Kamis, 12 Mar 2026
light_mode

Pemprovsu dan Pemda Harus Atasi Kerisis Energi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 27 Mar 2013
  • print Cetak

Kusnadi 270313

Kusnadi 270313

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Walhi Sumatra Utara menyesalkan adanya pemadaman bergilir listrik di berbagai wilayah Provinsi Sumatra Utara. Kejadian seperti ini telah terjadi ditahun-tahun sebelumnya dan terjadi lagi di tahun 2013 ini.

Menurut Walhi, Pemprov Sumut harus mengambil langkah fundamental dalam mengatasi krisis energi khususnya listrik.

“Bentuknya untuk jangka pendek adalah dengan melakukan modernisasi PLTD di Belawan. Selanjutnya, Pemrovsu berkoordinasi dengan kantor kementerian terkait seperti BUMN, ESDM dan Kehutanan. ”, demikian pers rilis Direktur Eksekutif Walhi Sumut, Kusnadi yang diterima oleh wartawan, Selasa (26/3).

Disebutkanya, bentuk koordinasi yang dimaksud adalah dalam rangka mendorong dan mewujudkan Sumut berdaulat dan mandiri dalam pemenuhan energi, khusunya kelistrikan.

Potensi renewable energi di Sumatera Utara seperti hidro mini dan mikro hidro, panas bumi, surya, shale gas, arus laut, angin, biomassa telah diabaikan sekian lama.

“Akibatnya, Sumut sangat tergantung sekali dengan PLTD (pembangkit listrik tenaga diesel). Seperti diketahui bahwa, PLTD sangat rakus dengan solar sehingga banyak menghisap subsidi BBM dan menggerus APBN,” katanya.

Oleh karena itu, Gubsu harus menyediakan karpet merah untuk para pebisnis yang bergerak dibidang renewable energi. Meyakinkan Jakarta bahwa Sumatra Utara sedang dalam situasi krisis energi. Untuk itu, dibutuhkan extraordinary kebijakan dalam penanganan krisis ini.

“Usulkan untuk bongkar kebijakan penyesuaian harga beli listrik/kwh yang ditetapkan pemerintah (PLN) karena tidak membuat pebisnis bergairah memasuki sektor ini,” terang Kusnadi

Khusus, untuk renewable energi di sektor geotermal dan hidro. Menurut Walhi Sumut, keengganan investor juga karena disebabkan tidak adanya kesungguhan dan jaminan dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten dalam menjaga kelestarian hutan.

“Mengingat, kelestarian hutan menjadi penting dan utama dalam menjaga stabilitas pasokan air untuk sektor tersebut. Saat ini, beberapa PLTA yang sudah beroperasi di Sumut dihadapkan dengan biaya operasional yang tinggi karena harus mengangkat endapan sedimen di bendungan dan frekwensi pengganti saringan air yang cukup tinggi,” ujar Kusnadi.

“Yang menjadi penyebab banyaknya sedimen dibendungan tersebut adalah karena hutan yang berada dibagian hulu sungai dan disekitar PLTA tersebut mulai rusak sehingga supply dan laju run off air tidak sempurna,” kandas Kusnadi. (mar)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mencari Keluarga Ayah

    Mencari Keluarga Ayah

    • calendar_month Senin, 6 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Seorang keturunan Mandailing bernama Tapian Suri Sundari yang berdomisili di Jalan R Wolter Monginsidi No. 210, Yosomulyo 21D, Kodya Metro Lampung saat ini sedang berjuang mencari keberadaan ayah kandungnya bernama Aziz Nasution. Tapian Suri Sundari tidak pernah bertemu sang ayah, karena sang ayah sudah menghilang ketika Tapian Suri Sundari masih di dalam kandungan. Hingga kini […]

  • Agar Harga Karet Naik, Pemerintah Didesak Pakai Karet Alam Untuk Aspal

    Agar Harga Karet Naik, Pemerintah Didesak Pakai Karet Alam Untuk Aspal

    • calendar_month Jumat, 8 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah didesak segera mendorong pemakaian karet alam untuk campuran aspal jalan di Indonesia dalam upaya mengangkat harga karet alam yang terus terpuruk. Pemerintah jangan hanya mengandalkan pada luar negeri dalam persoalan pemasaran karet alam, sebab berbagai proyek infrastruktur jalan di Indonesia bisa mendongkrak pemakaian karet alam di dalam negeri. Jika pemerintah […]

  • Awal Tugas Pjs Bupati Madina

    Awal Tugas Pjs Bupati Madina

    • calendar_month Selasa, 28 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Membicarakan Pembangunan Kabupaten Mandailing Natal setelah jabatan H.Amru Daulay.SH dan Drs. H.Hasim Nasution pada tanggal 12 September 2010 lalu berahir dan oleh Gubsu H.Syamsul Arifin.SE memberikan kepercayaan kepada Ir. Aspan sofyan Batubara sebagai Pejabat Sementara bukanlah hal yang mudah dan gampang, karena jika salah mengambil kebijakan akan menimbulkan masalah yang baru di tengah-tengah masyarakat. Karena […]

  • Siti Hamijah Meninggalkan Lagu Legendaris
    Tak Berkategori

    Siti Hamijah Meninggalkan Lagu Legendaris

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Banyak yang kehilangan ketika mendengar berita wafatnya Siti Hamijah Nasution, pelantun lagu Mandailing “Na Rere”, Minggu (28/4/2013). Lagu “Na Rere” telah begitu melekat di sanubari dan menjadi lagu yang akan sulit terlupakan bersama daftar lagu-lagu Mandailing yang melegenda lainnya. “Saya melihatnya karena lagu itu, lagu yang awalnya tidak diniatkan menjadi begitu […]

  • Warga Malintang Minta Saparuddin Haji Ciptakan Pemerintah Yang Baik

    Warga Malintang Minta Saparuddin Haji Ciptakan Pemerintah Yang Baik

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MALINTANG (Mandailing Online) – Pasangan Saparuddin Haji Lubis-Miswaruddin Daulay diminta jika menjadi bupati dan wakil bupati Madina supaya menciptakan pemerintahan yang baik dan tidak menyimpang. Permintaan itu disampaikan masyarakat Kecamatan Bukit Malintang kepada calon bupati Madina Saparuddin Haji Lubis saat melakukan silaturrahim di kawasan itu, Rabu malam (21/10). “Kita juga berharap, apabila nantinya paslon nomor […]

  • Harga Karet Terus Terpuruk, Petani Karet Beralih ke Kopi

    Harga Karet Terus Terpuruk, Petani Karet Beralih ke Kopi

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harga karet alam yang terus terpuruk, menyebabkan petani karet sudah banyak beralih usaha ke tanaman kopi. Demikian dikatakan Ali Musa Manto Lubis, salah seorang petani Kopi di Mandailing Natal (Madina), menjawab Mandailing Online, Senin, (1/8) di Panyabungan. Manto mengungkapkan, berdasar catatan yang dibukukannya, terdapat sekitar 45 % petani karet mulai menyeriusi tanaman […]

expand_less