Home / Berita Nasional / Menteri Pertanian Akan Perkuat Penyuluh Kecamatan

Menteri Pertanian Akan Perkuat Penyuluh Kecamatan

 

Seorang pakar pertanian memeriksa tanaman padi

GOWA – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo segera mewujudkan optimalisasi peran penyuluh kecamatan.

Untuk memuluskan optimalisasi itu, pemerintah membentuk Sistem Komando Strategis Teknis Pertanian (Kostra Tani) dalam 100 hari pertama.

Itu diungkap Syahrul di Rumah Kayu Gowa, Minggu (27/10) seusai mengikuti Car Free Day.

Seluruh aktivitas level lapangan, pengendalian dan operasionalnya dipusatkan di kecamatan-kecamatan.

Mentan menyebut, selain penguatan sektor pangan, penguatan penyuluh kecamatan ini juga sebagai langkah penyusunan data pertanian yang ril.

Selama ini data pertanian masih dinilai kurang akurat menyebabkan tidak efektifnya regulasi yang diluncurkan pemerintah.

Kegiatan dan data dari penyuluh kecamatan akan terkineksi dan dimonitor secara khusus di War Room Kantor Pusat Kementan.

Menurut Mentan, penyuluh adalah ujung tombak dan garda terdepan ketahanan pangan.

“Balai-balai penyuluhan di tingkat kecamatan akan dilengkapi dengan data dan perangkat digital yang bisa memantau kapan dilakukan panen, proses tanam, dinamika pasar dalam dan luar negeri sampai pergerakan Alsintan,” ujar Syahrul dikutip Tabloid Sinar Tani.

Mentan menegaskan program Kostra Tani untuk lebih memperkuat Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan (BPPK) sebagai tempat konsolidasi penyuluh. Dirinya merasa penting mengingat strategisnya peran dan fungsi penyuluh.

“Penyuluh itu adalah otaknya rakyat, manajemen hatinya rakyat yang selalu mendampingi rakyat. Dan mereka akan menjadi kopassus nya pertanian,” tegasnya.

Kostra Tani diharapkan bukan hanya meningkatkan produksi, namun juga kesejahteraan petani dan rakyat Indonesia.

Syahrul peraih Bintang Mahaputra Utama bidang pertanian ini, mempunyai harapan besar programnya akan berdampak luas dan cepat bagi kesejahteraan.

“Bila dibandingkan, pendapatan per kapita petani Indonesia masih dikisaran 40 juta. Sedangkan negara Malaysia sudah melebihi 146 juta, bahkan Jepang sudah 380 juta. Kita segera bangkit! Dan hal ini diraih bila kita bekerja dengan baik,” tegasnya.

Sumber : Sinar Tani
Editor : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: