Sabtu, 14 Mar 2026
light_mode

Mengunjungi Penghuni Gubuk di Sekitar Pemakaman Dusun Tanjung Tua

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
  • print Cetak


Hidup Nomaden setelah Ayah Meninggal dan Ibu Sakit Jiwa
Sungguh tragis kehidupan yang dijalani kakak beradik, Kholia Harahap (35) dan Dian Harahap (7). Di tengah kemajuan zaman yang serba canggih, keduanya justru hidup serba kekurangan dalam segala hal.
eduanya tinggal di gubuk reyot seadanya di dekat kuburan umum Dusun Tanjung Tua, Desa Marsada, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Ketika disambangi METRO, Kamis (18/11), kakak beradik ini mengaku, baru menempati gubuk yang dibuatnya sendiri sejak 3 minggu terakhir. Sebelumnya, mereka pindah dari gubuk ke gubuk lainnya. Alasannya hanya satu, mereka tak punya tempat tinggal. Dan hidup nomaden (berpindah-pindah,red) itu sudah dijalani sejak 6 tahun lalu.

“Kami hidup seperti ini sekitar 6 tahun terakhir, sejak ayah kami meninggal di Desa Hasahatan Dolok (Kecamatan Sipirok). Kami tak punya tempat tinggal,” kata Kholia.

Diceritakannya, untuk memenuhi kebutuhan hidup, keduanya harus menunggu jika ada warga yang meminta untuk bekerja secara upah di ladangnya. Dan upah kerja tersebut yang digunakan untuk membeli beras dan kebutuhan lainnya.

“Kalau ada yang mengajak kerja, biasanya ada upahnya Rp30 ribu per hari. Lalu, kami belikan beras dan kebutuhan lain. Jika tidak ada, sesekali kami mengunjungi famili di pasar untuk mendapatkan makanan,” terangnya.

Ditambahkannya, mereka 3 bersaudara, 1 laki-laki dan 2 perempuan dan setelah ayahnya meninggal dan dikebumikan di Desa Hasatan Dolok, ibunya mengalami gangguan jiwa dan saat ini bersama keluarga lain di Padangsidimpuan (Psp), sedangkan adiknya yang laki-laki, Hotman Saputra (13) saat ini bekerja di salah satu kedai nasi di Pasar Sipirok.

“Mereka tak sekolah, ibu kami stres setelah ayah meninggal dan sekarang di Psp. Adik saya membantu rumah makan di Pasar Sipirok dan sesekali dia datang membawa makanan,” ungkapnya.

Pantauan METRO Kamis (18/11), kondisi kehidupan kedua kakak beradik tersebut sangat memprihatinkan, baju yang dikenakan sudah kumal, kulit tampak lusuh, rambut kucel. Di dalam gubuk, ada tikar plastik yang dibalut daun salak serta ilalang kering berukuran sekitar 2 x 1,5 meter persegi. Ironinya, itu semua tak berguna bila hujan turun.

Kholia tidak pernah mengenyam sekolah, demikian juga Dian, sementara Hotman pernah tapi tidak sampai tamat SD. Mereka tidak punya keluarga lagi. Soal makan, tidak tentu, kadang sekali, kadang dua kali dalam sehari.

Di gubuk yang berjarak sekitar 300 meter dari pemukiman warga tersebut mereka bertahan entah sampai kapan. (*)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tipu Calon Bupati, Dua Anggota DPRD Madina Dipenjara

    Tipu Calon Bupati, Dua Anggota DPRD Madina Dipenjara

    • calendar_month Kamis, 25 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Medan, Dua oknum Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dari Fraksi Hanura yakni Rizal Effendi Nasution dan Ali Makmur Nasutin ditahan Kejari Madina akibat melakukan tindak pidana penipuan terhadap Calon Bupati Madina Aswin Parinduri. Keduanya ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Sipaga-Paga Panyabungan, Selasa (23/08/2011) usai berbuka puasa. Penahanan dilakukan setelah pihak Kejari Madina menerima pelimpahan berkas […]

  • Ratusan Hektar Sawah di Huraba Dilantak Banjir

    Ratusan Hektar Sawah di Huraba Dilantak Banjir

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Curah hujan yang masih tinggi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tak saja mengakibatkan longsor tebing jalan di sejumlah kecamatan, arael persawahan juga menjadi korban amukan banjir. Di Desa Huraba Kecamatan Siabu diperkirakan ratusan hektar areal persawahan berisi tanaman padi berumur satu sampai tiga minggu terendam banjir. Ketinggian air mencapai satu […]

  • Turunkan Puluhan Spanduk Sambut Ramadan di Panyabungan, FPI Protes Satpol PP

    Turunkan Puluhan Spanduk Sambut Ramadan di Panyabungan, FPI Protes Satpol PP

    • calendar_month Rabu, 8 Mei 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Satpol PP Mandailing Natal menurunkan puluhan spanduk dan baliho ucapan Marhaban Ya Ramadan milik FPI di Panyabungan. Akibatnya Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (FPI) Mandailing Natal (Madina) protes. FPI Madina menilai Satpol PP Madina arogansi sepihak dan diskriminatif terhadap keberadaan FPI. “Kita sangat menyesalkan dan mengecam keras tindakan over […]

  • Bupati Madina Salurkan Zakat dari Baznas

    Bupati Madina Salurkan Zakat dari Baznas

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal, Sumut Saipullah Nasution menyalurkan zakat, infak dan sodaqoh yang dikelola Baznas kepada 354 mustahik, Kamis (27/3/2025). Dari total 354 mustahik itu terdiri dari masyarakat ekonomi lemah (program Peduli), kalangan pelajar (program Cerdas), tambahan modal usaha (program Makmur) dan kelompok pengurus masjid (program Takwa). Penyaluran berlangsung di masjid Nur […]

  • Perantau Keluhkan Galundung

    Perantau Keluhkan Galundung

    • calendar_month Senin, 27 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Perantau asal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) khususnya Panyabungan mengeluhkan kondisi lingkungan pemukiman masyarakat yang sudah banyak dimasuki Galundung (mesin penghancur batu mengandung biji emas, red). Pasalnya, galundung yang diketahui menggunakan mercury atau bahan beracun bakal membahayakan kesehatan masyarakat, dan perantau juga menyesalkan sikap pemerintah dan juga instansi terkait karena hingga saat ini belum berhasil menertibkannya […]

  • Ini Jadwal Pemeriksaan Kesehatan Bapaslon Bupati Madina

    Ini Jadwal Pemeriksaan Kesehatan Bapaslon Bupati Madina

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online: Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Mandailing Natal ( Madina) menjadwalkan pemeriksaan kesehatan bagi pendaftar calon bupati akan berlangsung 1 September 2024 di Rumah Sakit Haji Medan. Ketua KPU Madina Ikhsan Matondang mengatakan, ada dua bakal pasangan calon ( Bapaslon) yang mendaftar ke KPU Madina, kedua paslon ini diberikan surat pengantar untuk pemeriksaan […]

expand_less