbuhkan rasa percaya diri untuk bertarung pada pilkada Madina mendatang.

“Tentu saja saya terharu atas  dukungan tersebut. Intinya, Pak Maslin punya harapan agar kedepan Madina lebih baik, dan ini sejalan dengan keinginan kita semua,” katanya.

Sumber : Beritahuta

Editor : Dahlan Batubara

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Isu Mutasi bergulir di Akhir Bulan Desember tahun 2012

    Isu Mutasi bergulir di Akhir Bulan Desember tahun 2012

    • calendar_month Sabtu, 27 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pejabat di Paluta Kasak Kusuk Paluta,(MO). Mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) bakal bergulir dalam waktu dekat ini. Sejumlah pejabat mulai kasak-kusuk mengamankan dan mencari posisi empuk. Beberapa di antaranya, sudah bolak-balik ke rumah Bupati Paluta baik di Padangsidimpuan maupun di rumah dinas Bupati Paluta, Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak. Ada […]

  • Mahfud: Hampir Semua Calon “Incumbent” Curang

    Mahfud: Hampir Semua Calon “Incumbent” Curang

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD bersama Ketua Tim Investigasi atas dugaan kasus suap di MK, Refly Harun (tengah) dan Anggota Tim Investigasi Adnan Buyung Nasution menggelar konferensi pers. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyatakan, sidang sengketa pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang melibatkan pasangan dari “incumbent” terbukti curang. “Dari 190 kasus lebih yang ditangani […]

  • “Balita Diculik di Teras Rumah”

    “Balita Diculik di Teras Rumah”

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Aksi penculikan anak di Jakarta kembali merebak. Seorang bayi diculik saat tengah ditinggal menjemur pakaian oleh neneknya di rumahnya kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Sementara polisi kesulitan mengidentifikasi penculik karena minimnya data. Siti Rokayah menangis histeris meratapi penculikan yang menimpa cucunya Firzansah Erza Gifari satu setengah tahun. Ia terpukul sebab kejadian penculikan saat Siti Rokayah […]

  • Prihatin Kondisi Idil Adha, Tim SAHATA Serahkan Bantuan

    Prihatin Kondisi Idil Adha, Tim SAHATA Serahkan Bantuan

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – Tim pasangan calon bupati dan wakil bupati Mandailiang Natal (Madina) Saipullah-Atika (SAHATA) menyerahkan bantuan kepada Idil Adha, korban tabrakan di PT SSS tiga bulan lalu, yang masih terbaring dengan luka parah, Kamis (7/11/2024). Warga Desa Patiluban Mudik, Kecamatan Natal itu pada Agustus 2024 lalu mengalami kecelakaan saat dumtruck yang dikemudikannya bertabrakan […]

  • Willem Iskander "belajar dari sejarah masa lalu"

    Willem Iskander "belajar dari sejarah masa lalu"

    • calendar_month Jumat, 3 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Resensi buku Di negeri penjajah: orang Indonesia di negeri Belanda sejarah Willem Iskander dinegeri orang yang di bukukan semoga menjadi pelajaran terbaik bagi putra mandailing di negeri orang.

  • KSAD: Status Waspada jika Selisih Hasil Pilpres Kurang dari Lima Persen

    KSAD: Status Waspada jika Selisih Hasil Pilpres Kurang dari Lima Persen

    • calendar_month Minggu, 6 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    TNI menyebut status waspada jika selisih suara hasil pemilihan presiden (pilpres) 9 Juli besok antara pasangan Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK hanya di bawah lima persen. "Kalau selisih nya dibawah lima persen kita waspada, kalau di atas lima persen aman," jelas Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Budiman usai menggelar teleconference bersama KPU, Bawaslu dan 17 Pangdam […]

expand_less