Sabtu, 4 Apr 2026
light_mode

Poken Bante

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2020
  • print Cetak

Catatan : Dahlan Batubara

Poken bante itu bahasa Mandailing. Jika di Indonesiakan berarti pasar daging. Poken (pasar), bante (daging).

Belum diperoleh penjelasan mengapa bukan juhut (daging), mangapa harus bante.

Sebab, orang Mandailing lebih sering menyebut juhut ketimbang bante dalam membahasakan daging.

Misalnya : juhut ni orbo, juhut ni lombu, juhut ni ambeng, juhut ni manuk, juhut nu itik, juhut ni ursa, dll.

Tidak ada sebutan bante ni irbo, bante ni lombu, dll.

Lantas, apa sebenarnya arti “bante” ini ? Apakah daging saja atau ada yang lainnya? Pembaca yang tahu mohon beritahukan di kolom komentar.

Kembali ke poken bante. Poken bante adalah tradisi setiap hari terakhir Ramadan di Mandailing.

Hari itu masyarakat berbondong bondong ke pasar membeli daging kerbau atau lembu. Untuk digulai sebagai lauk hari raya idul fitri. Gulai daging ini disebut gule bante.

Gule bante ini seperti “kewajiban” utuh dan telah menjadi bagian penting dalam tradisi idul fitri.

Tidak ada greget hari raya jika tak ada gule bante di rumah.

Daging yang dibeli mayoritas daging kerbau atau lembu.

Ada juga daging ayam atau itik, tapi tak seberapa jumlah pembelinya. Hanya bagi yang tak bisa makan daging kerbau atu lembu saja dengan alasan alasan tertentu.

Tetapi ada juga tak membeli apa apa karena tak punya uang beli daging kerbau dan kebetulan punya peliharaan ayam atau itik.

“Manuk i ma soni ita koyok” (ayam itu saja kita sembelih).

Kewajiban margule bante (bergulai daging) itu mengalahkan keharusan mangalomang (memasak lemang) dan mangalame (memasak dodol).

Hari raya tidak akan memiliki “kaldu” jika aroma gule bante tidak menebar dari dapur rumah penduduk.

Sebaliknya, hari raya tetap memiliki “rasa” walau tak ada lomang (lemang) atau alame (dodol) dengan catatan ada gule bante.

Itu artinya, jika dihadapkan pada pilihan, orang Mandailing akan memilih margule bante ketimbang mangalomang.

Oleh karenanya, tiap kepala keluarga merasa wajib menyediakan gule bante di rumah. Soal jenis daging, itu hal kedua.

Makanya, ada beberapa istilah di dalam bahasa Mandailing dalam mengklasifikasi bagian bagian tubuh kerbau atau lembu.

Ada juhut (daging), ada tabo tabo (lemak dan bagian bagian dalam perut kerbau), ada ulingkuling (kulit kerbau atau kikil), ada tulang sup (tulang sup ini tak perlu diterjemahkan karena juga bahasa Melayu/Indonesia).

Keluarga yang menghadapi keterbatasan uang (malarat) biasanya akan membeli tabo tabo saja. Harganya sangat jauh lebih murah dibanding juhut.

Tabo tabo pun jadilah ketimbang tidak margule bante.***

Dahlan Batubara adalah Pimred Mandailing Online

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mendagri Salahkan Gatot DPRDSU Tuding Pusat

    Mendagri Salahkan Gatot DPRDSU Tuding Pusat

    • calendar_month Sabtu, 28 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pembentukan 3 Provinsi Baru JAKARTA- Dugaan Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Gatot Pujo Nugroho tampaknya sengaja memegang bola panas pembentukan tiga provinsi baru di Sumatera Utara (Sumut) dengan tidak memberikan rekomendasi hasil paripurna DPRD Sumut. Pasalnya, Gatot ternyata diberikan wewenang penuh melaksanakan tugas-tugas gubernur, termasuk memberi rekomendasi pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap), Provinsi Kepulauan Nias (Kepni) dan […]

  • DPP IMA Madina awasi ketat kinerja Panwaslu

    DPP IMA Madina awasi ketat kinerja Panwaslu

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – DPP IMA Madina akan mengawasi ketat kinerja Panwaslukada Madina menjelang coblos ulang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Madina pada 24 April 2011. Karenanya, IMA Madina memintak Panwaslu melaksanakan tugasnya dengan baik demi terciptanya pemilu yang jujur, adil, dan tidak ada kecurangan. Demikian disampaikan Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMA Madina) Ahmad Irwandi […]

  • Jika Terpilih Jadi Bupati Madina, Harun Mustafa Nasution Gagas Open House Rakyat Tiap Bulan

    Jika Terpilih Jadi Bupati Madina, Harun Mustafa Nasution Gagas Open House Rakyat Tiap Bulan

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online) : Setelah beberapa minggu turun ke desa desa dan menemukan banyak aspiraai masyarakat yang tidak tersahuti oleh Pemerintah Daerah, Calon Bupati Mandailing Natal ( Madina) Harun Mustafa Nasution ketika terpilih menjadi Bupati Madina akan buat Open Hause setiap bulan untuk Masyarakat di setiap Desa atau Kecamatan yang ada di Kabupaten Madina. […]

  • Komisi II DPRD Loyo Berhadapan Dengan PTPN IV

    Komisi II DPRD Loyo Berhadapan Dengan PTPN IV

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPRD Mandailing Natal (Madina) kembali mempertontonkan sikap loyo di hadapan pengusaha pada rapat dengar pendapat di gedung DPRD Madina, Kamis (25/4/2014). Sekian banyaknya persoalan-persoalan warga dengan Perusahaan Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) di Kecamatan Batahan dan Ranto Baek, Kabupaten Madina ternyata tidak mampu diungkap oleh Komisi II DPRD Madina. Pantauan wartawan, […]

  • Jalan Tambangan rusak parah

    Jalan Tambangan rusak parah

    • calendar_month Selasa, 28 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Warga Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing atau tepatnya desa di seberang Batang Gadis mengharapkan perbaikan jalan ke desa mereka. Pasalnya jalan ke desa tersebut rusak parah. Selain itu, ada beberapa titik yang anjlok sehingga menyulitkan bagi pengguna jalan. Hal itu dikatakan M Sanusi, 50, pagi ini.Menurutnya, jalan kabupaten ke daerah tersebut kondisinya saat ini […]

  • Abdul Aziz Myatt, Neo-Nazi yang Tak Lagi Anti-Islam

    Abdul Aziz Myatt, Neo-Nazi yang Tak Lagi Anti-Islam

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Abdul Aziz Myatt dahulu seorang yang membenci Islam. Kebencian itu kian menjadi karena ia merupakan anggota kelompok ekstrim sayap kanan. Namun, kunjungan ke Mesir mengubah jalan hidup Aziz. Alhamdulillah, atas pertolongan Allah SWT, Aziz kembali pada Islam. “Saya memutuskan menjadi Muslim karena pikiran dan hati saya mengaku tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan […]

expand_less