Jumat, 13 Mar 2026
light_mode

Penembak Misterius Beraksi di Papua, 1 Tewas

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
  • print Cetak


Gerombolan itu menghadang orang di jalan ramai. Satu tewas dan beberapa orang luka tembak.

Ditembak dari jarak 10 meter. Gimana tak mati. Peluru itu merobek dada Riswandy Junus. Lelaki itu tewas seketika. Dian, istri Riswandy yang membonceng di belakang, terluka tangan kanannya. Helm yang dipakai berlubang.

Aksi brutal para penembak itu terjadi di Kampung Nafri, Kabupaten Jayapura, tak begitu jauh dari Kota Jayapura. Minggu, 28 November 2010, sekitar pukul 10 lebih 45 menit waktu setempat.

Siang kemarin itu, Riswandy bersama istrinya hendak menuju lokasi wisata pemancingan. Ini lokasi wisata yang ramai dikunjungi warga Jayapura di hari libur. Saat lewat di Kampung Nafri itu, mereka tiba-tiba dicegat gerombolan bersenjata. Dan langsung melepas tembakan.

Warga yang melintas lalu membawa lari pasangan nahas ini ke Rumah Sakit Abepura. Sementara gerombolan itu masuk hutan.

Hebatnya, beberapa jam kemudian, kelompok yang diduga sama muncul kembali. Kali ini mereka menghadang sejumlah warga yang melintas. Juga Deby Diana. Wanita berusia 26 tahun itu pucat alang kepalang. Sebab para penghadang ini memanggul senjata. Siang itu Deby hendak berangkat ke Pantai Holtekamp. Beruntung nyawa Deby selamat. Ia ditembak bagian lengan.

Masih pada saat sama, kelompok itu mencegat dan menembak Alex Nongka yang melintas di situ. Pria berusia 46 tahun itu menderita luka tembak di lengan tangan kanan. Vernal Nongka, pelajar berusia 11 tahun juga kena peluru dan menderita luka tembak di jari tengah tangan kiri.

Kelompok bersenjata itu juga melepaskan timah panas ke Bahar Bone. Pria yang berprofesi sebagai supir ini menderita luka tembak di atas tangan kanan.

Aksi penembakan dua babak ini berlangsung di jalan yang ramai. Dilintasi banyak mobil dan motor. Terutama warga yang berwisata ke Koya dan Holtekamp. “Mereka tergolong nekat,” kata Kapolresta Jayapura AKBP Imam Setiawan.

Berdasarkan hasil olah TKP, kata Imam Setiawan, para pelaku menembak dalam jarak dekat. Hanya 10 meter. “Dilakukan secara bertubi-tubi. Lalu setelah itu mereka kembali masuk hutan,” tambah Kapolres. Diperkirakan, pelaku lebih dari empat orang. Menggunakan senjata api laras panjang. Jenisnya masih diselidiki.

Siapa para gerombolan itu? “’Kami masih melakukan identifikasi dan belum bisa menyimpulkan siapa pelakunya,” jawab Imam Setiawan.

Polisi juga belum menyimpulkan apakah penembakan ini terkait dengan hari jadi Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang jatuh 1 Desember nanti. ”Kami masih selidiki, jadi belum punya kesimpulan,”tandasnya.

Sementara, Panglima OPM wilayah Perbatasan RI-PNG, Jenderal Lambertus Pekikir –wilayah yang juga membawahi Jayapura itu, belum bisa dikonfirmasi apakah kelompoknya bertanggung jawab atas aksi tersebut. Telepon genggamnya tak aktif.

Sesudah Tentara Melakukan Penyisiran

Aksi di kampung Nafri itu cuma berselang sehari pasca aksi penyisiran yang dilakukan pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) terhadap rumah warga di Arso Keerom, Jumat 26 November 2010.

Pada Jumat itu, dini hari sekitar pukul 4 lebih 30 menit, pasukan TNI dari satuan Kostrad 330 mengepung dan menggeledah rumah salah seorang warga Kampung Workwana, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Papua.

Pengepungan dan Penggeledahan dilakukan dirumah milik Lukas Menigir – yang diduga sebagai tempat persembunyian Panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM) wilayah Perbatasan Indonesia – Papua Nugini, Lambertus Pekikir.

”Tadi pagi (Jumat dinihari), kediaman Lukas Menigir digeledah TNI, seisi rumah diperiksa, mereka mengira saya bersembunyi di sana,” ujar Lambertus Pekikir melalui pesan singkat.

Setelah digeledah, tidak ada aktivis OPM yang ditemukan di sana. ”Saya bersama seluruh simpatisan OPM tidak pernah bersembunyi di rumah warga, kami berjuang dengan cara kami dan tidak mau mengorbankan warga,” Lambertus menegaskan.

Sementara itu Juru Bicara Kodam XVII Cenderawasih, Papua, Letkol Czi Harry Priyatna ketika dikonfirmasi menegaskan bahwa pengepungan rumah itu dilakukan berdasarkan laporan dari warga, bahwa aktivis kelompok bersenjata sedang berada di rumah itu.

”Kami melakukan penggeledahan, setelah mendapat informasi dari warga bahwa Lambertus Pekikir dan pengikutnya sedang berada di rumah warga yang ternyata belakangan diketahui rumah mertuanya. Tentu, karena ia adalah aktivis kelompok bersenjata, kami langsung menindaklanjuti laporan tersebut,” katanya.

Menurut Harry, proses penggeledahan dilakukan sesuai prosedur dengan terlebih dulu melapor kepada kepala kampung setempat.

Ia juga membantah bila yang melakukan penggeledahan sebanyak 1 kompi. ”Anggota yang menggeledah hanya yang sedang berpatroli,” katanya.

Apakah penembakan di Kampung Nafri itu merupakan aksi balas dendam atas penyisiran itu. Belum jelas juga. Sebab polisi sedang menelusuri dan memburu para pelaku.
Sumber: Viva

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seimbangkan Imtek dan Takwa, MAN 1 Madina Wisuda Tahfiz Quran

    Seimbangkan Imtek dan Takwa, MAN 1 Madina Wisuda Tahfiz Quran

    • calendar_month Sabtu, 15 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Madrasah Aliyah Negeri 1 Mandailing Natal (MAN 1 Madina) selama ini dikenal sebagai sekolah yang berprestasi di bidang pengetahuan dan teknologi (Imtek). Berbagai prestasi di tingkat Nasional dan internasional telah ditorehkan sekolah yang beralamat di Jl. Lintas Medan-Padang, Dalan Lidang ini. Namun, ternyata madrasah yang dipimpin Salbiah, S.Ag, MM ini juga […]

  • Masyarakat Tetap Tolak Keberadaan KP-USU

    Masyarakat Tetap Tolak Keberadaan KP-USU

    • calendar_month Senin, 7 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Kehadiran KP-USU dalam usaha pembukaan kebun sawit di Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina) masih pro kontra ditengah berlanjutnya sidang di PTUN Medan. Kasus KP-USU ini mencuat setelah pihak Polres Madina menyetop aktivitas KP-SU di lapangan pada bulan Oktober 2012 karena izin lokasi dan izin usaha perkebunan KP […]

  • Tinggalkan Aceh

    Tinggalkan Aceh

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sejumlah pekerja asal Pulau Jawa yang bekerja di Aceh tiba di stasiun bus Kurnia Medan untuk transit ke Jakarta, Jumat (13/1). Sejumlah pekerja pendatang yang mengerjakan sejumlah proyek pembangunan di sejumlah wilayah provinsi Aceh berbondong-bondong pergi meninggalkan Aceh dengan alasan keamanan dan keselamatan jiwa terkait pembunuhan yang terjadi belakangan ini.(antara)

  • Songsong Produksi Film Biola Na Mabugang 2

    Songsong Produksi Film Biola Na Mabugang 2

    • calendar_month Selasa, 31 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Sanggar Amaloan Rekrut Pelajar SMU   Panyabungan (MO)-Menyongsong kegiatan produksi film “Willem Iskander” dan “Biola Na Mabugang 2” serta album kolaborasi musik tradisional mandailing-modern, Sanggar Amaloan akan melakukan audisi terhadap kalangan pelajar SMU, SMK dan MAN se-Mandailing Natal. Untuk kepentingan audisi terhadap pelajar tersebut, pihak sanggar melakukan pertemuan dengan para pimpinan/guru SMA,SMK dan MAN […]

  • Sistem Islam Yang Mampu Menyelesaikan Pandemi

    Sistem Islam Yang Mampu Menyelesaikan Pandemi

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd   Akhir-akhir ini masyarakat dicengangkan dengan pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut negara-negara yang menganut pemerintahan otokrasi atau oligarki lebih efektif menangani pandemi virus corona (Covid-19). (CNNIndonesia.com) Tito menyebut negara dengan pemerintahan seperti itu mudah mengendalikan perilaku masyarakat dalam menghadapi pandemi karena kedaulatan negara dipegang oleh satu atau […]

  • Peran Pemuda dan Semangat Gotong Royong Membangun Mandailing Natal

    Peran Pemuda dan Semangat Gotong Royong Membangun Mandailing Natal

    • calendar_month Rabu, 19 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh Maradotang Pulungan** Setiap Tanggal 28 Oktober setiap tahunnya seluruh pemuda yang ada di Nusantara ini akan memperingati hari Sumpah Pemuda, pada Tahun 2016 ini Pemuda Mandailing Natal akan memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke 88. Ada satu kata yang terkandung dalam “pemuda”, yaitu “muda”. Muda menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah belum sampai […]

expand_less