Senin, 16 Mar 2026
light_mode

Pelunasan untuk Guru Swasta Dulu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 20 Sep 2013
  • print Cetak

Kemenag Cicil Hutang Tunjangan Sertifikasi

JAKARTA, – Kementerian Agama (Kemenag) akhirnya menunjukkan tanda-tanda kewalahan menuntaskan tunggakan hutang pembayaran sertifikasi guru. Mereka memutuskan melunasinya dengan sistem dicicil. Pelunasan dimulai tahun depan dengan mendahulunan guru swata.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag Nur Syam menuturkan bahwa total hutang Kemenag untuk membayar sejumlah tunjangan, termasuk tunjangan sertifikasi guru madrasah dan guru agama di sekolah umum mencapai Rp 5 triliun. “Kita tidak bisa melunasi langsung dalam satu tahun anggaran,” katanya kemarin.

Sebagai solusinya, mantan rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya itu menuturkan pelunasan hutang tadi akan dicicil. “Kita sudah sepakati dengan DPR, pelunasan mulai tahun depan sekitar Rp 1 triliun dulu,” ujarnya. Karena anggaran pelunasan hutang itu terbatas, Nur Syam mengatakan Kemenag menetapkan skala prioritas.

Hasilnya disepakati bahwa guru swasta yang berhak mendapatkan pelunasan tunggakan pembayaran tunjangan sertifikasi. Alasannya adalah murni karena faktor kesejahteraan guru. Menurut Nur Syam, guru swasta umumnya mengandalkan penghasilan dari tunjangan sertifikasi. Guru-guru swasta ini tidak seperti guru negeri yang mendapatkan gaji pokok rutin setiap bulan.

“Guru swasta memang ada gajinya per bulan. Tetapi jumlahnya kecil, masih besar tunjangan sertifikasi yang memang jadi harapan mereka,” urai Nur Syam.

Dia masih belum menghitung secara detail berapa jumlah guru swasta yang bakal menerima pelunasan tunjangan sertifikasi itu. Kepastian pelunasan ini digedok bersama dengan penetapan RKA-KL (Rencana Kerja Anggaran Kementerkan/Lembaga) Kemenag 2014.

Nur Syam menegaskan bahwa anggaran pelunasan tunjangan sertifikasi tadi di luar anggaran rutin. Dia menegaskan bahwa Kemenag berharap pengalaman pahit pada 2013 ini tidak terulang pada 2014 nanti. Nur Syam mengatakan bahwa Kemenag sampai menunggak hutang pembayaran tunjangan profesi guru ini karena anggaran mereka diblokir Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Tahun depan kami optimis tidak ada blokir-blokiran lagi,” katanya. Sehingga pembayaran tunjangan sertifikasi bisa lancar seperti periode sebelumnya. Dari data Kemenag dijelaskan bahwa tunggakan pembayaran tunjangan profesi guru PNS sebesar Rp 1,9 triliun. Lalu hutang pembayaran tunjangan profesi dan tunjangan fungsional guru swasta sebesar Rp 580 miliar.

Anggota Komisi VIII (Bidang Keagamaan/Kemenag) DPR Raihan Iskandar meminta Kemenag fokus menuntaskan tunggakan hutang itu. Dia masih menilai dalam rincian anggaran Kemenag 2014 belum tampak keseriusan menuntaskan persoalan yang dikeluhkan guru itu.

“Belum serius karena anggaran pelunasan hutang itu masuk dalam mata anggaran tambahan. Bukan mata anggaran pokok,” kata dia. (jpnn)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jadi Bupati Madina Harun Mustafa Nasution Seriusi Pengembangan Ekonomi Kreatif

    Jadi Bupati Madina Harun Mustafa Nasution Seriusi Pengembangan Ekonomi Kreatif

    • calendar_month Sabtu, 19 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): dukungan terhadap ekonomi kreatif terus dilakukan oleh Calon Bupati Madina nomor urut 1 Harun Mustafa Nasition. Kali ini ia makan longtong bersama warga banjar sehat, kelurahan panyabungan II.Kecamatan Panyabungan Kota. Harun sendiri datang bersama H.Syafaruddin Haji ( Akong ) yang juga pernah menjadi Calon Bupati Madina 2015 lalu. Harun Mustafa […]

  • Proyek Dek Sungai Rantopuran, UPT dan Kontrakror Beda Pendapat 

    Proyek Dek Sungai Rantopuran, UPT dan Kontrakror Beda Pendapat 

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak kontraktor beda pendapat dengan pihak UPT SDA Batang Gadis tentang material yang digunakan untuk pembangunan  dek penahan banjir Sungai Rantopuran di titik Desa Manyabar, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Pasalnya, pihak kontraktor memakai pasir uruk untuk campuran semen. Sedangkan pihak UPT SDA Batang Gadis-Batang Natal selaku perpanjangan tangan […]

  • Misteri: Ketika Raja Inggris Bersyahadat

    Misteri: Ketika Raja Inggris Bersyahadat

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    LIVERPOOL – Tidak ada yang tahu apa yang sedang berlangsung atau apa yang sedang dipikirkan saat Raja Offa di Inggris mencetak uang negaranya dengan ucapan syahadat. Raja Anglo-Saxon yang memerintah Mercia, Inggris, tahun 757 sampai 796 ini sangat kontroversial, khususnya dalam hubungannya dengan pemerintahan Abbasiyah di Irak. Para sejarawan menganggap Offa merupakan salah satu raja […]

  • Sorikmas Bantah Sudah Eksploitasi

    Sorikmas Bantah Sudah Eksploitasi

    • calendar_month Jumat, 1 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Isu yang menyebutkan PT Sorikmas Mining (SMM) telah mengambil emas di kawasan perbukitan Tor Sihayo, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) membuat masyarakat menjadi tidak sabar. Hal inilah yang mereka duga sebagai pemicu terjadinya tragedi 29 Mei, bentrokan warga dengan petugas yang berujung terbakarnya base camp perusahaan tambang emas itu. Demikian disampaikan General Manager […]

  • Kisah Imam Denmark Menemukan Cahaya Islam

    Kisah Imam Denmark Menemukan Cahaya Islam

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Reino Arild Pedersen, merupakan imam pertama pengisi khotbah Jumat di Denmark. Ia lebih terkenal dengan nama Abdul Wahid Pedersen, namanya setelah berislam. Siapa sangka, sang imam yang pengetahuan keislamannya luas itu merupakan seoran mualaf. Hingga mengenal Islam, perjalanannya pun tak singkat. Ia menempuh banyak perjalanan hingga mendapat manisnya hidayah. Perjalanannya dimulai saat usianya masih 16 […]

  • Fahrizal Efendi: Pesantren Harus Tampil Hapus Stigma Madina Daerah Ganja

    Fahrizal Efendi: Pesantren Harus Tampil Hapus Stigma Madina Daerah Ganja

    • calendar_month Minggu, 11 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut terlanjur populer sebagai daerah penghasil ganja di Indonesia. Bahkan nomor 2 setelah Aceh. Diperlukan upaya melibatkan semua pihak mengatasinya. Pesantren diharapkan tampil untuk perlahan merubah stigma itu. Karena mampu menjadi penggerak melawan peredaran narkoba dan budaya tanaman ganja. “Tanggung jawab kita semua menghapus stigma itu. Diharapkan para ulama, ustad dan […]

expand_less