Selasa, 17 Mar 2026
light_mode

Pejabat Pemkab Madina Tembak Warga Pakai Pistol

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 13 Feb 2017
  • print Cetak

Hasbi (kiri) bersama warga dan pemilik warung di warung lokasi kejadian

PUNCAK SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Seorang pejabat di Pemkab Mandailing Natal berinisial G dilaporkan ke polisi atas tuduhan menembak warga Desa Hutanamale menggunakan pistol.

G dilaporkan menembak seorang warga Hutanamale, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Minggu dini hari (12/2/2017) di satu warung kopi di desa itu. Warga yang ditembak bernama Hasbi Nasution, warga setempat.

Hasbi Nasution sudah mengadukan penembakan itu ke Polres Madina pada Minggu siang.

Sejumlah warga menjawab Mandailing Online, Senin (13/2) mengungkapkan mendengar tembakan dari warung itu pada Minggu dini hari sekira pukul 00.30, sehingga warga berhamburan dan berkerumun di warung kopi itu.

Sementara itu, Hasbi Nasution menjawab Mandailing Online di kediamannya Desa Hutanamale, Senin (13/2) membenarkan bahwa dia telah melakukan pengaduan ke Polres Madina pada Minggu siang.

Kronologis peristiwa itu, kata Hasbi, dini hari itu dia dan sejumlah warga sedang minum kopi di warung itu. Kemudian muncul oknum G bersama Kepala Desa Sibanggor Jae, Imbalo dan seorang warga Sibanggor Jae dan masuk ke warung itu.

Ketika duduk di warung itu, tiba-tiba G mengeluarkan pistol dan meletakkannya di atas meja secara keras. Lalu, Hasbi yang kebetulan hendak melangkah keluar dari warung berujar “pistol dei dongan sanga mancis ? (itu pistol atau mancis?)”.     

Sejurus oknum G menjawab dengan bahasa tak senonoh sambil menodongkan pistol itu ke arah Hasbi, dan melepaskan tembakan satu kali ke arah paha Hasbi. “Untungnya saat itu saya refleks meloncat sehingga peluru tak kena ke paha atau kaki saya,” ujar Hasbi.  

Suara pistol itu membuat warga berkerumun mendatangi warung itu. Oknum G dikabarkan sempat meyatakan kepada warga bahwa dia hanya main-main tak serius menembak Hasbi.

Hasbi menyatakan bahwa dia tak tahu apa persoalan dirinya dengan G, karena seingatnya dia tak memiliki masalah dengan G. Dan saat G hendak pergi meninggalkan warung itu, Hasbi juga telah meminta G untuk datang ke rumah Hasbi besok harinya membawa kaum keluarga untuk meminta ma’af secara adat.

“Tetapi, hingga kini tak ada  datang,” kata Hasbi yang memiliki 7 anak dan sehari-hari berprofesi petani serta tukang jaga gedung SD di desa itu tanpa gaji. Dia juga tak tahu jenis pistol yang digunakan G.

Dikabarkan bahwa G saat ini menjabat salah satu kepala bidang di Badan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Mandailing Natal.

Peliput : Maradotang Pulungan / Dahlan Batubara

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Iskandar Hasibuan: DPRD Madina Bukan Penghianat

    Iskandar Hasibuan: DPRD Madina Bukan Penghianat

    • calendar_month Selasa, 4 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    Pansus Palmaris Menunggu Paripurna Panyabungan (MO) – Sekretaris Komisis I DPRD Mandailing Natal (Madina), Iskandar Hasibuan menyatakan tak tepat DPRD Madina disebut penghianat. Sebab, Panitia Khusus (Pansus) Palmaris telah merumuskan hasil kerjanya dan menunggu untuk diparipurnakan. Hal ini dikatakan Iskandar menjawab wartawan di gedung dewan, Selasa (4/9) terkait tudingan Sugianto, mewakili warga Batahan yang menilai […]

  • Golkar Tak Khawatirkan Hak Angket Pajak

    Golkar Tak Khawatirkan Hak Angket Pajak

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Politisi Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, mengaku heran dengan para politisi DPR yang mencabut dukungannya dalam usulan hak angket pajak yang sedang bergulir di parlemen. Partai Golkar, kata Priyo, tidak merasa khawatir dengan adanya usulan hak angket mafia pajak tersebut. Padahal, ia melanjutkan, semula Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie disebut-sebut berkaitan dengan […]

  • Gegara Wanprestasi, Pemko Padangsidimpuan Dihukum Bayar Rp.883 Juta

    Gegara Wanprestasi, Pemko Padangsidimpuan Dihukum Bayar Rp.883 Juta

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    P.Sidimpuan (Mandailing Online ): Upaya hukum banding yang diajukan Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menemui jalan buntu. Pengadilan Tinggi Medan secara resmi menguatkan putusan tingkat pertama yang menyatakan pihak pemerintah telah melakukan wanprestasi atau cidera janji terhadap rekanan proyek CV Central Grafika Print dalam pengadaan dan pemasangan Alat Pengendalian Isyarat Lalu Lintas […]

  • Cegah Penyebaran Tetelo

    Cegah Penyebaran Tetelo

    • calendar_month Senin, 9 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kandang Disemprot, Ayam-ayam Diobati SIABU- Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Madina kembali mengimbau warga untuk melaporkan bila masih ditemukan ayam-ayam yang mati mendadak. Imbauan itu merupakan rangkaian pencegahan untuk meminimalisir penyebaran penyakit tetelo. “Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap ayam mati dan yang masih hidup di Desa Bonan Dolok, Kecamatan Siabu, penyakit yang dialami ayam-ayam […]

  • Publik Butuh Sistem yang Mendukung Tujuan Takwa

    Publik Butuh Sistem yang Mendukung Tujuan Takwa

    • calendar_month Jumat, 2 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Anita Safitri, S.Pd Anggota Komunitas Madina Menulis Bulan Ramadan 2021 tinggal sebentar lagi, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengeluarkan Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Siaran Pada Bulan Ramadhan. KPI menegaskan bahwa selama bulan Ramadan 2021 siaran televisi diperketat. Lembaga penyiaran diminta untuk tidak menampilkan muatan yang mengandung Lesbian, Gay, Biseksual dan […]

  • Didesak Pembangunan RSU Panyabungan Tahun 2014

    Didesak Pembangunan RSU Panyabungan Tahun 2014

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    Foto gedung RSU Panyabungan PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Terkait gagalnya pembangunan gedung baru RSU Panyabungan tahun ini, masyarakat Mandailing Natal (Mdina) tetap berharap agar dilanjutkan tahun 2014. Dana anggaran pembangunan RSU Panyabungan dan alat kesehatan bersumber dari Bantuan Daerah Bawaan (BDB) tahun 2013 sebesar 35 milyar rupiah gagal terrealisasi akibat tersandung kasus. “Meski begitu, kita […]

expand_less