Jumat, 13 Mar 2026
light_mode

Pergantian Kepsek MAN Kase Raorao Salah Fatal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 30 Jun 2016
  • print Cetak
Mara Halim Nasution

Mara Halim Nasution

BATANG NATAL (Mandailing Online) – Pemerhati Pendidikan Batang Natal, Marahalim Nasution menilai keputusan Kanwil Kemenag Sumut mengganti kepala sekolah MAN Kase Raorao merupakan kesalahan fatal.

Itu dikatakan Marahalim, Kamis (30/6/2016) terkait penempatan kepala sekolah yang baru di MAN Kase Raorao, Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal menggantikan H. Irfansyah, SPd, MA.

“Saya katakan bahwa keputusan Kanwil Kemenag Sumut untuk mengganti Kepala Sekolah MAN Kase Raorao H. Irfansyah, SPd, MA dengan menempatkan Drs. H. Ahmad Saipuddin Harapan, MPd merupakan kesalahan fatal. Penempatan Kepala Sekolah baru itu salah alamat. Mengganti H. Irfansyah, SPd, MA sama sekali keliru,” katanya.

Diungkapkannya, selain karena tidak punya catatan buruk di masyarakat, H. Irfansyah sudah berhasil mengangkat nama sekolah tersebut hanya dalam waktu sekitar satu setengah tahun. Saat ini MAN Kase Raorao sudah jadi sekolah favorit. Jumlah murid barunya meningkat drastis dari sekitar seratus melonjak jadi 151 orang siswa.

Marahalim Nasution juga menyebutkan, “Jelas kehadiran H. Saipuddin Harapan di situ tidak hanya mengagetkan seluruh siswa dan keluarga besar MAN Kase Raorao, tapi juga mengejutkan masyarakat Batang Natal pada umumnya. Kenapa tidak kaget dan terkejut? Kepsek sebelumnya sudah memajukan sekolah itu dan yang terpenting berhasil merangkut masyarakat untuk berpartisipasi sebesar-besarnya di sekolah kebanggaan ini. Setahu kita, kalau pun ada pergantian, itu setelah empat tahun.”

Oleh karena itu, berdasarkan observasi dan wawancaranya dengan sejumlah tokoh masyarakat Batang Natal, Marahalim Nasution menyimpulkan bahwa keputusan Kepala Kanwil Kemenag Sumatera Utara menggantikan kepala sekolah itu harus ditinjau ulang. “Harapan kami, kerja sama yang terbina selama ini, baik kerja sama di sekolah itu dan antara sekolah dengan Komite Sekolah dan masyarakat umum tidak terkena imbas pergantian ini. Jelas kok selama ini, solidaritas tumbuh di MAN Kase Raorao,” tandas Marahalim Nasution.

Sementara itu, Ketua Komite Sekolah Ahmad Hadi Hasibuan di tempat terpisah menyatakan bahwa dia kaget luar biasa mendengar pergantian kepala sekolah itu.

”Saya menduga Kakanwil Sumut melakukan kebijakan sendiri tanpa mengumpul masukan dari lapangan. Selaku komite, beberapa hari belakangan ini saya didatangi banyak warga menanyakan hal pergantian kepala sekolah,” katanya.

Kedatangan warga tersebut mengungkapkan kekecewaan karena kepala sekolah yang telah benyak menorah prestasi malah diganti orang lain.

Editor : Ludfan Nasution

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • AMP2M Pesimis Terhadap Kepemimpinan Hidayat-Dahlan

    AMP2M Pesimis Terhadap Kepemimpinan Hidayat-Dahlan

    • calendar_month Sabtu, 16 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Puluhan massa menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Madina (AMP2M) kembali melakukan unjuk rasa di depan Kantor Bupati Mandailing Natal (Madina), Komplek Perkantoran Payaloting, Selasa (12/07/2011). Dalam pernyataan sikapnya AMP2M menyebutkan, Bupati dan Wakil Bupati Madina Periode 2011-2016 H M Hidayat Batubara SE dan Drs Dahlan Hasan Nasution yang dilantik 28 Juni lalu, tugas […]

  • Ketua PDIP Medan dipolisikan

    Ketua PDIP Medan dipolisikan

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Merasa nama baiknya dicemarkan, seorang kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Zakir Husin alias Zakir, mengadukan Ketua DPC PDIP Medan, Henry Jhon Hutagalung ke Polresta Medan. Zakir tidak senang atas pernyataan Henry Jhon Hutagalung di media massa yang menuding dirinya mengedarkan narkoba dan dibeking polisi. Tidak hanya itu, Jhon juga menyurati Kapolda Sumut […]

  • Seimbangkan Imtek dan Takwa, MAN 1 Madina Wisuda Tahfiz Quran

    Seimbangkan Imtek dan Takwa, MAN 1 Madina Wisuda Tahfiz Quran

    • calendar_month Sabtu, 15 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Madrasah Aliyah Negeri 1 Mandailing Natal (MAN 1 Madina) selama ini dikenal sebagai sekolah yang berprestasi di bidang pengetahuan dan teknologi (Imtek). Berbagai prestasi di tingkat Nasional dan internasional telah ditorehkan sekolah yang beralamat di Jl. Lintas Medan-Padang, Dalan Lidang ini. Namun, ternyata madrasah yang dipimpin Salbiah, S.Ag, MM ini juga […]

  • Marissa Nasution, Nggak Suka Keringetan

    • calendar_month Jumat, 24 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bintang film Namaku Dick, Cowok Bikin Pusing dan Kejar Cinta Javanua ini senantiasa menjaga penampilan. Agar body-nya yang semok tetap segar, Marissa Nasution selalu rutin berolahraga. Namun ia tetap pilih-pilih jenis olahraganya. Apaan tuh? “Aku nggak suka berkeringat. I am a water girl. Olahragaku itu pokoknya yang ada di air. Berenang jelas yang utama dan […]

  • Realisasi PBB Tapsel Rp 1,1 Miliar

    Realisasi PBB Tapsel Rp 1,1 Miliar

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Tapsel – Hingga 14 November 2014, capaian Pajak Bumi Bangunan (PBB) Tapanuli Selatan (Tapsel) mencapai Rp 1,12 miliar atau berkisar 75% dari target Rp 1,5 miliar. Capaian tersebut dinilai cukup baik setelah dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel. “Capaian ini dinilai cukup baik, pada tahun pertama Pemkab Tapsel langsung sebagai pengelola setelah diserahkan secara defenitif Tahun […]

  • Generasi Muda, Jadilah Penyebar Tauhid

    Generasi Muda, Jadilah Penyebar Tauhid

    • calendar_month Rabu, 9 Nov 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfi Ummuarifah Pegiat Literasi Islam Kota Medan Tragedi di Itaewon dan beberapa tragedi lain dengan hilangnya ratusan nyawa dalam acara-acara hiburan yang melibatkan generasi muda semakin mengkhawatirkan. Hilangnya ratusan nyawa itu tak dianggap masalah oleh negara. Kasusnya pun tidak terlalu diseriusi untuk diselesaikan. Peluang untuk terjadi lagi selalu ada. Masyarakat tak punya kepastian akan […]

expand_less