Jumat, 13 Mar 2026
light_mode

Mengapa Kekerasan Seksual Tak Kunjung Usai?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 11 Jan 2022
  • print Cetak

Oleh : Dahlena Pulungan, S.Pd
Pengajar, tinggal di Sidimpuan

 

Memasuki tahun 2022 jagad media sosial dihebohkan kembali dengan kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang aktivis kampus.

Media sosial diramaikan dengan viralnya dugaan pemerkosaan 3 mahasiswi yang dilakukan demisioner BEM (UMY).(POJOKSATU.id)

Mengerikan, intelektual yang seharusnya  memikirkan perubahan negeri, cerminan budi pekerti yang tinggi, telah berubah menjadi prilaku kerusakan. Ini mengindikasikan bahwa perguruan tinggi tidak mampu menghempang perkembangan kekerasan seksual di lingkungannya, tidak saja oleh sesama mahasiswa, tetapi juga dosen terhadap mahasiswanya. Sungguh, pendidikan tinggi seolah tidak memiliki muru’ah lagi.

Kasus seperti ini dan kekerasan dan kejahatan seksual lainnya bukan kali ini terjadi, sepanjang tahun 2021 terdapat banyak catatan kelam kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kematian tragis mahasiswi yang dihamili oleh kekasihnya yang merupakan seorang polisi; di Padang, Sumatera Barat dua bocah diperkosa oleh kakek, paman, abang bahkan tetangganya sendiri; ada lagi yang sempat viral seorang guru menyetubuhi belasan santrinya, dan masih banyak lagi kasus-kasus kekerasan sesual lainnya.

Yang membuat miris, kekerasan seksual banyak dilakukan oleh orang-orang terdekat, tetangga kerabat, “teman dekat”, kakak, ayah bahkan guru dan dosen, yang semuanya seharusnya melindungi dan mengayomi dan menjadi panutan, justru tega melakukan kejahatan termasuk kejahatan seksual.

Sungguh fenomena yang menggambarkan masyarakat yang sakit parah. Itu hanya sebagian kecil yang terungkap, karena kasus kekerasan seksual sudah menjadi fenomena gunung es. Ini makin menguatkan fakta rusaknya masyarakat yang hidup dalam tatanan sekulerisme, jauh dari aturan agama

Perempuan dan anak butuh sistem yang mampu memberikan perlindungan hakiki. Islam adalah sistem yang mampu mewujudkan kehidupan yang menjamin pemenuhan kebutuhan hidup, menentramkan jiwa serta memuasakan akal. Islam memiliki tatanan kehidupan yang khas yang mampu menghentikan kekerasan seksual secara tuntas dan mencegah munculnya peluang-peluang penyimpangan perilaku termasuk kekerasan seksual.

Islam menjelaskan secara gamblang peran laki-laki dan perempuan dalam kehidupan, serta memberikan pedoman yang rinci tentang bagaimana seharusnya mereka berinteraksi.

Islam memerihtahkan menutup aurat atau sesuatu yang merangsang sensualitas, karena pada dasarnya naluri seksual itu muncul karena terpicu rangsangan dari luar, yang bisa memengaruhi munculnya kejahatan seksual.

Islam memiliki sistem sanksi yang tegas terhadap pelaku kejahatan seksual. Misalnya sanksi bagi pelaku tindak pemerkosaan dan kejahatan sekusal berupa had zina, yaitu dirajam (dilempar batu) hingga mati jika pelakunya muhshan (sudah menikah), di-jilid (dicambuk) 100 kali dan diasingkan selama setahun jika pelakunya khairu muhshan (belum menikah), semua itu hanya akan terwujud dengan tegaknya khilafah islamiyah karena hanya khilafah yang mampu menerapkan aturan Allah secara kaffah dalam kehidupan.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sampuraga Juga Ada di Kalimantan

    Sampuraga Juga Ada di Kalimantan

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Selain di Mandailing, Sumatera Utara, mitos Sampuraga juga ada di Kalimantan. Tepatnya di dalam cerita suku Dayak Tomun, Kabupaten Lamandau Provinsi Kalimantan Tengah. Hanya saja, Sampuraga versi Mandailing memiliki perbedaan dengan Sampuraga versi Lamandau. Persamaannya : kedua versi Sampuraga ini sama-sama durhaka kepada sang ibu. Sampuraga versi Lamandau diceritakan karamnya perahu Sampuraga dan perahu itu […]

  • Mahasiswa Batang Natal di Aceh Bagi-bagi Takjil

    Mahasiswa Batang Natal di Aceh Bagi-bagi Takjil

    • calendar_month Kamis, 21 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LHOKSEUMAWE (Mandailing Online) – Mahasiawa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Batang Natal-Aceh (IMABANA-Aceh) yang berkuliah di Universitas Malikussaleh membagi-bagi takjil di kota Lhokseumawe, Aceh. Kegiatan itu berlangsung pada Selasa (19/4/2022). Sasaran penerima adalah warga yang melintas di jalan raya, pencari nafkah di sekitar jalan raya seperti tukang bejak, tukang tambal ban, dan para penjual kerupuk. […]

  • Grebek Rumah Pelaku Curanmor, Tapi 12 Bal Ganja Yang Didapat

    Grebek Rumah Pelaku Curanmor, Tapi 12 Bal Ganja Yang Didapat

    • calendar_month Sabtu, 25 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Personil Reskrim Polres Madina menggrebek rumah di Desa Siobon, Panyabungan, Sabtu (25/6) hendak menangkap pelaku yang diduga telah melakukan 7 kali pencurian sepeda motor. Penggrebekan sekira pukul 02.00 Wib itu, tertangkap dua orang tersangka serta 12 bal daun ganja kering dan satu timbangan. Kedua tersangka yang tertangkap masing-masing RN (17) status […]

  • Belum Gajian 6 Bulan, Puluhan Kepdes Datangi Sekda

    Belum Gajian 6 Bulan, Puluhan Kepdes Datangi Sekda

    • calendar_month Kamis, 25 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Puluhan kepala desa dari Kecamatan Siabu mendatangi Sekretaris Derah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rabu (24/7). menuntut pencairan gaji yang belum cair sejak Januari lalu. Gejolak dari kecamatan Siabu ini menambah daftar kemelut gaji kepala desa, setelah sebelumnya para kepala desa dari Kecamatan Panyabungan mendatangi kantor Pemkab Madina karena belum gajian sejak […]

  • Spanduk “Usir TKA China” Raib dari Pagar Taman Panyabungan

    Spanduk “Usir TKA China” Raib dari Pagar Taman Panyabungan

    • calendar_month Sabtu, 14 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Spanduk yang bertulis “USIR TKA CHINA DARI BUMI GORDANG SAMBILAN” sudah raib dari pagar taman Panyabungan. Pantauan Mandailing Online, Sabtu (14/7/2018), spanduk itu tak ada lagi di pagar taman itu. “Saya juga tak tahu kapan spanduk itu diturunkan, siapa yang nurunkan juga tak tahu,” kata seorang pengemudi beca bermotor menjawab Mandailing […]

  • Simpang Pining Ucapkan Terimakasih Kepada Bupati Madina

    Simpang Pining Ucapkan Terimakasih Kepada Bupati Madina

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ULUPUNGKUT (Mandailing Online) – Kepala Desa Simpang Pining Ahmad Hasan mengucapkan terimakasih kepada Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution yang datang menyerahkan bantuan pangan kepada masyarakat di dua desa terdampak benaca alam. Simpang Pining di Kecamatan Ulupungkut dan Batahan di Kecamatan Kotanpan sempat terisolasi akibat longsor menimbun badan jalan sejak 25 November 2025). Bupati […]

expand_less