Senin, 16 Mar 2026
light_mode

Puluhan Sopir Anatra Trayek 03 Panyabungan-Kotanopan Mogok

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 17 Okt 2012
  • print Cetak

Anatra mogok jalan 161012
PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Puluhan sopir angkutan pedesaan Anatra trayek 03 jurusan Panyabungan-Kotanopan-Muara Sipongi, melakukan aksi mogok, Selasa (16/10). Aksi mogon ini menyebabkan ratusan penumpang yang mempergunakan angkutan pedesaan, terlantar

Informasi yang dihimpun di lapangan, aksi mogok ini di picu adanya pungutan liar yang di lakukan oleh para agen penumpang diluar pungutan resmi di terminal Pasar Baru Panyabungan.

Aksi mogok berlangsung mulai pagi hingga siang hari dengan titik kumpul di Jembatan Merah, Kecamatan Lembah Sorik Merapi atau persimpangan menuju Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal. Mogok ini sempat mengundang perhatian para pengguna jalan dan juga menyebabkan antrian panjang di jalan Lintas Sumatera titik Jembatan Merah.

Sejumlah supir yang dijumpai mengatakan, banyaknya pungutan liar di sekitar terminal Panyabungan sangat meresahkan mereka. Apalagi dalam kondisi beberapa bulan terakhir ini, di mana penumpang sangat sepi.

“Untuk mengejar setoran saja kita kewalahan, ditambah lagi adanya kutipan-kutipan lain yang tidak resmi. Padahal, sudah ada kutipan resmi yang diberlakukan pihak agen di terminal tersebut,” ungkap salah satu supir yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Aksi mogok ini hanya berlangsung setengah hari, Kasat Lantas Polres Madina AKP Pranggono bersama Kanit Pos Kota Panyabungan, Ipda Kholid Hasibuan, Kanit Lantas Kotanopan Bripka Jafar Lubis memediasi dengan melakukan musyawarah bersama untuk mencari jalan terbaik agar para sopir kembali beraktivitas.

Dalam pertemuan itu dihasilkan kuputusan bahwa semua kutipan liar yang ada selama ini di terminal Panyabungan ditiadakan. Sementara kutipan resmi yang diberlakukan kepada sopir sebesar Rp.2000 setiap kali berangkat dari lokasi terminal dan Rp. 4000 untuk sopir yang berangkat tidak pada gilirannya, tetap diberlakukan.

Setelah diperoleh kesimpulan, kesepakatan tersebut dibacakan di hadapan para sopir. Sekira pukul 12.00 WIB para supir membubarkan diri dan sebagian diantaranya kembali melakukan aktivitas mencari penumpang dan sebagian lagi pulang ke rumah.

Kasat Lantas AKP Pranggono dalam kesempatan itu mengharapkan agar hasil rapat yang telah dicapai agar dipatuhi semua sopir dan agen dengan sebaik-baiknya.

“Apabila ada kutipan lain di luar kesepakatan ini, tolong disampaikan kepada kami agar kami berikan tindakan,”. katanya. (lkt)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Integrasi Bisnis Ayam Kampung Harus Ada di Tiap Provinsi

    Integrasi Bisnis Ayam Kampung Harus Ada di Tiap Provinsi

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SULTRA – “Setiap provinsi perlu ada percontohan integrasi bisnis ayam kampung yang menggerakkan para peternak,” ujar Menteri Pertanian, Syahrul YL. Itu dikatakannya saat membuka peringatan Hari Pangan Sedunia ke-39 Tahun 2019 di Konawe Selatan, Sulawesi Utara (2/11/2019). Teknologi pertanian di Indonesia sudah banyak tersedia.  Untuk memajukan pertanian, mandiri dan modern yang kurang adalah gebrakannya […]

  • Tantangan Era TV Digital bagi Komisioner Baru Sumut (Bagian 1)

    Tantangan Era TV Digital bagi Komisioner Baru Sumut (Bagian 1)

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Ludfan Nasution Tenaga Ahli Pimpinan DPRD Mandailing Natal   TAK bisa dielakkan, era televisi digital sudah di depan mata. Ketua KPI Pusat, Agung Suprio menggambarkan (koran-jakarta.com), migrasi dari siaran analog ke siaran digital, bakal memaksa KPI Pusat dan KPID untuk mengawasi tidak lagi hanya 18 stasiun televisi, melainkan bisa bertambah hingga 68 stasiun. […]

  • Kaki Aldi Masih Bisa Diselamatkan, Tanpa Amputasi

    Kaki Aldi Masih Bisa Diselamatkan, Tanpa Amputasi

    • calendar_month Jumat, 16 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kaki kiri Aldi Subhandi Hasibuan dimungkinkan masih bisa diselamatkan dari ancaman amputasi. Kemungkinan itu diketahui setelah Aldi dibawa keluarganya berobat ke Jakarta dengan pola pengobatan medis plus herbal. “Aldi Hasibuan sekarang sedang menjalani pengobatan medis dan herbal. Menurut dokternya, pengeobatan itu bisa sembuh tanpa operasi (amputasi). Tentu saja, kita sangat bersyukur […]

  • Pj Bupati Belum Bisa Pastikan

    Pj Bupati Belum Bisa Pastikan

    • calendar_month Kamis, 14 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Terkait Defisit Anggaran MADINA-METRO; Pejabat (Pj) Bupati Mandailing Natal, Ir H Aspan Sopian Batubara MM mengatakan, pihaknya belum mengetahui jumlah pasti difisit anggaran daerah. Sebab, hal itu masih dalam perumusan pihak Dinas Keuangan dan Pengelola Aset Daerah (DKPAD). Hal ini diutarakan Pj Bupati Madina Aspan Sopian Batubara didampingi Kepala Bagian Humasy Pemkab, M Taufik Lubis […]

  • Miniatur Mandailing Kian Diminati

    Miniatur Mandailing Kian Diminati

    • calendar_month Kamis, 23 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Miniatur rumah adat mandailing dan gordang sambilan makin diminati masyarakat Mandailing Natal (Madina). Pesanan dan durasi pembelian minaitur dalam setahun terakhir kian meningkat kepada Kampoeng Kaos Madina (KKM) selaku produsen minatur mandailing yang bermarkas di Kelurahan Sipolu-polu, Panyabungan, Madina. Manajer KKM, Saad Lubis menjawab wartawan, Kamis (23/5/2013) mengakui sejak dibuatnya produk […]

  • Notulen Serasehan Kebudayaan Mandailing Menuju Kongres Kebudayaan Mandailing (2)

    Notulen Serasehan Kebudayaan Mandailing Menuju Kongres Kebudayaan Mandailing (2)

    • calendar_month Sabtu, 17 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    REVITALISASI KEBUDAYAAN MANDAILING Bila kita cermati eksistensi kelompok etnik Mandailing sebagai bagian yang integral dan tidak terpisahkan dari Bangsa Indonesia, semenjak proklamasi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) hingga pada masa sekarang ini boleh dikatakan sangat sedikit sekali national event yang dilaksanakan untuk membicarakan dan sekaligus mengangkat eksistensi kebudayaan Mandailing. Upaya yang demikian itu dipandang […]

expand_less