Sabtu, 4 Apr 2026
light_mode

Pugar Mentari Sumut Motivasi Siswa Raih Prestasi Olahraga

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 14 Des 2010
  • print Cetak


MADINA- Pusat Kegiatan Olahraga Mengantar Prestasi (Pugar Mentari) Provinsi Sumatera Utara berkomitmen terus memotivasi siswa di seluruh kabupaten/kota di Sumut terutama di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) untuk lebih menekuni berolah raga sebagai upaya menerapkan jiwa kreasi bagi anak didik di sekolah.

Hal ini disampaikan Ketua Pugar Mentari Provinsi Sumut, Panataran SH MHum saat ditemui METRO di Panyabungan, Senin (13/12) usai melaksanakan kompetisi sepak bola antar siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas dan Madrasah Aliyah, pekan lalu.

Kepada METRO Panataran menjelaskan, upaya untuk mewujudkan prestasi siswa di sekolah salahsatunya adalah dengan membangkitkan semangat olahraga bagi siswa karena menurut dia dengan olah raga semangat siswa akan terus bangkit, sehingga tercipta kebugaran dan jasamani yang sehat. “Dengan bermodalkan kesehatan jasmani akan sangat mudah untuk memuwudkan prestasi, dan yang lainnya hanya sebagai fasilitas pendukung,” kata Panataran.

Dalam hal ini, dijelaskan Panataran, Pugar Mentari telah sukses melaksanakan visi mereka dengan mengadakan kompetisi sepak bola antas siswa sekolah baik SMA/SMK dan Madrasah Aliyah di Kabupaten Madina yang diselenggarakan pada, pekan lalu dimana dalam hal ini Pugar Mentari hanya sebagai fasilitator saja sedangkan yang menjadi panitia pelaksana Pugar Mentari telah bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Madina serta Dinas Pendidikan Madina. “Sebelumnya kami telah berkoordinasi dengan Dispora serta Disdik Madina dalam penyelenggaraan kompetisi bola ini, dan kedua instansi terkait sangat mendukung program kami dalam upaya mendukung siswa mencapai prestasi,” tandasnya lagi.

Diceritakan Panataran, pada saat kompetisi peserta yang mendaftar masih sedikit yang berjumlah 8 sekolah di Kecamatan Panyabungan, dimana kompetisi yang berlangsung selama 6 hari, pemenang yang berhasil meraih posisi pertama yakni siswa-siswa dari Sekolah Sepak Bola (SSB) Madina dengan meraih hadiah paket yang berisi seluruh peralatan sepak bola setiap orangnya ditambah dengan hadiah piala, kemudian yang berhasil menduduki juara kedua yakni siswa SMK Swasta Mitra Mandiri, dilanjutkan SMA 1 Panyabungan dan posisi keempat adalah SMK Swasta Willem Iskandar. (wan)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atika : Pebukaan Jalan ke Perkebunan Rakyat Satu Solusi Penting

    Atika : Pebukaan Jalan ke Perkebunan Rakyat Satu Solusi Penting

    • calendar_month Sabtu, 5 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perkebunan rakyat merupakan salah satu lapangan usaha rakyat yang terbesar dalam struktur ekonomi Madina di sektor pertanian. Bahkan, secara kalkulasi, perkebunan jauh lebih rill memakmurkan petani ketimbang sawah. Sebab, standar kepemilikan luas lahan sawah sejatinya adalah 2 hingga 3 hektar per kepala keluarga. Tetapi luas sawah itu tak bisa tercapai per […]

  • Drainase Jalan Negara Pasar Lama Penyebab Banjir Mulai Diperbaiki

    Drainase Jalan Negara Pasar Lama Penyebab Banjir Mulai Diperbaiki

    • calendar_month Sabtu, 2 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )-Perbaikan drainase yang kerap menyebabkan banjir ke jalan negara di pasar lama Panyabungan, Mandailing Natal ( Madina ) mulai di lakukan. pekerja sejak tadi malam bekerja mengganti Box Culvert di simpang jalan Banjar Sibaguri yang diduga salah satu penyebab drainase tersumbat. Selain mengganti Box Culvert, pekerja juga terlihat membongkar trotoar pejalan […]

  • Miskin, Ayah Aldi Sudah Gadai Sawah, Tak Cukup Biaya Berobat

    Miskin, Ayah Aldi Sudah Gadai Sawah, Tak Cukup Biaya Berobat

    • calendar_month Jumat, 16 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Demi kesembuhan anaknya, demi menyelamatkan kaki anaknya dari ancaman amputasi, Marwan telah menggadaikan sawah. Tapi, uang dari hasil menggadaikan sawah itu tak cukup. Tak ada lagi yang bisa digadaikan, karena sawah itu hanya satu-satunya harta yang dipunya. Kini, Aldi Subhandi Hasibuan, santri Pesantren Darul Ikhlas Dalanlidang, Panyabungan, Mandailing Natal itu […]

  • Dokter RSU Panyabungan Diujung Tanduk

    Dokter RSU Panyabungan Diujung Tanduk

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Para dokter dan staf medis di RSU Panyabungan kini bagai di ujung tanduk risiko terinfeksi virus corona. Bahkan petugas non medis juga sangat rentan tertular. Kondisi rawan itu menyebabkan RSU Panyabungan sempat vakum alias tak melayani tindakan lanjutan terhadap pasien selama sekitar 2 pekan, dan sudah buka kembali sejak Sabtu kemarin. […]

  • Gaji Honorer Pertamanan Belum Dibayar Rp1,6 Miliar

    Gaji Honorer Pertamanan Belum Dibayar Rp1,6 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 28 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Fantastis! Ungkapan ini tampaknya tepat terkait jumlah gaji pegawai honor Dinas Pertamanan Pemko Medan yang belum dibayar. Mau tahu jumlahnya? Rp1.617.000.000. Dari mana angka sebesar itu? Berikut penjelasannya. Informasi yang diperoleh di Medan, Jumat (27/05/2011), pada Tahun 2010, Dinas Pertamanan menerima sebanyak 60 honorer sesuai SK Walikota Medan No 840/301 K Tanggal 12 Februari […]

  • Dibangun Tahun 2009, Jembatan ke Desa Adangkahan Tak Selesai

    Dibangun Tahun 2009, Jembatan ke Desa Adangkahan Tak Selesai

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATANG NATAL (Mandailing Online) – Jembatan yang menghubungkan jalan negara ke Desa Adangkahan. Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal (Madina) tak pernah difungsikan sejak dibangun tahun 2009 lalu. Pasalnya, jembatan itu tak pernah diselesaikan hingga kini. Padahal hanya jembatan ini satu-satunya penghubung ke desa itu. Alhasil, jembatan itu mubazir hingga kini, dan penduduk desa tetap harus […]

expand_less