Selasa, 10 Mar 2026
light_mode

Pasca Terbitnya Hak Paten Kopi Mandailing : Penguatan Petani dan Negosiasi Mandheling Coffee (Bagian 1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 16 Nov 2016
  • print Cetak

bupati dan kopi Mandailing

bupati dan kopi Mandailing

Hak Paten untuk Kopi Mandailing telah diterbitkan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Hukum dan HAM. Namanya Hak Paten Indikasi Geografis Kopi Arabika Sumatera Mandailing. Itu artinya, eksportir dari Indonesia dan produsen bubuk kopi di seluruh dunia yang memasang Mandheling Coffee sebagai nomenklatur labelnya tak dibolehkan lagi kecuali atas seizin dari Mandailing Natal.

Perkembangan itu tentu memiliki dampak terhadap sektor hulu dan hilir kopi di Mandailing Natal. Termasuk bagaimana pemerintah Kabupaten mandailing Natal dan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Kopi Mandailing (MPIG) meningkatkan kualitas kopi di tingkat petani, baik dari sisi budidaya hingga pasca panen agar sesuai dengan standar kualitas pasar internasional. Serta bagaimana pula melakukan negosiasi dengan produsen-produsen yang selama ini memakai nama Mandailing.     

Tak kalah penting adalah bagaimana upaya Pemkab Mandailing Natal mensiasati ini sebagai salah satu peluang besar mendongkrak ekonomi petani di tengah terpuruknya harga karet. Untuk itu, Dahlan Batubara dan Maradotang Pulungan mewawancarai Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution dan Ketua MPIG Zubaei Lubis dalam dua kesempatan berbeda, pekan lalu.

Hasil wawancara dengan bupati diterbitkan pada segmen Pasca Terbitnya Hak Paten Kopi Mandailing :  Penguatan Petani dan Negosiasi Mandheling Coffee (Bagian 1). Sedangkan hasil wawancara diterbitkan di segmen Pasca Terbitnya Hak Paten Kopi Mandailing :  Penguatan Petani dan Negosiasi Mandheling Coffee (Bagian 2).

Berikut petikan wawancara dengan Bupati Madina, Drs. H. Dahlan Hasan Nasution :

 

Bagaimana harapan Pak Bupati pasca terbitnya sertifikat hak peten ini?

Sertifikasi ini tentu rahmat tuhan yang maha besar buat kita semua, terutama rakyat para petani kopi. Jadi saya sangat berharap besar memboomingkan ini (kopi Mandailing) bersama ketua (Ketua MPIG) .

Nah, di APBD 2017 itu harus tertampung pembibitan, tapi harus kopi yang unggul. Berhubung karena di Pakantan itu di dekat Ulu Pungkut juga masih ada kopi-kopi yang besar yang sudah tumbang tapi masih tumbuh tunas, itulah sebagai tempat penghasil bibit, dan bibit ini harus benar-benar dibibitkan oleh pemerintah dalam hal ini oleh Dinas Pertanian, yang punya kualitas sehingga bibitnya bagus. Dan rakyat tidak boleh dibebani serupiah pun. Itulah dulu sumbangsih pemerintah kepada rakyat sehingga barangkali kemerosotan ekonomi masyarakat akan terpuruknya harga karet bisa segera kita tutupi.

Dan di sela-sela kopi saya minta ada sayur mayur. Berapa milyar, seperti yang sering saya sampaikan, berapa milyar kita antar setiap bulan ke Karo, kita antar tiap bulan Kebukit Tinggi membeli sayur mayur, itu kan pola hidup yang menyalah. Kita berharap agar segera ini kita akhiri, ayo berjalan di atas rel yang benar sehingga rakyat barangkali bisa tertolong.

Artinya, upaya untuk mengembangkan tanaman kopi satu keharusan pasca terbitnya hak paten ini? 

Budi daya kopi. Dan contohnya saya buat di sebelah kiri kantor bupati, mungkin dalam beberapa hari ini sudah ditanami semua, termasuk sayur mayurnya juga ditanami di situ (pola tumpang sari) sehingga rakyat bisa mencontohnya. Masyarakat kita kan sampai sekarang tak menerima kalau hanya ngomong, kalau kita ngomong tanpa bukti yang jelas, rakyat tidak akan mau.

Lalu dari sisi instrument ekspor Kopi Mandailing, bagaimana dampaknya?

Sebenarnya ketuanya (ketua MPIG) yang paling hajap sekarang, karena mereka (produsen bubuk kopi) ingin kontrak, saya bilang  jangan, nanti ketika kita mengadakan kontrak, hak-hak tentang trek harga yang berlaku secara internasional itu akan terabaikan. Saya bilang sama ketua, kalau boleh kita ikut harga pasaran saja, sehingga barangkali tidak terjebak kita ke dalam sistem pengijonan, jangan mau kita itu.

Harapan kepada asosiasi, terutama MPIG?

Harus didorong. Mereka sudah harus menyiapkan penyuluh yang betul-betul ahli kopi, baik pra panen maupun pasca panen. Mendorong masyarakat luas. Saya berharap, di mana pun, dia rumah yang sebesar apapun, sisa pekarangannya selain bunga-bungaan yang sudah terbiasa kita tetap berharap minimal satu batang tanaman kopi harus ada di pekarangan rumahnya.

Selama ini di berbagai negara sudah banyak produk bubuk kopi dengan Mandheling Coffee sebagai nomenklatur labelnya, bagaimana ini setelah hak peten ini terbit?

Jadi begini, itu benar, benar sekali. Selama ini produk kopi kita dari Mandailing hanya berkisar 25 ton sebulan, sebelum kami boomingkan, sebelum saya benahi dulu yang tujuh belas petani kopi, dari 25 ton itu bisa sampai ke Medan Kopi Mandailing ada 150 ton, mereka campur, tapi tetap nama Kopi Mandailing. Inilah barang kali dengan adanya ini (hak paten) tentu kita sudah bisa meng-cancel semua, ini lho Kopi Mandailing yang sebenarnya.

Tentunya, ini salah satu mensiasati keterpurukan harga komoditi karet?

Ini salah satu solusi yang kita harapkan mampu meningkatkan tingkat ekonomi di tengah terpuruknya harga karet.

Karena bagaimana pun, saya banyak berbincang dengan ahli ekonomi, terutama ahli ekonominya Bapak Presiden, beliau memprediksi, mudah-mudahan salah kata beliau, dalam rentang empat sampai lima tahun ini harga karet masih sulit untuk normal. Makanya jika kita tetap bertahan di karet tentu bisa hajab kita.

Nah itulah, selain kopi itu, sebelum petani kita mendapatkan hasil dari kopi, tanam sayur mayur dulu diantara tanaman kopi sehingga pendapatan petani sudah ada sebelum kopi masuk masa panen.

Bagaimana harapan Pak Bupati kepada Petani dalam intensifikasi kopi ini?

Tolong benar-benar terutama mengenai mutu. Saya akan mengerahkan penyuluh mendampingi petani. Ketua (ketua MPIG) harus tiap hari mencek, mengatur semuanya sehingga itu (kualitas kopi) tetap terjaga.***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Varietas Padi Siganteng Kalahkan Produksi Nasional

    Varietas Padi Siganteng Kalahkan Produksi Nasional

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Demplot tanaman padi varietas lokal bernama Siganteng mampu memproduksi gabah 8,1 ton per hektar. Sementara produksi nasional masih sekitar 6 hingga 7 ton per hektar. Demplot dilakukan di Desa Huraba, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina) yang dilakukan kelompok tani Desa Maju kerjasama Kodim 0212/TS dan Dinas Pertanian Madina, musim ini. […]

  • Kritik Untuk SBY "Pemimpin, Keberanian, dan Perubahan"

    Kritik Untuk SBY "Pemimpin, Keberanian, dan Perubahan"

    • calendar_month Minggu, 12 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tulisan Kolonel Adjie Suradji Berisi Kritik pada SBY di Harian Kompas Oleh: Adjie Suradji Terdapat dua jenis pemimpin cerdas, yaitu pemimpin cerdas saja dan pemimpin cerdas yang bisa membawa perubahan. Untuk menciptakan perubahan (dalam arti positif), tidak diperlukan pemimpin sangat cerdas sebab kadang kala kecerdasan justru dapat menghambat keberanian. Keberanian jadi satu faktor penting dalam […]

  • Tak Berkategori

    PEMKAB MADINA SEPI

    • calendar_month Selasa, 21 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komplek perkantoran Pemkab Madina sepi, Selasa (21/5/2013). Aktifitas perkantoran juga terlihat lesu. Hari-hari sebelumnya juga terlihat sepi sejak bupati Madina Hidayat Batubara berada di Jakarta sebagai tahanan KPK. Sejumlah staf di perkantoran Pemkab Madina menyebutkan, banyak kepala SKPD yang berangkat ke Jakarta dengan alasan untuk urusan pemerintahan dengan bupati. Sementara itu, […]

  • Jozef Lenc, Berawal dari Puasa

    Jozef Lenc, Berawal dari Puasa

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jozef Lenc, pengajar ilmu politik merasa ada yang hilang dengan kepercayaan yang dianutnya. “Ada sesuatu yang hilang,” ungkap dia seperti dikutip the slovak spectator, Selasa (29/10). Setiap Lenc menghadiri gereja, namun dogma gereja selalu menganggunya. Tak sengaja, Lenc menemukan buku tentang Islam. Selesai membaca, banyak hal yang membuatnya begitu tertarik. Dogma gereja yang mengganggunya pun […]

  • Mabes TNI AU Terima Bintara AU 2011

    Mabes TNI AU Terima Bintara AU 2011

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) membuka kesempatan kepada pemuda/pemudi Indonesia untuk menjadi Bintara TNI Angkatan Udara. Pendaftaran dimulai sejak tanggal 1 Februari sampai 4 Maret 2011. Tempat pendaftaran di Dinas Personel Pangkalan TNI AU Medan Jl Imam Bonjol no 43 Medan. Sesuai dengan berita pers Komando Operasi TNI AU […]

  • TNI Kembali Temukan Ladang Ganja di Torsihite Madina

    TNI Kembali Temukan Ladang Ganja di Torsihite Madina

    • calendar_month Jumat, 22 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Komandan Korem 023/KS Kolonel Inf Lukman Hakim Pimpin Pemusnahan ladang Ganja seluas 3 Hektar di Bukit Torsihite Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal, Kamis (21/9). Danrem mengatakan Penemuan ladang ganja berawal dari peninjauan latihan UST Tingkat Kompi Yonif 123/RW, dan laporan dari Intelijen bahwa adanya ladang ganja di sekitar daerah […]

expand_less