Sabtu, 21 Mar 2026
light_mode

Melissa Perez Kagumi Ritual Shalat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 30 Agt 2013
  • print Cetak

Melissa Perez lahir dan besar dalam keluarga Katolik. Sejak kecil ia akrab dengan ritual Katolik seperti Natal, Misa, dan Rosario. Meski keluarganya percaya pada satu Tuhan, yang disebut Yesus, namun, pada waktu lain mereka menyebutnya lain, yakni Bapa. Inilah yang membingungkan Mellisa.

Menurut Melissa, cara hidup Katolik tidak benar-benar ketat. Meski banyak aturan dalam Alkitab yang mewajibkannya mengikuti dan mempraktekannya, ia tidak merasa ada banyak tekanan guna mengikuti aturan itu.

“Dalam Katolik, ketika Anda sungguh-sungguh bertobat kepada-Nya, maka Allah akan mengampuni Anda. Prinsip ini mirip dengan ajaran Islam. Yang membedakan mungkin, setiap dosa tanggung jawab masing-masing, kalau Katolik dosa itu ditanggung Yesus,” kata dia seperti dikutip Onislam.net, Kamis (28/8).

Lantaran dibesarkan dalam ajaran Katolik, Melissa tidak mengetahui ajaran lain. Ia bahkan tidak mengenal ajaran Islam. Ia hanya tahu umat Islam itu pembunuh. Mereka kerap membunuh orang lain ketika marah.

Saat di Filipina, Melissa melihat umat Islam jarang berbaur dengan komunitas Kristen. Mereka memiliki komunitas dan wilayah tersendiri. “Ketika saya masih menetap di Filipina, rasanya sangat mustahil belajar Islam. Ketika di luar, saya bersyukur mengetahui pesan sejati Islam, Alhamdulillah,” tuturnya.

Melissa belajar hidup mandiri pada usia muda. Orang tuanya bercerai ketika ia masih muda. Kala menghadapi kesulitan itu, Melissa tidak tahu dengan siapa harus berbicara. Sejak itulah, ia memutuskan meminta pertolongan Tuhan.

Pada usia 18 tahun, Melissa mulai bekerja di luar negeri dengan harapan dapat mencapai kehidupan yang lebih baik. Berkat kerja kerasnya, ia berhasil membeli rumah dalam usia 23 tahun

Saat tinggal di luar negeri, Melissa merasakan perbedaan yang besar dalam hal budaya. Ia memiliki kebebasan yang tak mungkin didapatnya ketika berada di Filipina.

Kemudian ketika berusia 29 tahun, muncul keinginan untuk menetap. Ia mulai berpikir membentuk keluarga kecilnya. “Saat itulah, saya bertemu dengan suaminya via internet, lalu saya diajak ke Mesir, dan Alhamdulillah, kami menikah di sana,” tuturnya.

Awalnya, Melissa bingung ketika ia bersuamikan seorang Muslim. Ia membayangkan akan ada kesulitan adaptasi. Suaminya berhasil menyakinkan Melissa untuk tidak terlalu khawatir. “Yang jadi masalah, bagaimana saya menjelaskan kepada keluarga bahwa suami saya seorang Muslim,” ungkapnya.(republika.co.id)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Tinjau Pemotongan Qurban Pemkab

    Bupati Tinjau Pemotongan Qurban Pemkab

    • calendar_month Minggu, 10 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setelah menunaikan Salat Iduladha 1443 H/2022 di Masjid Agung Nur Ala Nur, Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution meninjau pemotongan hewan kurban yang diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madina. Peninjauan tersebut dimulai dari Masjid Agung Nur Ala Nur dilanjutkan ke Desa Gunungtua dan berakhir di Panyabungan Julu. Pada peninjauan pertama […]

  • Dua Pendeta Jadi Korban

    Dua Pendeta Jadi Korban

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    * Termakan Isu Penculikan, Warga Pancurbatu Mengamuk * Poldasu Lacak Penebar Isu, 15 Tahun Penjara untuk Penganiaya MEDAN-Aksi main hakim sendiri terkait isu penculikan anak kembali terjadi. Kali ini di Kecamatan Pancurbatu, Selasa (14/12) sekitar pukul 11.00 WIB. Keluarga pendeta dari Gereja Gerakan Pentakosta (GGP) nyaris meninggal sia-sia dibakar warga yang tak percaya mereka pelayan […]

  • Terkait RSU Husni Thamrin di Natal.Teguh Hasahatan Minta Nakes Harus Komitmen Terhadap Tugas

    Terkait RSU Husni Thamrin di Natal.Teguh Hasahatan Minta Nakes Harus Komitmen Terhadap Tugas

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masih ingat kejadian di RSUD Husni Thamrin di Kecamatan Natal yang belakangan viral gegara  pasien tak dapat pelayanan dari petugas medis saat hendak berobat. Hal tersebut menimbulkan spekulasi tentang diduga adanya indikasi terkait gaji yang tak dibayarkan ataupun hal lainnya yang membuat para petugas enggan bekerja secara disiplin. Dari data yang […]

  • Ike Nurjannah Akan Hadir di kampanye Dahlan-Sukhairi

    Ike Nurjannah Akan Hadir di kampanye Dahlan-Sukhairi

    • calendar_month Jumat, 27 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Calon bupati/wakil bupati Madina nomor urut 2, Dahlan Hasan Nasution/Jakfar Sukhairi Nasution akan melakukan kampanye akbar di lapangan Aek Godang, Dalan Lidang, Panyabungan, Sabtu (28/11). Kepastian jadwal ini diungkapkan Ketua DPC PDI Perjuangan Madina, Iskandar Hasibuan, Jum’at (27/11) di Panyabungan. Artis ibukota yang dijadwal hadir adalah penyayi dangdut Ike Nurjannah. Peliput  […]

  • Pakaian Adat Mandailing Meriahkan CMC

    Pakaian Adat Mandailing Meriahkan CMC

    • calendar_month Rabu, 6 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Pakaian adat Mandailing turut tampil dalam memeriahkan Colorful Medan Carnaval (CMC). Acara ini merupakan rangkaian kegiatan dalam perayaan hari jadi ke-432 kota Medan. Carnaval budaya yang turut diikuti oleh pemerintahan kabupaten/kota di Sumatera Utara ini dimulai dari Jl. Ahmada Yani sampai ke Balai Kota Medan. Acara yang memperagakan pakaian adat, alat […]

  • Karang Taruna Madina Galang Dana Untuk Pengungsi Rohingya

    Karang Taruna Madina Galang Dana Untuk Pengungsi Rohingya

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Karang Taruna Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melakukan penggalangan dana di Panyabungan untuk membantu pengungsi Rohingya. Penggalangan dana  ini dilaksanakan  selama 4 hari sejak Kamis hingga Minggu (28-32/5).  Aksi sosial penggalangan sumbangan kemanusiaan dilakukan di berbagai lokasi Panyabungan, yakni Pasar Lama, Pasar Baru, persimpangan jalan protokol. Kotak sumbangan juga diedarkan ke toko-toko di […]

expand_less