Home / Seputar Madina / ODP di Madina Sudah 538 Orang

ODP di Madina Sudah 538 Orang

Peta sebaran ODP di Madina

PANYABUNGAN (Mandailing Online) -Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 di Kabupaten Mandailing Natal terus bertambah.

Hingga, Jumat (27/3/2020) jumlah ODP mencapai 538 orang.

Data ini melejit dibanding posisi tanggal 24 Maret lalu yang masih di angka 17 orang.

Sebagaimana dilansir Antara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Mandailing  Natal, Sahnan Pasaribu, Jumat (27/3) menyampaikan, data tersebut sesuai dengan peta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mandailing Natal tanggal 23 Maret 2020 pukul 15.00 WIB.

Pada peta itu disebutkan jumlah ODP tersebar di seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten itu.

Dari 538 ODP itu, rinciannya di Kecamatan Muara Batang Gadis sebanyak 14 orang, Kecamatan Naga Juang 7 orang, Kecamatan Hutabargot 17 orang, Batang Natal 88 orang, Lingga Bayu 1 orang, Batahan 15 orang, Ranto Baek 28 orang, Tambangan 2 orang, Ulu Pungkut 19 orang, Lembah Sorik Marapi 91 orang, Panyabungan Selatan 2 orang, Pakantan 33 orang, Muarasipongi 23 orang, Kotanopan 4 orang, Panyabungan Timur 16 orang, Panyabungan 76 orang, Bukit Malintang 30 orang dan di Kecamatan Siabu sebanyak 63 orang.

Grafik perkembangan ODP Covid-19 di Mandailing Natal

Dari data 538 orang ODP ini sebanyak 477 orang dinyatakan sudah sehat, sedangkan gejala klinis seperti demam, pilek dan batuk sebanyak 61 orang dan Pasien Dalam Perawatan (PDP) nihil.

Untuk meminimalisir penyebaran COVID-19, sebut Sahnan, petugas terus melakukan pemantauan terhadap warga yang baru melakukan perjalanan dari luar Mandailing Natal.

Selain itu, tim Gugus Penanggulangan Covid-19 juga telah menginstruksikan pemerintah kecamatan hingga kelurahan/desa untuk melakukan pendataan kepada warga yang baru melakukan perjalanan khususnya dari daerah terpapar virus Covid-19.

“Tim juga terus melakukan pengecekan terhadap penumpang kendaraan di perbatasan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan serta melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke setiap falilitas umum yang ada di Madina,” sebut Sahnan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Madina, dr Syarifuddin Nasutioan menyatakan bahwa mereka yang ODP bukan berarti positif Covid-19 tatapi sebatas flu, batuk dan demam.

Sumber : Antara
Editor : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: