Kamis, 12 Mar 2026
light_mode

Netralitas moderator debat kedua capres diragukan?

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2014
  • print Cetak

JAKARTA – Kubu pendukung pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, La Nyalla Mataliti, mempertanyakan dipilihnya Ahmad Erani Yustika sebagai moderator debat edisi kedua. Debat yang akan bertemakan Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial itu akan digelar besok, Minggu 15 Juni 2014.

La Nyalla mengatakan, Ahmad Erani Yustika selama ini dikenal sebagai dosen Universitas Brawijaya, Surabaya dan tokoh yang dekat dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), salah satu partai pendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Dia bahkan pernah menjadi tim sukses pasangan JK-Wiranto di Pemilu Presiden 2009.

La Nyalla mengaku mendapat informasi itu dari pesan singkat temannya sesama lulusan Universitas Brawijaya, Surabaya. Dalam pesan singkat itu, La Nyalla selaku pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa diminta mempertanyakan independensi Ahmad Erani Yustika sebagai moderator debat edisi kedua yang berpotensi membocorkan soal debat kepada Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Saya kaget juga menerima SMS itu. Teman-teman sesama alumnus Universitas Brawijaya yang mengirimi saya," ujar La Nyalla kepada wartawan, tadi malam.

Menanggapi hal tersebut, wakil ketua umum PSSI itu menuntut moderator debat pilpres tahap kedua, Ahmad Erani Yustika bersikap netral, dan tidak membocorkan materi soal debat capres tahap kedua.

"Sebagai intelektual dengan gelar profesor, saya yakin Profesor Erani paham apa risiko pada kredibilitasnya jika tidak bisa bersikap netral. Karena itu saya berharap, Profesor Erani benar-benar bersikap netral," ujarnya.

Sementara itu, Ahmad Erani saat dikonfirmasi melalui telepon, enggan berkomentar banyak terkait keraguan kubu Prabowo-Hatta. Dia juga tidak bersedia menjawab saat dikonfirmasi apakah benar pada Pemilu 2009 lalu masuk dalam tim sukses Jusuf Kalla- Wiranto.

"Saya tidak boleh bicara dengan media oleh KPU," kata Profesor Erani Yustika. Dia mengaku, tidak ingin berkomentar yang nantinya bisa menimbulkan polemik.

Erani Yustika mengatakan, penunjukan dia sebagai moderator debat capres sudah disepakati oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan kedua tim sukses calon presiden.

"Jika saya dicurigai lebih condong kepada Jokowi-JK mengapa akhirnya penunjukan saya jadi moderator juga disepakati oleh tim sukses Prabowo-Hatta," tegasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Chandra Fajri menjamin Erani Yustika akan bersikap netral dan independen sebagai moderator. "Saya yakin Pak Erani akan bertindak profesional, beliau pasti akan menjadi moderator yang netral dalam debat capres," kata Chandra.

Dia menambahkan, KPU sebagai penyelenggara debat sudah memiliki pertimbangan tersendiri memilih Erani Yustika sebagai moderator. Disamping itu menurut Chandra, selama ini Erani condong dengan sistem perekonomian kerakyatan yang juga diusung oleh dua kandidat capres.

"Saya melihat tulisan-tulisan Pak Erani banyak yang mengusung tentang ekonomi kerakyatan, dimana sistem tersebut juga diusung dalam program dua capres yang ada. Jadi saya kira tidak ada masalah jika Pak Erani yang menjadi moderator," tegas Chandra.(Viva)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemda Diminta Seriusi Teror Harimau di Ranto Panjang

    Pemda Diminta Seriusi Teror Harimau di Ranto Panjang

    • calendar_month Rabu, 3 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) diminta lebih serius menangani teror harimau di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Muara Batang Gadis. Tahun ini tercatat 2 penduduk jadi korban. Yakni, Karman Lubis (32) penderes karet, tewas diterkam harimau pada Maret 2013. Kemudian Torkis Lubis (30) penderes karet, diterkam harimau pada 22 Juni 2013. Keduanya merupakan […]

  • Serahkan E-KTP

    Serahkan E-KTP

    • calendar_month Kamis, 19 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil, Tenaga Kerja dan Sosial Kabupaten Mandailing Natal (Madina), M Jamil Lubis disaksikan Camat Panyabungan, Drs Sahnan Pasiribu menyerahkan KTP elektronik kepada warga Panyabungan secara simbolis di Aula Kantor Camat Panyabungan, Rabu (18/7).“E-KTP ini merupakan identitas diri secara online yang bisa di akses diseluruh Indonesia sehingga punya banyak manfaat terhadap masyarakat […]

  • Aktivis Hukum Sumut : Bawaslu Wajib Tindaklanjuti Kasus Panyabungan Utara

    Aktivis Hukum Sumut : Bawaslu Wajib Tindaklanjuti Kasus Panyabungan Utara

    • calendar_month Senin, 22 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Bawaslu Madina wajib menindaklanjuti kasus money politic dan mobilisasi anak-anak pada Pemilu di Panyabungan Utara, Madina. Itu ditegaskan aktivis hukum Sumatera Utara, Dr. Adi Mansar Lubis,SH,M.Hum menjawab wartawan via telefon seluler, Senin (22/4/2019). Menurutnya, pelanggaran dalam Pemilu itu yang paling besar jika dilakukan peserta Pemilu, salah satunya adalah money politic, […]

  • Perantau Keluhkan Galundung

    Perantau Keluhkan Galundung

    • calendar_month Senin, 27 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Perantau asal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) khususnya Panyabungan mengeluhkan kondisi lingkungan pemukiman masyarakat yang sudah banyak dimasuki Galundung (mesin penghancur batu mengandung biji emas, red). Pasalnya, galundung yang diketahui menggunakan mercury atau bahan beracun bakal membahayakan kesehatan masyarakat, dan perantau juga menyesalkan sikap pemerintah dan juga instansi terkait karena hingga saat ini belum berhasil menertibkannya […]

  • Lima Kabupaten/Kota Surati Menteri PU

    Lima Kabupaten/Kota Surati Menteri PU

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Tapsel  – Lima Kepala daerah di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) meliputi, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Mandailing Natal (Madina) Padanglawas (Palas), Padanglawas Utara (Paluta) dan Kota Padangsidimpuan, melayangkan surat bersama kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) atas banyaknya jalinsum yang rusak di Tabagsel. Isi surat tersebut memohon kepada pemerintah pusat melalui kementerian agar serius membangun Jalinsum […]

  • Panyabungan Dicemari Galundung, Pemkab Mandul Atasi Tambang Liar

    Panyabungan Dicemari Galundung, Pemkab Mandul Atasi Tambang Liar

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih mandul mengatasi persoalan tambang emas liar di berbagai kawasan di Madina. Sementara itu kota Panyabungan sudah dikepung oleh banyaknya unit-unit galundung (gelondongan batu emas) yang berdampak makin berbahayanya keselamatan warga kota dari pencemaran mercury. Disisi lain, korban nyawa melayang juga sudah banyak terjadi di lobang-lobang […]

expand_less