Home / Seputar Madina / Penemuan Ladang Ganja Terus Berulang, MPC PP: Seluruh Stakeholder Harus Duduk Bersama

Penemuan Ladang Ganja Terus Berulang, MPC PP: Seluruh Stakeholder Harus Duduk Bersama

Kabid Keagamaan dan Kerohanian MPC Pemuda Pancasila Madina Syamsul Hidayat Borotan/Istimewa.

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menanggapi penemuan ladang ganja yang terus berulang di Mandailing Natal (Madina), Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) meminta agar stakeholder duduk bersama mencari solusi terbaik.

Demikian disampaikan Ketua Bidang (Kabid) Keagamaan dan Kerohanian Syamsul Hidayat Borotan, S.Pd.I kepada Mandailing Online, Senin (21/2).

“Penemuan 2 hektare berisi 10.000 ribu batang ganja beberapa hari yang lalu harus jadi catatan sekaligus koreksi bagi seluruh pihak,” kata Syamsul.

MPC Pemuda Pancasila Madina menilai terjadi penemuan ganja yang berulang terlihat seperti sinetron tanpa akhir.

“Apakah kejadian ini akan terus berulang kembali, tanpa ada solusi? Ibarat sinetron, kita terus dipertontonkan dengan adegan temuan ladang ganja, dengan drama kolosal bersambung, tanpa diketahui kapan episode ini akan berakhir?,” tegas lelaki yang pernah menjadi Aktivis PMII ini.

Syamsul menambahkan, kejadian ini seperti menunjukkan tidak adanya langkah konkret dari pemerintah dan instansi terkait dalam penanganan ladang ganja.

“Ini sudah mencoreng nama baik Mandailing Natal. Sangat ironis. Apalagi kita dikenal sebagai serambi Mekkah dan kota santri,” sebutnya.

Untuk itu, sebagai bagian dari masyarakat yang peduli dengan generasi berikutnya, MPC Pemuda Pancasila Madina menawarkan beberapa solusi.

Pertama, penegakan hukum yang tegas untuk memberikan efek jera.

“Tugas BNN dan Polri untuk mencari tau siapa oknum dalang, pemilik, bandar atau donatur dan harus segera diseret ke pengadilan. Jangan hanya menangkap kelas teri,” ujarnya.

Kedua, daerah Panyabungan Timur punya kultur masyarakat homogen dan jarang menerima pendatang. Untuk itu harus ada program naturalisasi, akulturasi campur baur personal dan budaya di wilayah yang teridentifikasi sebagai daerah ladang ganja.

“Dan masyarakat yang diajak untuk transmigrasi harus dibenahi dengan berbagai skill, modal dan agama,” imbuhnya.

Ketiga, menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi, dan instansi terkait lainnya untuk alih fungsi lahan.

“Perlu diinisiasi Grand Desain Alternative Development (GDAD). Program ini sudah berhasil diterapkan di Aceh,” terangnya.

Senada dengan itu, Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Al Hasan Nasution, S.Pd mengungkapkan bahwa narkoba dengan segala jenisnya harus dijadikan sebagai musuh bersama (common enemy), tentunya perlu sinergitas dan kekompakan seluruh komponen masyarakat untuk memerangi itu.

“Kita dari Pemuda Pancasila telah lama mengibarkan bendera perang terhadap Narkoba. Kita tidak main-main dalam hal ini. Siapa saja anggota PP yang terlibat narkoba akan kita pecat secara tidak hormat dan memprosesnya ke ranah hukum,” ujar Al Hasan.

Terkait solusi yang ditawarkan Pemuda Pancasila di atas, pihaknya siap untuk diajak diskusi lebih lanjut serta implementasi oleh pihak-pihak terkait, agar peredaran narkoba, khususnya ladang ganja di Kab Madina, dapat diberangus habis ke akar-akarnya.

 

Editor: Roy Adam

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: