Rabu, 11 Mar 2026
light_mode

Polres Madina Sosialisasi Bahaya Merkuri

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 9 Apr 2011
  • print Cetak


Panyabungan,

Polres Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dengan tokoh agama sepakat memberikan sosialisasi bahaya merkuri (air raksa-red) terhadap kesehatan manusia dalam jangka pendek dan panjang baik terhadap warga yang bersentuha, galundung, air raksa, kuik, aula mapolres madina, hutabargot, kota panyabungann langsung juga dengan warga yang menghirup udara.

Termasuk bahayanya terhadap mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi dengan merkuri tersebut. Sebab, saat ini marak sejumlah pengusaha galundung (penggiling batu-red) di Kecamatan Hutabargot dan Panyabungan yang membuang limbahnya ke aliran sungai tanpa memiliki Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan).

“Karena mengakibatkan kerusakan pada sistem saraf, ginjal, paru dan janin walau dampak tersebut akan terjadi pada 5-10 tahun yang akan datang,” sebut Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIK bersama sejumlah jajarannya di Aula Polres Madina dengan menghadirkan instansi terkait terhadap dampak lingkungan yang terjadi akibat galundung memakai merkuri dipaparkan kepada tokoh agama dan masyarakat, Kamis (31/3) sore.

Dikatakannya, maraknya pembuatan galundung memakai merkuri untuk memisahkan batu dengan logam mulia (emas-red) di berbagai tempat tanpa melihat aspek dan dampak yang diakibatkan kepada warga. Limbanya dibuang ke sungai, sehingga mencemari sungai Simalagi dengan Sungai Sarakan.

Kini galundung tersebut juga sudah menjamur di Kota Panyabungan dengan memberikan keuntungan kepada ratusan orang manusia berdampak penyakit kepada ribuan warga di masa sekarang dan yang akan datang.

Disebutkannya, galundung ini muncul setelah marak tambang emas liar di Kecamatan Hutabargot sehingga ratusan orang berbondong-bondong ke lokasi tersebut walau bukit tersebut kawasan hutan lindung dan TNBG demi mendapatkan logam mulia bernilai tinggi di tengah-tengah sulitnya ekonomi saat ini.

“Kita belum melakukan penegakan hukum terhadap sejumlah warga yang membuat galundung di pinggiran sungai atau di tengah-tengah perkampungan, sebab keduanya sama-sama punya dampak negatif terhadap kesehatan warga, karena bahaya merkuri tersebut bukan hanya menyerang manusia lewat penggunaan air. Melainkan dengan uap yang mencemari udara sehingga terhirup oleh manusia juga bias mengakibatkan penyakit belum lagi tanaman serta hewan yang mengkonsumsi merkuri tersebut jika di konsumsi warga juga akan terserang penyakit gatal-gatal dan cacat bagi bayi yang baru lahir,” katanya.

Sementara Kabid Pengendalian Kesehatan Dinas Kesehatan, Rusdi Nasution dalam kesempatan tersebut memaparkan, bahaya pemakaian merkuri sejumlah pengusaha galundung di kecamatan Hutabargot dan Kota Panyabungan yang bisa mengakibatkan kematian terbukti hingga saat ini sudah 13 pasien terdata di sejumlah puskesmas dan RSU Panyabungan yang mengalami gangguan kulit akibat dari merkuri tersebut.

“Kita harus segera mengantisipasi bahaya peyakit diakibatkan merkuri tersebut, sebab tergantung daya ketahanan tubuh yang menunjukkan penyakit di kenai merkuri ini sehingga dari diri pribadi, keluarga, tetangga serta masyarakat lainnya.

Kepala Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan, Ir Miswar Ependi juga mengatakan, setiap orang berhak berlingkungan sehat dan besih dan itu tertuang di dalam UU RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sehingga kita bisa melarang dan mengadukan siapa saja yang memberikan pencemaran terhadap lingkungan.

“Namun di daerah beradat dan beragama ini kita masih mengedepankan rasa kekeluargaan karena satu samal lain masih bertauatan hubungan keluarga sehingga dengan memberikan sosialisasi terhadap dampak lingkungan diakibatkan sejumlah galundung sudah bertaburan dimana-mana tidak hanya di kecamatan Hutabargot melainkan di Panyabungan sendiri membuang limbahnya kemana saja arahnya,” sebutkan Miswar. (man)
Sumber : Analisa

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalan Protokol Panyabungan Abrasi

    Jalan Protokol Panyabungan Abrasi

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jalan protokol Panyabungan di titik Desa Gunung Tua Panggorengan yang sudah beberapa bulan ini kian mengecil akibat abrasi yang terus menerus, dan belum juga ada tanda-tanda akan diperbaiki. “Kita sangat heran, sudah begitu lama kondisi badan jalan ini, namun belum juga diperbaiki,” ujar Muksin seorang pengemudi angkutan umum kepada kepada […]

  • Jelang 2 Tahun, SBY Minta KIB II Optimalkan Sisa Waktu

    Jelang 2 Tahun, SBY Minta KIB II Optimalkan Sisa Waktu

    • calendar_month Kamis, 7 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta – Presiden SBY meminta jajaran menterinya mengoptimalkan waktu tiga bulan ke depan untuk menuntaskan sisa pekerjaan yang masih ada. Sebab bila nanti akan ada ‘penataan lebih lanjut’, maka tidak ada pekerjaan tersisa. Perintah itu disampaikannya presiden saat membuka rapat kabinet paripurna. Rapat digelar di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (7/7/2011). “Oktober nanti genap dua tahun […]

  • Komisi I Kunjungi SD Simpang Bambu Yang Memprihatinkan

    Komisi I Kunjungi SD Simpang Bambu Yang Memprihatinkan

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NATAL (Mandailing Online) – Komisi I DPRD Madina meninjau kondisi SD Negeri 405 Simpang Bambu, Desa Sundutan Tigo Kecamatan Natal, Jum’at (8/11/2019). Tinjauan ini dilakukan Komisi I karena gedung dan mobiler sekolah ini sangat memprihatinkan. Bahkan jauh dari memenuhi standar kelayakan. Sekolah ini belum pernah memperoleh perehaban dalam rentang 15 tahun. Kondisinya berlantai tanah, […]

  • Konflik Papua karena kesenjangan barat-timur

    Konflik Papua karena kesenjangan barat-timur

    • calendar_month Kamis, 28 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        JAKARTA, (MO) – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menilai peristiwa penembakan terhadap prajurit TNI yang terjadi di Papua menunjukkan masih tingginya kesenjangan ekonomi di daerah tersebut. “Masyarakat di Indonesia barat sudah maju tapi masyarakat di Indonesia Timur, khususnya Papua masih tertinggal,” kata Megawati Soekarnoputri, hari ini. Menurut dia, Papua memiliki potensi sumber […]

  • PETI di Kelurahan Tapus Madina, Keplor Minta Kapolres Hadir Kelokasi

    PETI di Kelurahan Tapus Madina, Keplor Minta Kapolres Hadir Kelokasi

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Penambangan emas tanpa izin (PETI) pada bekas lahan PT Madina Madani Mining (PT M3) di Kelurahan Tapus Kecamatan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal terus beroperasi. Polsek setempat tampaknya tak berkutik menghentikan aktifitas ilegal tersebut. Dengan menggunakan alat berat jenis excapator, para penambang emas ilegal itu leluasa mencuri harta negara tersebut. […]

  • MUI Madina Serukan Isi Hutbah Jum’at Hari Ini Seputar Perjuangan Baitul Maqdis

    MUI Madina Serukan Isi Hutbah Jum’at Hari Ini Seputar Perjuangan Baitul Maqdis

    • calendar_month Jumat, 13 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Hari ini Jum’at 13/10/2023, masjid di Mandailing Natal ( Madina ) disarankan mengisi tema hutbah jum’at seputar Masjid Al Aqsa dan Palestina. saran ini dikeluarkan oleh Ketua Majelis Ulama (MUI) Madina H.M. Nasir, Lc, SPd.I lewat surat terbuka kepada khatib ju’mat. Dalam penjelasan Ketua MUI itu mengatakan, langkah mengisi tema […]

expand_less