Selasa, 3 Mar 2026
light_mode

Pengeroyokan Terus Terjadi: Islam Solusi Hakiki

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 30 Mei 2023
  • print Cetak

Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd
Aktivis Dakwah

Hari ini kita dikejutkan dengan banyaknya berita pengeroyokan anak dibawah umur. Bukan hanya anak yang menjadi korban tetapi pelakunya juga seorang anak dibawah umur. Seperti kasus pengeroyokan anak laki-laki kelas dua SD berinisial MHD, usia 9 tahun, warga Sukaraja, Kabutapen Sukabumi, Jawa Barat yang tewas akibat dikeroyok oleh 3 orang kakak kelasnya. (TribunTangerang.com, 21/05/23)

Pengeroyokan itu terjadi bukan hanya sekali saja. Tetapi dua kali dalam waktu yang berurutan. Akibat dari pengeroyokan itu korban mengalami kejang-kejang dan setelah divisum korban ternyata mengalami luka pecah pembuluh darah, dada retak, dan tulang punggung retak (Kompas.com, 20/05/23). Mengerikan sekali perilaku anak sekarang ini. Terkadang tidak masuk akal sehat kita, mengapa anak dibawah umur sudah kepikiran menganiaya orang lain? Sungguh ironis memang tetapi inilah kenyataannya. Kenyataan dimana anak-anak mengalami gangguan mental akibat permainan game kekerasan, tontonan, perilaku orang sekitar atau orang tua yang mungkin kasar dan bisa juga akibat kekurangan kasih sayang dari orang tua yang sibuk mencari uang setiap hari.

Melihat pelakunya adalah anak-anak, maka bisa jadi perilaku kekejaman itu berasal dari pengasuhan dalam keluarga, termasuk interaksi dengan orang tua dan anggota keluarga lainnya. Seperti kita ketahui bahwa keluarga adalah sekolah pertama untuk anak-anak, dimana sangat berperan penting dalam membangun karakter anak. Penanaman keimanan dan akhlak oleh orang tua akan menjadi dasar kepribadian anak yang baik. Namun, fakta yang kita dapati hari ini nyatanya menunjukkan para ibu juga harus berjuang mencari nafkah, bahkan menjadi buruh migran di luar negeri demi menjaga agar dapur tetap ‘ngebul’. Akibatnya, peran ibu sebagai pendidik generasi terabaikan. Sementara itu, ayah pun tak punya waktu untuk mendidik anak-anaknya karena mengejar setoran.

Belum lagi kurikulum pendidikan sekuler yang makin kuat dengan moderasi beragama, membuat anak makin jauh dari tuntunan agama. Negara membiarkan berbagai tayangan yang tak layak anak, menjadikan kekerasan terus merasuk dalam benak anak yang masih berkembang, tak mampu membedakan benar salah, terpuji dan tercela. Semua faktor tersebut menjadi pembentuk pola pikir anak, sehingga anak menganggap bahwa kekerasan adalah hal biasa. Maka rusaklah akhlak dan fitrah kepolosan dan kebaikan anak.

Ini semua adalah buah dari pengaruh sistem kapitalisme, dimana manusia tidak lagi mencampurkan aturan Islam dalam kehidupannya. Islam hanya dijadikan sebagai agama ritual semata. Sistem kapitalisme membuat manusia tidak lagi peduli dengan keadaan orang lain. Yang terpenting itu mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Walaupun atas perilakunya bisa merugikan orang lain. Dan hal inilah yang mendarah daging dalam tubuh anak ketika dalam mendidik mereka pada orang tua tidak mencampurkan agama.

Oleh karenanya, untuk menyelesaikan semua persoalan ini kita butuh penerapan sistem Islam secara kaffah. Karena sistem Islam adalah sistem yang berasal dari Allah yang menciptakan manusia. Sistem Islam akan menjaga keimanan seseorang kepada Allah sehingga menjadi asas semua perbuatan manusia, termasuk menjadi asas negara. Negara yang menerapkan aturan Islam akan memenuhi seluruh kebutuhan manusia dengan cara yang mulia, tidak hanya fisik tapi juga psikis dan spiritualnya agar sesuai dengan fitrah dan martabat kemanusiaan yang mulia. Sehingga anak-anak akan terjaga fitrahnya dan tumbuh dengan siraman kebaikan agar menjadi anak yang beriman dan berakhlak mulia.

Wallahu’alam bishowab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Uang Makan PNS Diganti Uang Tambahan Penghasilan

    Uang Makan PNS Diganti Uang Tambahan Penghasilan

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BINJAI- Dihapuskannya uang makan untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Binjai ditanggapi beragam. Erlina Pulungan, Kepala Keuangan Pemko Binjai mengatakan uang makan bukan dihapuskan, tetapi diganti dengan uang tambahan penghasilan. “Semua uang makan PNS kita berikan, tapi semenjak tahun 2010, uang makan diganti dengan tambahan penghasilan,” ujar Erlina seraya menambahkan, tahun 2011 tidak ada […]

  • Alokasi Biaya Gaji Pegawai Tembus Rp 547,1 Triliun
    Tak Berkategori

    Alokasi Biaya Gaji Pegawai Tembus Rp 547,1 Triliun

    • calendar_month Kamis, 2 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Gaji PNS Disarankan Tidak Naik Tiap Tahun Anggaram Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2013 tidak pro poor. Terbukti, pemerintah lebih senang menutupi jebolnya APBN dengan cara mengurangi subsidi BBM ketimbang melakukan efisiensi dan mengurangi ongkos yang sangat layak untuk dipotong. “Anggaran yang paling layak untuk dipotong adalah gaji pegawai negeri sipil (PNS),” kata Koordinator […]

  • Kampung Tambahtin, Kampung Berbahasa Mandailing di Malaysia

    Kampung Tambahtin, Kampung Berbahasa Mandailing di Malaysia

    • calendar_month Selasa, 5 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kampung Tambahtin ini berada di Pertang, Jelebu, Negeri Sembilan, Malaysia.  Satu dari tiga kampung yang berbahasa Mandailing di Negeri Sembilan. Penduduk kampung ini adalah etnis Mandailing yang bermigrasi dari Mandailing, Sumatera ke kawasan Negeri Perak di era 1800-an kemudian pindah ke kawasan Negeri Sembilan. Logat mereka berlanggam Mandailing Godang. Menurut Maznah Hasibuan, semua penduduk di […]

  • Operasional Penggorengan Aspal Dihentikan Sementara

    Operasional Penggorengan Aspal Dihentikan Sementara

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Penggorengan aspal milik Dinas Bina Marga Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di Kelurahan Kayu Jati, Kecamatan Panyabungan Kota, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), diprotes warga setempat, Jumat (06/05/2011). Camat Panyabungan Kota Sahnan Batubara MM akhirnya mengambil kebijakan menghentikan sementara operasional penggorengan aspal. (Ist)

  • Si Bulus-bulus Si Rumbuk-rumbuk

    Si Bulus-bulus Si Rumbuk-rumbuk

    • calendar_month Minggu, 17 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    Apa itu Si bulus-bulus Si rumbuk-rumbuk ??? semacam makanankah? Atau tempat kah? Atau semacam mitos??? Yaa, Si bulus-bulus Si rumbuk-rumbuk merupakan karya fenomenal dari Sati Nasution. Siapakah dia??? mungkin banyak orang yang tdk mengenalnya. Bahkan orang mandailing (ato batak) pun banyak tidak mengenalnya. Beliau adalah pahlawan (menurut orang mandailing) pendidikan (pemikir) tentang pentingnya sekolah (menuntut […]

  • Kades Tegal Sari Natal Ingin Tempuh Jalur Damai Terkait Video Viral Penganiayaan Anak

    Kades Tegal Sari Natal Ingin Tempuh Jalur Damai Terkait Video Viral Penganiayaan Anak

    • calendar_month Senin, 24 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online : Kepala Desa Tegal Sari Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) Rizal Efendi mengaku koperatif terkait dirinya yang di polisikan perihal video viral penganiayaaan anak di desa nya pada 7 juni 2024 lewat. ” Kalau pemukulan seperti di video yang viral saya tidak terlibat tapi untuk warga dan karang taruna […]

expand_less