Jumat, 13 Mar 2026
light_mode

Oknum Dewan Terjaring Razia Mesum

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 7 Agt 2012
  • print Cetak

BINJAI, (MO)- Tim gabungan Polres Binjai dan Pemko Binjai, kembali melakukan razia hotel-hotel kelas melati dan hiburan karaoke di Kota Rambutan, Sabtu (4/8) tengah malam. Dari operasi ini, petugas mengamankan sejumlah pasangan tanpa identitas resmi dari kamar hotel, termasuk diantaranya oknum wakil rakyat Langkat.

Keterangan diperoleh, razia pertama kali dilakukan di Jalan T Amir Hamzah, Binjai Utara. Sasaran pertama petugas adalah Café Idola, yang dijadikan tempat hiburan karaoke. Dari lokasi ini, petugas tak berhasil menemukan pasangan selingkuh ataupun narkoba.

Lantas, tim gabungan bergegas menuju kafe lesehan Bunda di Jalan Ringroad Binjai-Deliserdang. Setibanya di Kafe Lesehan Bunda, petugas tak mampu berbuat banyak, setelah pemilik kafe dengan begitu akrab menjual nama salah seorang petugas yang juga berkantor di satu institusi hukum di Kota Binjai, dan membuat petugas langsung angkat kaki setelah sedikit terlibat perbincangan dan negosiasi dengan pemilik kafe.

Usai dari Kafe Lesehan Bunda, tim bergerak menuju hotel-hotel kelas melati di Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Binjai Timur. Namun sayang, petugas tidak merazia semua hotel yang ada, seperti Hotel Binjai dan Lestari.

Meski tidak merazia Hotel Lestari dan Hotel Binjai, tapi petugas mengobrak-abrik seluruh ruangan Hotel Garuda yang bersebelahan dengan kedua hotel yang tidak dirazia tadi. Dari dalam hotel, sejumlah pasangan selingkuh kaget mengetahui kehadiran petugas.

Bahkan, sepasang penghuni kamar yang mengendarai mobil Honda Jazz BK 29 VS diduga oknum DPRD Langkat berinisial AM langsung terburu-buru keluar dari dalam kamar dan memasuki mobilnya. Aksi pria itu akhirnya gagal saat mau memundurkan kenderaannya karena menabrak petugas Satuan Samapta Polres Binjai yang kemudian memaksa pengemudi mobil memakai baju kaos berkera itu turun dari dalam mobilnya.

Sementara itu, teman wanitanya MS, mengendarai mobil Honda Jazz warna silver B 183 LK juga kabur dari dalam kamar dan masuk kedalam mobilnya. Meski berulang kali dibujuk dan dipaksa petugas untuk keluar dari mobil, namun wanita yang disebut-sebut pegawai di Kecamatan Stabat itu, tak bersedia membuka kaca mobilnya, hingga petugas pun meninggalkannya di teras hotel.

Kasat Reskrim AKP Aris Fianto mengatakan tidak semua orang dibawa karena tidak semua yang terjaring terpantau.(ndi.sumutpos)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oknum Polisi Berbuat Mesum, Massa Serbu Polsek

    Oknum Polisi Berbuat Mesum, Massa Serbu Polsek

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    Ratusan penduduk Kelurahan Sipolu-polu, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyerbu Unit Lantas dan Mapolsek Panyabungan, Jumat sore (20/9/2013) menyebabkan banyak fasilitas rusak dilempari massa. Penyerbuan massa ini diduga akibat emosi massa memuncak menyusul munculnya issu akan ada sweeping oleh polisi terkait peristiwa pemukulan oleh warga terhadap oknum polisi, Bripka Sg yang diduga melakukan perbuatan mesum […]

  • Azwar: Itu Honorer Betulan atau Siluman

    Azwar: Itu Honorer Betulan atau Siluman

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ratusan ribu tenaga honorer kategori dua (K2) yang sudah menjalani tes CPNS tahun lalu, siap-siap gigit jari. Pasalnya dari jumlah honorer K2 yang hampir mencapai 605.179 orang, pemerintah hanya akan meluluskan sekitar 30 persennya saja. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) menjadwalkan, pengumuman kelulusan honorer K2 menjadi CPNS digelar besok […]

  • Gajah Sumatera

    Gajah Sumatera

    • calendar_month Rabu, 15 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    GAJAH SUMATERA Sejumlah gajah Sumatera jinak dewasa berada di dalam Sungai kawasan “Flying Squad” Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Riau, pekan lalu. di kawasan Flying Squad di TNTN tersebut terdapat 10 gajah Sumatera jinak dewasa dan 4 anak gajah lainya yang masih membutuhkan pelatihan khusus. (nantara/fachrozi amri)

  • Kantor KPU & Panwas Dijaga Ketat

    Kantor KPU & Panwas Dijaga Ketat

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hasil Olah TKP: Rumah Dilempar Bensin lalu Dibakar MADINA- Polres Mandailing Natal, hingga kemarin (4/2), belum menetapkan tersangka pelaku pembakaran rumah Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Madina Jefri Antoni SH. Namun, dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi memperkirakan pelaku lebih dari satu orang. Terkait pembakaran rumah Jefri tersebut, Polres menempatkan empat personel di kantor […]

  • 252 Anggota Koperasi Kuala Tunak Tabuyung Hadiri RAT, Pertanggungjawaban Diterima

    252 Anggota Koperasi Kuala Tunak Tabuyung Hadiri RAT, Pertanggungjawaban Diterima

    • calendar_month Minggu, 25 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    TABUYUNG ( Mandailing Online) : Rapat Anggota Tahunan (RAT) merupakan kewajiban setiap koperasi, karena merupakan wujud dari pertanggung jawaban pengurus dan pengawas kepada anggota atas kinerjanya. Dalam menjalankan kewajiban tersebut, Koperasi Kuala Tunak yang ada di Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) Jum’at 23/8/2024 melaksanakan RAT. Ketua Koperasi Kuala Tunak […]

  • Nasrul Hilmi Nasution Bantah Sering Absen Sebagai Anggota DPRD Madina

    Nasrul Hilmi Nasution Bantah Sering Absen Sebagai Anggota DPRD Madina

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ) – Nasrul Hilmi Nasution, anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang beberapa hari ini menjadi sorotan karena sering absen membantah. Dia mengatakan, tugas dari seorang anggota DPRD tidak seperti eksekutif yang harus selalu hadir setiap hari. Sehingga dirinya merasa tingkat kehadiran tak terlalu penting. “Anggota DPRD itu bukan seperti pemerintah […]

expand_less