Jumat, 13 Mar 2026
light_mode

Permenkeu 131 ‘Bunuh’ Industri Rokok Kecil 17 Maret 2014

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 17 Mar 2014
  • print Cetak

JAKARTA – Asosiasi industri rokok kecil dan menengah yang tergabung dalam Forum Masyarakat Industri Rokok Indonesia (FORMASI) mendesak pemerintah meninjau kembali tentang pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 131 tahun 2013.

PMK 131 sendiri mengatur tentang penetapan golongan dan tarif cukai hasil tembakau terhadap pengusaha pabrik hasil tembakau yang memiliki hubungan keterkaitan.

Ketua Harian FORMASI Heri Susianto mengatakan, tujuan pemerintah untuk meregulasi afiliasi atau hubungan keterkaitan khususnya yang dimiliki pabrikan skala besar tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan. Terlebih saat ini pihak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) belum menghasilkan tindakan nyata semenjak diberlakukan PMK 131 pada bulan September 2013 lalu.

“Ini semua karena grup afiliasi pabrikan besar tersebut sudah langsung bersiasat untuk menghindari peraturan afiliasi itu, dan ketika PMK 131 diberlakukan,” kata Heri dalam siaran persnya, Minggu (16/3).

Dia menuding para grup afiliasi ini sudah dalam posisi aman dari sisi legalitasnya kendati ada 1-2 pabriknya yang sengaja dikorbankan masuk golongan satu, namun kenyataannya sebagian besar dari grup afiliasi tersebut masih aman dan leluasa bermain di golongan rendah.

“Malah ironisnya yang dibidik oleh pihak Bea Cukai adalah kelompok di golongan Kecil Menengah. Kami mendukung pemerintah dalam mengatur hubungan keterkaitan untuk menciptakan iklim usaha kondusif berlaku disetiap golongan baik golongan besar maupun golongan menengah kecil,” paparnya.

Permasalahan ini lanjut Heri, berawal dari praktik yang dilakukan oleh pabrikan besar dengan membentuk afliasi yang bermain di golongan dua dan tiga. FORMASI kata dia, telah berjuang sejak 2010 lalu agar pangsa pasar yang dimiliki di golongan dua dan tiga  tidak terus dicaplok oleh grup afliasi yang dimiliki oleh pabrikan besar.

“Sudah empat tahun dengan berbagai perubahan PMK tentang hubungan keterkaitan yang dikeluarkan Kementerian Keuangan, tapi sampai saat ini belum terlihat hasil yang konkret,” sesalnya.

Lebih lanjut pihaknya meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan mengkaji lagi regulasi hubungan keterkaitan agar bisa berjalan lebih efektif, konkret, ketat dan harus diberlakukan khusus untuk golongan satu dan grup afiliasinya.

“Pada dasarnya kita harus kembali kepada tujuan awal dari regulasi ini. Solusinya adalah bagaimana pemerintah bisa membuat regulasi kepada afiliasi yang dimiliki oleh pabrikan besar yang masih bermain di golongan kami demi terciptanya kesetaraan usaha antara besar dan menengah kecil. Kita ingin golongan kami steril dari invasi afliasi pabrikan besar,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, FORMASI adalah asosiasi industri rokok kecil dan  menengah di Indonesia yang berkantor pusat di Malang, Jawa Timur. Asosiasi pimpinan Ali Khosin ini memiliki berbagai cabang yang sudah terbentuk di beberapa kota yang menjadi sentra industri Kretek antara lain Kudus, Tulungagung, Blitar, maupun Jombang. (Okz/Int)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • SOTR Berujung Tawuran Remaja

    SOTR Berujung Tawuran Remaja

    • calendar_month Minggu, 25 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Riani, S.Pd.I Guru tinggal di Medan Selama Bulan Ramadhan, kegiatan Sahur On The Road (SOTR) kian trend dikalangan remaja. Namun SOTR ini berpotensi menimbulkan kerumunan yang dapat meningkatkan penyebaran Covid-19. Dan parahnya, belum lama ini SOTR berujung tawuran antar remaja. Ibadah Bulan Suci Ramadan 1442 H ternoda akibat ulah sejumlah pemuda usai makan sahur […]

  • Jelang Ramadhan, SMSI Madina Salurkan 1 ton Beras ke Anak Yatim dan Jompo

    Jelang Ramadhan, SMSI Madina Salurkan 1 ton Beras ke Anak Yatim dan Jompo

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ):  – Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berbagi satu ton beras untuk anak yatim dan jompo di sekitaran Panyambungan. Acara ini dilaksanakan, sebagai bentuk syukur pengurus SMSI Madina dan menyalurkan sumbangan dari donatur-donatur ini agar dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah. Kegiatan ini dilaksanakan, Kamis […]

  • Pedagang Prediksi Harga Daging 170 Ribu Jelang Idul Fitri

    Pedagang Prediksi Harga Daging 170 Ribu Jelang Idul Fitri

    • calendar_month Rabu, 13 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Pedagang memprediksi harga daging sapi menyentuh Rp170 ribu per kg menjelang Hari Raya Idul Fitri.  Prediksi itu berdasar pergerakan harga daging sapi saat ini yang merangkak naik dari Rp110 ribu per Kg. “Daging sapi ya normalnya Rp110 ribu per Kg. Tapi makin ke sini, pelan-pelan naik jadi Rp130 ribu per Kg. Kadang bisa […]

  • “Sebelum PT SMGP hadir, kami tidak pernah keracunan”

    “Sebelum PT SMGP hadir, kami tidak pernah keracunan”

    • calendar_month Rabu, 16 Mar 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  “Sebelum PT SMGP hadir, kami tidak pernah keracunan”. Kalimat itu disampaikan Ketua BPD Sibanggor Julu, Binsar Rajab dalam Rapat Evaluasi Tim Investigasi Lapangan di wellpad A-AE 05. Rapat evaluasi itu dipimpin Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika Azmi Utammi Nasution di aula Pemkab Madina, Rabu (16/3/2022). “Kami belum pernah merasakan apa yang […]

  • Tewasnya Jenderal Spoor Diseminarkan

    Tewasnya Jenderal Spoor Diseminarkan

    • calendar_month Minggu, 19 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    SIPIROK- Sejarah telah mencatat tewasnya Jenderal Spoor sangat berkaitan dengan upaya penembakan atau pembunuhan yang dilakukan tentera Belanda terhadap salah seorang pejuang asal Sipirok, Sahala Muda Pakpahan yang merupakan dalang utama dalam menghadang konvoi tentara Belanda di Jembatan Aek Kamibiri Simagomago. “Jenderal Spoor merupakan panglima Belanda di Indonesia. Berdasarkan laporan, wilayah Sumut ketika itu sepenuhnya […]

  • Liberalisasi di Bidang Energi Buah dari Sistem Demokrasi

    Liberalisasi di Bidang Energi Buah dari Sistem Demokrasi

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ross A.R Aktivis Dakwah Medan Johor   Dua perusahaan besar BUMN mengalami kerugian yang cukup besar. Seharusnya, sebagai seorang Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir lebih fokus untuk mengurus PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) yang diambang kerugian. Namun, justru sangat disayangkan karena Erick Thohir justru asik berkampanye di berbagai daerah, […]

expand_less