Kamis, 19 Mar 2026
light_mode

Produksi Pendaratan Ikan di Tapteng Sibolga Merosot

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 2 Nov 2015
  • print Cetak

Panda – Akibat cuaca ekstrem yang kerap melanda perairan Pantai Barat Sumatera Utara sejak 3 tahun terakhir, menyebabkan produksi penangkapan ikan di Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga tidak stabil atau kembali merosot. Jika pada tahun 2012 lalu, total produksi/pendaratan ikan mampu mencapai 38.290 ton, kemudian turun menjadi 34.573 ton pada tahun 2012, lalu tahun 2014 jumlah tersebut kembali naik tipis menjadi hanya 35.227 ton.

Namun pada tahun 2015 ini, produksi pendaratan ikan dipastikan akan lebih merosot. Sebab, hingga akhir September 2015, produksi pendaratan ikan hasil tangkapan nelayan di daerah ini baru mencapai 22.458 ton atau menurun sekitar 17% dari periode yang sama pada tahun lalu mencapai 26.081 ton.

Demikian disampaikan Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga Henry M Batubara SPi MSi selaku perpanjangan tangan Kementerian Kelautan dan Perikanan di wilayah Pantai Barat Sumut kepada MedanBisnis di kompleks PPN Sibolga, kemarin.

Disebutkan, cuaca buruk yang kerap melanda perairan pantai barat Sumatera atau sekitar wilayah Samudera Hindia, menjadi faktor utama tidak stabilnya jumlah produksi pendaratan atau hasil tangkapan nelayan di daerah ini.

“Naik turunya produksi itu juga disebabkan pola migrasi ikan yang tidak menentu, disamping faktor lainnya semisal kerusakan ekosistem terumbu karang yang kian parah, sehingga mengakibatkan perkembangbiakan ikan menjadi terganggu dan menyebabkan ikan menjadi langka. Hal ini juga disebabkan sempat naiknya harga BBM solar yang menjadi bahan bakar utama kapal-kapal penangkap ikan,” terangnya sembari menyampaikan bahwa data di atas diambil berdasarkan data laporan dari dokumen Logbook kapal penangkap ikan.

Dikatakan, akibat cuaca buruk yang berkepanjangan, menyebabkan tingkat aktivitas operasional kapal-kapal penangkap ikan menjadi menurun dari biasanya. Hal ini dibuktikan dengan pengurusan berbagai kelengkapan dokumen kapal penangkap ikan di kantornya yang terus mengalami penurunan, seperti Logbook, Surat Persetujuan Berlayar (SPB), maupun Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan (SHTI).

Disebutkan, jika pada tahun 2012 lalu, pihaknya masih menerbitkan 10.305 unit dokumen Logbook, pada tahun 2013 turun menjadi 8.636 unit, tahun 2014 terus merosot menjadi 6.205 unit. Hingga September tahun 2015 ini, kapal perikanan yang mengurus Logbook sebagai dokumen wajib yang harus dilengkapi oleh kapal-kapal penangkap ikan jika hendak beroperasi baru mencapai 5.466.

Begitu juga dengan SPB yang tahun 2012 lalu mencapai 10.305 unit, kemudian meningkat sedikit pada tahun 2013 menjadi 10.363 unit, kembali menurun menjadi 9.044 unit pada tahun 2014, pada tahun ini diperkirakan akan kembali merosot. Pasalnya, hingga September 2015, hanya 5.071 unit kapal yang beroperasi.

Tak jauh berbeda dengan dokumen SHTI yang juga terus mengalami penurunan. Pada tahun 2012 lalu, PPN Sibolga masih menerbitkan 403 lembar SHTI, pada tahun 2013 sampai tahun 2014 mengalami penurunan menjadi 400 dan 171 lembar SHTI saja. Jumlah ini dipastikan akan kembali menurun, karena hingga September tahun ini, PPN Sibolga baru menerbitkan 63 lembar SHTI saja.

Sumber : medanbisnis

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bimtek Bukan Darurat, Melanggar Aturan Jika Dibiayai Dana Pendahuluan

    Bimtek Bukan Darurat, Melanggar Aturan Jika Dibiayai Dana Pendahuluan

    • calendar_month Kamis, 18 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Kegiatan bimtek TP PKK tidak masuk kategori darurat sehingga melanggar aturan jika pembiayaannya dari dana pendahuluan. Itu diungkap pemerhati anggaran Zulfahmi Hamdani Siregar, SE menjawab wartawan via WhatsApp, Rabu malam (17/3/2021) terkait kegiatan bimbingan teknis (bimtek) TP PKK desa se Kabupaten Mandailing Natal yang dilaksanakan 18 Maret 2021 di kota Parapat […]

  • Banjir Bandang Hantam 3 Desa di Naga Juang

    Banjir Bandang Hantam 3 Desa di Naga Juang

    • calendar_month Rabu, 13 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Banjir bandang sungai Sigaja menghantam tiga desa di Kecamatan Naga Juang, Mandailing Natal, Rabu (13/2). Wartawan Mandailing Online, Holik Nasution dari Tambiski melaporkan, bandang muncul sekira pukul 5 sore. Ketiga desa itu adalah Humbang, Tarutung Panjang dan Desa Tambiski Nauli. Belum ada laporan resmi korban jiwa atau orang hilang maupun rumah […]

  • MA’RUF AMIN DATANG, KANTOR PEMKAB SEPI

    MA’RUF AMIN DATANG, KANTOR PEMKAB SEPI

    • calendar_month Senin, 11 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Dahlan Batubara   Sebelum berangkat meliput tabligh akbar ke Pasir Putih, Lingkar Timur Panyabungan, saya sempatkan minum teh manis di warung kopi. Senin (11/3/2019). Tiga bulan terakhir Tabligh akbar lagi musim di Mandailing Natal. Tetapi, kali ini tabligh akbar-nya lebih wah. Karena hadir Ma’ruf Amin. Calon Wakil Presiden Indonesia. Saat minum kopi, […]

  • Warga Berharap Tanggul Bondar Balian Diperbaiki

    Warga Berharap Tanggul Bondar Balian Diperbaiki

    • calendar_month Minggu, 3 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, (MO) – Masyarakat Gunungtua Raya yang terdiri dari Desa Gunungtua Tonga, Gunungtua Jae, Gunungtua Julu, Gunungtua Iparbondar berharap kepada Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) memperbaiki tanggul Bondar Balian yang rusak. “Rusaknya tanggul Bondar Balian pada sungai (Aek) Rantopuran setelah diterjang banjir pada 26 Pebruari 2012 lalu. Sehingga membuat Bondar Balian tidak dapat lagi […]

  • Korupsi pengadaan buku SD, 2 eks pejabat Langkat dibui 1 tahun

    Korupsi pengadaan buku SD, 2 eks pejabat Langkat dibui 1 tahun

    • calendar_month Jumat, 12 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Medan, – Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan memvonis mantan Kepala Dinas Pendidikan Langkat, Sumatera Utara, Syam Sumarno dan eks Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Irawan, masing-masing satu tahun penjara. Keduanya dinilai terbukti menyalahgunakan dana pengadaan buku untuk 70 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Langkat. Majelis hakim yang diketuai Jonner Manik menyatakan dua mantan pejabat di Pemkab […]

  • Seniman Peniup Saleot Makin Punah

    Seniman Peniup Saleot Makin Punah

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      ALAT MUSIK SALEOT – Seorang seniman yang tergabung dalam grup gordang sambilan dari Siantona, Mandailing Julu serius meniup alat musik saleot yang termasuk salah satu alat musik tiup tradisional Mandailing. Saat ini hanya terhitung sedikit orang Mandailing yang mampu memainkan alat musik ini, bahkan dikhawatirkan akan punah. Dibutuhkan upaya re-generasi agar seniman peniup saleot […]

expand_less