Site icon Mandailing Online

Penghujan, Produksi dan Harga Karet di Madina Turun

Foto seorang penyadap karet di Desa Gunung Tua Julu, Panyabungan

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Musim penghujan dalam beberapa minggu terakhir berakibat pada penurunan produksi dan harga penjulan getah karet tingkat pengumpul di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Muklis, petani karet di Panyabungan, Jum’at (15/11/2013) menyatakan harga getah karet pada penjualan hari Kamis berada di kisaran 9.000 hingga 9.500 per kilo gram. Tiga pekan lalu masih di kisaran Rp.12.000 per kilo gram.

Katanya, curah hujan cukup tinggi melanda daerah tersebut merupakan salah satu penyebab turunya harga, sebab kualitas hasil sadapan pohon karet akan berkurang dibandingkan musim kemarau.

Kondisi itu menempatkan petani pada posisi sudah jatuh tertimpa tangga. Di satu sisi produksi menurun karena pohon karet tak bisa disadap saat hujan turun. Disi lain harga karet jatuh.

“Penurunan harga ini memang tidak secara signifikan, harga turun dalam satu pekan sebesar 1.000 sampai 500 perkilo. Dimulai dari 12.000 menjadi 11.000, kemudian 10.000 dan pekan kemarin 9.500 dan saat ini 9.000 per kilo,” ungkapnya.

Muklis menjelaskan, para penderes tidak bisa menyadap setiap hari akibar hujan yang selalu turun nyaris tiap hari. Batang yang disadap saat hujan akan berakibat pada kematian kulit batang pohon karet.

Kerugian lain, jika penyadapan dilakukan kala tak hujan, tetapi hujan kemudian turun sekitar 2 jam setelah penyadapan akan berakibat getah di dalam tempurung penampung akan hanyut terbawa air hujan sebelum seluruhnya mengental.

“Harapan kita adalah tidak hujan dalam rentang sehari. Tetapi musim penghujan seperti ini kan jarang sekali tidak hujan,” katanya.

Sementara itu, Mugiroh seorang pengumpul, juga mengakui penurunan harga serta penurunan produksi karet dikarenakan musim hujan.

“Ya memang sudah biasa jika musim hujan harga akan turun, dibarengi juga dengan penurunan volume getah karet dari petani. Dan kemungkinan harga akan kembali bergerak naik jika musim hujan sudah berakhir,” ujarnya.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Exit mobile version