Home / Berita Nasional / Puluhan Pegawai PLN Curhat Soal Korupsi

Puluhan Pegawai PLN Curhat Soal Korupsi

JAKARTA – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) baru saja meluncurkan buku anti korupsi berjudul ‘Saatnya Hati Bicara jilid 2’. Buku setebal 342 ini merupakan kelanjutan dari buku dengan judul yang sama yang diluncurkan pada Maret 2013 lalu.

Sesuai dengan judulnya, buku ini berisi kumpulan 59 tulisan pegawai dari berbagai level jabatan tentang pengalamannya dalam menghadapi korupsi, suap dan gratifikasi serta harapannya terhadap program ‘PLN Bersih’.

“Pembuatan buku anti korupsi ‘Saatnya Hati Bicara jilid 2’ ini merupakan bagian dari kampanye program ‘PLN Bersih’ kepada para pegawai PLN di seluruh Indonesia beserta stakeholders yang terkait,” ujar Direktur Utama PLN Nur Pamudji saat menghadiri peluncuran buku tersebut di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Kamis (19/12).

Nur juga menegaskan bahwa program ‘PLN Bersih’ itu tidak sekadar berbicara no suap dan no gratifikasi, tapi juga berbicara konflik kepentingan. Menurutnya, tidak sedikit para pegawai PLN yang memanfaatkan jabatannya untuk membantu teman atau kerabatnya mempermudah urusan dengan PLN.

“Seperti kasus di suatu area PLN, seorang kepala unit PLN menangkap pencuri listrik dan si pencuri terkena denda atau tagihan susulan lebih dari Rp 1 miliar. Ternyata pencuri listrik ini mempunyai kerabat yang bekerja di PLN bahkan, menjadi pejabat pula di PLN Pusat. Tentu hal ini akan menjadi konflik kepentingan, karena si pejabat PLN itu akan berusaha mempengaruhi pegawai PLN lainnya yang menangani kasus tersebut,” papar Nur.

Bahkan kata Nur, tak menutup kemungkinan pejabat itu bisa berusaha menekan general manager, manajer, agar dendanya bisa dikurangi dan sebagainya. “Orang PLN tidak boleh melakukan hal-hal seperti ini,” tegas Nur.

Maka itu Nur sangat mengapresiasi para pegawai yang menyumbangkan tulisan dan pengalamannya dalam menghindari korupsi, suap dan gratifikasi di buku ini. (jpnn)

Comments

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: