Kamis, 19 Mar 2026
light_mode

Percepatan Pembangunan Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 9 Jun 2013
  • print Cetak

Melalui Penguatan Daya Saing Daerah

Oleh: Zamharir Rangkuti*

14 tahun Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dimekarkan dari kabupaten induk, Tapanuli Selatan (Tapsel), bukanlah usia yang muda. Jika diibaratkan manusia, sudah memasuki usia remaja. Pada usia ini, sudah mulai paham bagaimana menggapai suatu cita-cita. Nah, bila ini sebuah daerah, berarti seyogianya juga mampu mewujudkan kesejahteraan daerah itu sendiri.

Maka dari itu, sudah barang tentu jika suatu daerah otonom dimekarkan, akan ada kebanggaan yang bisa diandalkan. Begitu juga Kabupaten Madina yang daerahnya memiliki luas 662.070 Ha atau 9,24% dari wilayah Provinsi Sumut. Kabupaten Madina sendiri memiliki 23 kecamatan, 377 desa dan 32 kelurahan, dengan alam subur mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan serta memiliki panjang garis pantai mencapai 170 Km.

Pada awal berdirinya kabupaten ini dinakhodai Amru Daulay SH selama dua priode dengan membawa konsep menjadikan Madina yang Madani. Kemudian dari pemilihan kepala daerah berikutnya HM Hidayat Batubara SE bersama Dahlan Hasan Nasution, mendapat kepercayaan dari hampir 72% rakyat untuk memimpin daerah tersebut. Sehingga di pundak pemimpin Madina inilah rakyat menggantungkan harapan dalam pencapaian kesejahteraan dari tahun-tahun sebelumnya.

Konsep yang dibawakan pemimpin Madina dengan tiga visi menciptakan lapangan kerja baru, pendidikan gratis dan kesehatan geratis. Dari 1,6 tahun kepemimpinan Hidayat-Dahlan, arah pencapaian visi misi mulai terlihat. Seperti pendidikan dengan membagikan beasiswa terhadap mahasiswa berprestasi, pemberian seragam sekolah, BOS untuk tingkat SLTA.

Kesehatan dalam APBD tahun ini dianggarkan seluruh masyarakat akan berobat gratis pada rumah sakit daerah, Puskesmas buka 24 jam. Sedang untuk lapangan kerja baru akan dibuat MoU dengan perusahan- perusahan yang ada di daerah untuk mempekerjakan tenaga kerja lokal.

Nah berkaitan Sumber Daya Alam yang cukup kaya, dengan bermodalkan itu saja rasanya belum cukup dalam pencapaian suatu kepuasan kesejahteraan rakyat. Akan tetepi perlu ditopang konsep-konsep maupun program matang bagaiman supaya kekayaan alam itu berdaya guna dan bisa dikelola dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sehingga dengan demikian, perlu pemetaan daerah apa yang ada di dalam kekayaan alam itu untuk perkuatan daya saing daerah, antara lain;
Sektor Pertanian/Perkebunan.

Sebagaimana diketahui, hampir 60% masyarakat daerah ini menggantungkan mata pencahariannya dalam menghidupi keluarga dari sektor pertanian perkebunan. Sehingga Pemkab Madina terus berupaya mengembangkan sektor ini dengan membuka lahan-lahan tidur, agar bisa diusahai tanpa harus melanggar peraturan tentunya. Misalnya dengan perluasan lahan persawahan, sudah dalam beberapa tahun ini terus digalakkan pembukaan atau percetakan sawah baru, pembagian bibit bermutu dan lain sebaginya.

Kedua sektor ini bisa menjadi unggulan daerah Madina, mengingat potensi yang terkandung di dalamnya untuk perkuatan daya saing daerah. Bukan berarti mengecilkan potensi-potensi lainnya. Hanya saja, pemerintah perlu menciptakan iklim investasi yang baik agar percepatan pembangunan semakin cepat tercapai.

Dengan iklim investasi inilah pemerintah bersama stakeholder lainnya bisa menjual berbagai produk local. Dengan artian, jika saja daya saing daerah sudah mencapai pada level dikenal oleh luar Madina, tentunya akan mudah bagi daerah memasarkan kepada investor. Tujuannya tidak terlepas kesejahteraan masyarakat.

Budaya Kerja Keras
Pemkab Madina sudah pernah mencanangkan budaya kerja keras sehingga dengan begitu bisa juga dikaitkan dengan perkuatan daya saing daerah. Dimana dalam pencapaiannya ada lima elemen yang harus menjadi perhatian, yaitu bagaimana menjaga iklim ekonomi di daerah, bagaimana kualitas sumber daya manusia dan ketenagakerjaan, menjaga iklim usaha kondusif, ketersedian infrastruktur SDA dan lingkungan.

Menjaga iklim ekonomi daerah tanpa budaya kerja keras hal itu tidak akan bisa tercapai. Begitu juga empat poin lainnya. Dimana konsekuensi logis dari pelaksanaan otonomi daerah adalah meningkatkan upaya masing-masing pemerintah daerah dalam memanfaatkan dan mengembangkan potensi lokal yang bisa menjadi kunci keberhasilan pembangunan saat ini.

Otonomi memberikan pemerintah daerah kewenangan sangat besar untuk menciptakan tata kelola ekonomi daerah untuk berinteraksi dengan pelaku usaha untuk mengambil kebijakan mendukung pengembangan sektor swasta. Dan tata kelola ekonomi merupakan satu faktor penting yang dipercaya dapat menciptakan iklim usaha yang sehat dengan tetap menjadikan produk lokal tuan rumah sendiri dan menjadi kebanggaan kita bersama.

Maka dengan perpaduan budaya kerja keras untuk perkuatan daya saing daerah ditambah inovasi kreasi aparatur pemerintah daerah Kabupaten Mandailing Natal dibawah pimpinan Hidayat – Dahlan juga merupakan kunci keberhasilan pembangunan didaerah, tentunya akan membangun pigur pemimpin lokal efektif, efisien, dan fropesional.

Maka dari itu, melalui Hari Jadi Kabupaten Madina yang ke 14 ini, harus bisa menjadi momentum untuk percepatan pembangunan dengan kerja keras, persatuan kesatuan antara masyarakat, pemerintah, akan tercipta suasana kondusif di Kabupaten Madina yang kita cintai ini, dengan begitu perkuatan daya saing daerah akan lebih mudah kita capai. Dengan begitu, akan terwujudlah masyarakat sejahtera, mandiri dan pemerintahnya pun akan bisa dengan mudah melaksanakan programnya. Semoga…!(*penulis adalah wartawan Medan Bisnis, tinggal di Madina)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri Agama Lantik Torkis Lubis Ketua STAIN Madina

    Menteri Agama Lantik Torkis Lubis Ketua STAIN Madina

    • calendar_month Kamis, 22 Mar 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin resmi melantik Dr. H. Torkis Lubis, Lc., D.E.S.S sebagai Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal. Torkis Lubis dilantik di kantor Kementerian Agama RI, Jl. Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta, Selasa (20/03/2018) bersama 5 ketua dan rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) lainnya. […]

  • Saipullah-Atika Menang di MK

    Saipullah-Atika Menang di MK

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Mahkamah Konstitusi (MK) menolak seluruh permohonan Paslon nomor urut 1, Harun Mustafa Nasution–M. Ikhsan Nasuton (ON MA) dalam sidang putusan yang digelar di Ruang Sidang MK, Jakarta pada Senin (24/2/2025) dalam perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah (PHPU Kada) Madina tahun 2024. Dengan demikian Pilkada Mandailing Natal (Madina) tahun […]

  • Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014. Ruang II. (Sesi I) Hari :  Jumat, Pukul : 08.00 s/d 10.00 wib Tanggal : 12 Desember 2014   NO.   RUANG UJIAN   NO. PESERTA   NAMA PESERTA 1 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB 2 52133000518 LENNI YUNITA HARAHAP 2 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB […]

  • Puskesmas Rawat Inap, Atika Melawan Dahlan

    Puskesmas Rawat Inap, Atika Melawan Dahlan

    • calendar_month Rabu, 18 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Di debat itu Dahlan Hasan Nasution menyalahkan Atika Azmi Utammi soal puskesmas rawat inap. Puskesmas rawat inap itu mencuat ketika Calon Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution,B.AppFin,M.Fin mengemukakan gagasan agar puskesmas difungsikan sebagai rawat inap agar rakyat di pelosok yang sakit tak susah ke rumah sakit, terutama puskesmas yang jauh dari rumah sakit. […]

  • Sengkarut Sengketa Lahan di Sumut Makin Kusut

    Sengkarut Sengketa Lahan di Sumut Makin Kusut

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfisyah Ummu Arifah Pegiat Literasi Islam Kota Medan Sengkarut sengketa lahan di Sumut tak ada habis-habisnya. Setelah daerah Helvetia, kini berlanjut daerah Selambo di Kecamatan Percut Sei Tuan. Negara butuh solusi tuntas untuk sengketa lahan dimanapun berada. Bagaimanapun keamanan dan kenyamanan adalah hal utama bagi warga di tempat tinggalnya. Beredar video singkat di media […]

  • Korban Isu Penculikan Anak

    Korban Isu Penculikan Anak

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ali Marsuki, korban pengeroyokan warga Desa Aek Banir, Kecamatan Panyabungan, Jumat (04/12/2010) dini hari, dirawat secara intensif di Rumah Sakit Permata Madina, Panyabungan. Ali dan Ibrahim dikeroyok warga karena diduga komplotan penculik anak. Isu penculikan anak saat ini merebak di Madina. (Ist) Sumber : Beritasumut

expand_less