Kamis, 12 Mar 2026
light_mode

POLISI MACAM PREMAN Di NAGA JUANG

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 26 Mar 2013
  • print Cetak

DI BINANGA 1 TEWAS, 6 LUKA-LUKA

Ridwan Rangkuti 260313PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pola yang diperlihatkan polisi di Naga Juang, Mandailing Natal, mengarah pada gaya preman terhadap para penambang emas di bukit Sihayo, Jum’at (22/3) lalu.

Ini bertolak belakang dengan pencanangan Kapolri di awal tahun 2013 yang bersemangat pemberantasan premanisme yang dimulai dari Jakarta terbukti dengan penangkapan Hercules dan kelompoknya.

“Akan tetapi sungguh sangat ironis yang terjadi di Wilayah Sumut, khususnya di Tapanuli Bagian Selatan, polisi yang diharapkan memberantas premanisme justru beberapa oknum polisi menjadi preman dengan seenaknya melakukan kekerasan fisik terhadap warga dengan dalih dan alasan pengamanan.

Itu diungkapkan Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Tabagsel, H.Ridwan Rangkuti,SH. MH yang juga dosen tetap Fakultas Hukum UMTS Padangsidempuan, kepada wartawan, Selasa (26/3).

“Seperti kasus yg terjadi di Naga Juang, Madina, aparat Brimob Polda Sumut menyiksa dan menelanjangi dada warga dan menjemurnya di terik matahari, tangan diikat ke belakang dan menjadi tontonan yg mengasyikkan bagi aparat brimob yg tidak berprikemanusiaan tersebut,” katanya.

Disebutkannya, seharusnya aparat brimob tersebut setelah menangkap para warga yang diduga melanggar hukum, diserahkan langsung ke penyidik Polres Madina.

“Kenapa harus disiksa, apa begini cara yg didoktrin waktu sekolah Brimob. Luar biasa kekejaman aparat brimod tersebut, tak obahnya gaya preman, pantas saja warga bilang “Kami Bukan PKI”, karena menurut warga penyiksaan yang dilakukan aparat Brimob tersebut ala PKI,” cetus Ridwan.

Kasus serupa terjadi lagi di Binanga, tepatnya di halaman Mapolsek Binanga, lagi lagi warga korban luka berat dan bahkan korban tewas akibat kekejaman aparat kepolisian dari Polres Tapanuli Selatan. Korban luka berat sebanyak 6 orang masih di rawat di RSU Padangsidempuan. Sedangkan korban yang meninggal sudah dikebumikan keluarganya.

Kasus ini terkait beberapa waktu yang lalu masyarakat yang menolak pembangunan pipa perusahaan tambang PT. A-Resources Martabe Batang Toru, warga menjadi korban luka dan masuk penjara.

“Begitu banyaknya kasus kekejaman aparat kepolisian yang terjadi di Wilayah Tabagsel membuat hati kita miris kemana para kepala daerah nya, kok bisa terjadi berulang ulang. Semuanya kasus tersebut bermula dari sengketa tanah. Jika kasusnya soal tanah, kenapa para bupatinya diam tak punya kebijakan dan keberanian untuk melindungi rakyatnya,” kesal Ridwan.

Kapolda juga dikesalkan tidak mengambil tindakan tegas kepada anggotanya yang salah dalam melakukan tugas, dengan hanya menjawab sudah sesuai prosedur tetap.

“Lalu, kemana gubernur yang katanya pro rakyat. Kenapa tidak bersikap tegas, koq selalu bela pengusaha tambang, aneh para petinggi di Sumut ini,” imbuhnya.

Disebutkannya, masyarakat semakin prustasi untuk memperjuangkan haknya, sehingga terkadang dengan jalan kekerasan terhadap perusahaan yang harus mereka tempuh. Karena tidak ada perlindungan dan kepastian dari bupatinya, gubernurnya, apalagi DPRD-nya hanya pintar cuap-cuap di media tanpa tindakan nyata.

“Saya menghimbau kepada presiden RI dan menteri terkait serta kapolri agar segera menyikapi semua persoalan tambang di wilayah Tabagsel, khususnya di Madina dan Batang Toru serta persoalan lahan di Palas, agar tidak terulang lagi kekejaman aparat yang akhirnya rakyat yang menjadi korban,” lanjutnya.

Di sisi lain, perusahaan tambang pun harus melihat realita ini secara jernih. Investasi butuh keamanan, tetapi jika perusahaan tidak memikirkan masyarakat sekitar tambang, kerugian yang lebih besar lagi akan muncul di kemudian hari. (dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pajak Sawit, Pusat Menikmati, Daerah Merana

    Pajak Sawit, Pusat Menikmati, Daerah Merana

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Lokasi perkebunan sawit itu berada di daerah. Tetapi justru pemerintah pusat yang selama ini menikmati uangnya. Yaitu pemasukan dari perkebunan-perkebunan sawit itu. Jenis pemasukan itu termasuk dari Bea Keluar (BK) dan Pungutan Eskpor (PE). Nilainya sangat besar. Daerah? Hanya menerima dampak lingkungan dan kerusakan infrastruktur, seperti kerusakan jalan dan jembatan akibat pengangkutan CPO. Tingginya potensi […]

  • Pemerintah Indonesia Tetap Pertahankan PT.SMGP

    Pemerintah Indonesia Tetap Pertahankan PT.SMGP

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Indonesia tetap mempertahankan PT. Sorik Marapi Geothermal Power (PT.SMGP) melanjutkan eksplorasi panas bumi bagi pembangkit listrik di Mandailing Natal (Madina). Itu dikatakan Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Tisnaldi menjawab wartawan usai menghadiri Forum Diskusi Bersama Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Sorikmarapi […]

  • Batang Angkola Surplus Beras 70,14 Ton

    Batang Angkola Surplus Beras 70,14 Ton

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bupati : Mari Tanam Serentak TAPSEL-Bupati Tapsel, H Syahrul M Pasaribu mengajak seluruh petani sawah untuk kembali menerapkan pola tanam serentak. Dengan sistem ini dapat meningkatkan hasil panen dan menghindarkan tanaman padi dari serangan hama. “Musuh utama petani di Batang Angkola ini adalah hama tikus. Minimal sekali dua minggu masyarakat bergotong-royong memburu tikus. Tapi yakinlah, […]

  • Bupati Dinilai Tak Becus Membina BPA, Mosi Tak Percaya Kepada Bupati Disiapkan

    Bupati Dinilai Tak Becus Membina BPA, Mosi Tak Percaya Kepada Bupati Disiapkan

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Sutan Palembang Nasution salah satu raja Mandailing mengecam pendapat bupati Mandailing Natal (Madina) yang menyebutkan pengurus Badan Pemangku Adat (BPA) sudah meninggal dunia dan uzur. “Sangat aneh seorang Bupati mengatakan pengurus BPA sudah uzur,” katanya Senin (10/11). “Saya yakin apabila hal ini tidak segera diklarifikasi oleh bupati, maka seluruh raja-raja yang […]

  • KontraS Sumut: Pemidanaan Dua Youtuber di Medan Membunuh Demokrasi

    KontraS Sumut: Pemidanaan Dua Youtuber di Medan Membunuh Demokrasi

    • calendar_month Senin, 5 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – KontraS Sumatera Utara menyatakan pemidanaan dua youtuber di Medan merupakan pembuhuhan terhadap demokrasi dan kontrol sosial publik. Dimikian rilis pers Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumut yang diterima redaksi Mandailing Online, Senin (5/4/2021). KontraS Sumut mengungkap, sidang perkara pidana Reg. No. 3564/Pid.Sus/2020/PN Mdn dengan Terdakwa dua Youtuber […]

  • Warga Gunung Manaon Harap Saparuddin-Miswaruddin Pimpin Madina

    Warga Gunung Manaon Harap Saparuddin-Miswaruddin Pimpin Madina

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga Desa Gunung Manaon Kecamatan Panyabungan berharap Pilkada Madina 2015 menghasilkan pimpinan figure baru dan muda serta memiliki kepedulian serta mengayomi. Hal itu diungkapkan salah seorang tokoh masyarakat Gunung Manaon di acara silaturrahim Calon Wakil Bupati Madina Miswaruddin Daulay, Selasa (20/10) yang dilansir media PBMNews. Pasangan calon Saparuddin Haji Lubis- […]

expand_less