Rabu, 18 Feb 2026
light_mode

Resiliensi: Meneguhkan Langkah Bangsa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
  • print Cetak

Oleh: Azhar Nasution

Setiap bangsa yang besar selalu melalui ujian sejarah yang tidak ringan. Indonesia, misalnya, pernah mengalami masa penjajahan panjang, krisis ekonomi, hingga berbagai gejolak sosial. Namun, yang membuat bangsa ini tetap berdiri tegak adalah resiliensi yaitu kemampuan untuk bertahan, beradaptasi, dan bangkit dari kesulitan.

Makna resiliensi dalam kehidupan bangsa bukan hanya soal bertahan menghadapi tekanan, tetapi juga kemampuan untuk belajar dari pengalaman pahit dan menjadikannya energi kebangkitan. Dalam konteks bangsa, resiliensi lahir dari:

1. Semangat persatuan, meskipun berbeda suku, agama, dan budaya.
2. Nilai perjuangan, warisan para pahlawan yang mengajarkan bahwa kebebasan diraih dengan pengorbanan.
3. Optimisme kolektif, keyakinan bahwa masa depan bisa lebih baik jika dikerjakan bersama.

Sejarah menunjukkan bahwa setiap krisis selalu melahirkan kebangkitan baru. Setelah penjajahan, lahirlah proklamasi kemerdekaan. Setelah krisis 1998, lahirlah era reformasi. Bahkan di tengah pandemi, bangsa ini belajar memperkuat solidaritas dan kemandirian. Kebangkitan sejati bukan sekadar bangun dari jatuh, tetapi juga membangun arah baru dengan tekad lebih kuat.

Generasi hari ini ditantang dengan ujian berbeda: disrupsi teknologi, tantangan moral, dan persaingan global. Untuk itu, mereka perlu menumbuhkan resiliensi dengan cara:
Menjaga mental tangguh, tidak mudah menyerah pada kegagalan.
Mengasah kreativitas dan inovasi, agar mampu menciptakan solusi.
Menjaga nilai kebangsaan, agar tidak tercerabut dari akar budaya. Untuk mencapainya, bangsa Indonesia membutuhkan fondasi ilmu pengetahuan yang kokoh.

Ilmu Pengetahuan sebagai Kunci Kedaulatan

Dalam era globalisasi, penjajahan tidak lagi hadir dalam bentuk kolonialisme bersenjata, melainkan dalam bentuk hegemoni teknologi, ekonomi, dan budaya. Bangsa yang tidak menguasai ilmu pengetahuan akan tertinggal dan hanya menjadi konsumen. Penguasaan teknologi digital menentukan posisi bangsa dalam peta dunia. Inovasi dalam riset dan pendidikan membuka jalan bagi kemandirian.

Kebangkitan ekonomi berbasis pengetahuan menjadi syarat menuju kemakmuran sejati. Dengan kata lain, ilmu pengetahuan adalah senjata baru untuk mempertahankan kemerdekaan. Generasi muda Indonesia adalah penentu masa depan. Mereka tidak cukup hanya merayakan kemerdekaan dengan euforia seremonial, lomba tradisional, tetapi harus mengisinya dengan karya dan inovasi. Startup teknologi, riset keilmuan, energi terbarukan, hingga kecerdasan buatan adalah medan perjuangan baru.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jumlah Pemilih di Aek Nabara Hanya 27 Orang

    Jumlah Pemilih di Aek Nabara Hanya 27 Orang

    • calendar_month Jumat, 29 Jun 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Desa Aek Nabara, Panyabungan Timur, Mandailing Natal termasuk rendah populasi penduduknya. Akibatnya, jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap) di ajang Pilgubsu 2018 ini hanya sekitar 27 orang. Terdiri dari 14 pria, 13 perempuan. Desa ini memang tergolong terpencil. Lokasi pemukimannya masuk ke dalam kawasan hutan, teramat sulit dijangkau kenderaan roda dua. […]

  • Relevansi dan Vitalitas Marga Mandailing Dalam Figur Ideal Calon Bupati Madina (1)

    Relevansi dan Vitalitas Marga Mandailing Dalam Figur Ideal Calon Bupati Madina (1)

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan: Muhammad Ludfan Nasution  Alumni Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta   Ketika dialog tentang Pilkada Madina 2016 di media sosial, mengemuka pra-wacana tentang kriteria Calon Bupati Madina. Salah satu dan yang pertama saya tawarkan adalah kriteria Marga Mandailing. Banyak juga komentar yang masuk. Salah satu tanggapan bernada proters terhadap gagasan kriteria […]

  • Mendulang Prestasi di Tengah Minimnya Apresiasi

    Mendulang Prestasi di Tengah Minimnya Apresiasi

    • calendar_month Kamis, 21 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tak lelah mendulang prestasi dan mengharumkan nama daerah di tengah keringnya apresiasi dari pemerintah tentu tidak mudah. Kondisi itu harus dirasakan Karateka Rahmania Amalia Suayb. Karateka yang berdomisili di Kelurahan Longat, Panyabungan Barat ini seperti buih di tengah lautan. Prestasi yang ia raih tak terlihat oleh pemerintah maupun masyarakat. Padahal alumni […]

  • Marsarak Mate

    Marsarak Mate

    • calendar_month Rabu, 30 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Cerpen Mandailing Karya : Mustopa Kamal Batubara   Potang ni ari na sangat jogi, i toru ni alibutongan na manorangi. Hajogianna tibo-tibo mago harani rimbus ni udan na ro mangompoti. Ngon bagas papan maralaskon tano, u paligi-ligi rimbus ni udan naso juo maradian. I samping tingkap au martungkol isang painte udan anso siang. “Rahmat, madung […]

  • Atika Ungkap Alasan Berpasangan dengan Saipullah

    Atika Ungkap Alasan Berpasangan dengan Saipullah

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        BUKIT MALINTANG (Mandailing Online) – Keputusan berpasangan dengan Saipullah Nasution untuk mengarungi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) tahun 2024 lahir dari pertimbangan dan dukungan banyak pihak, termasuk Bupati HM Jafar Sukhairi Nasution. Hal itu diungkapkan calon wakil bupati Atika Azmi Utammi Nasution usai menyerahkan santunan kepada anak yatim dan piatu […]

  • Pergeseran Jabatan Terjadi, Eli Mahrani Lantik 6 Ketua PKK Baru

    Pergeseran Jabatan Terjadi, Eli Mahrani Lantik 6 Ketua PKK Baru

    • calendar_month Rabu, 18 Jan 2023
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pergeseran jabatan yang terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) turut berimbas pada posisi ketua PKK di beberapa kecamatan. Atas hal tersebut, Ketua TP PKK Madina Eli Mahrani melantik enam ketua PKK kecamatan. Keenam ketua PKK kecamatan yang baru dilantik adalah Emmy Kholidah sebagai ketua TP PKK Kecamatan Panyabungan, Rohima […]

expand_less