Jumat, 13 Mar 2026
light_mode

Sapa Saya Dengan “Menjuah-juah”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 18 Feb 2020
  • print Cetak

Memantapkan Jati Diri Suku Karo

 

Kolom : Venessa Nde Ginting

Terkadang tanpa kita sadari kita sendirilah yang mengajari suku-suku lain berfikir untuk menyapa kita dengan “horas” bukan dengan “mejuah-juah”. Teringat dulu ketika saya bekerja di luar negeri di salah satu perusahaan Jerman yang memang sangat bagus di Pulau Penang.

Di sana saya banyak bertemu orang-orang Indonesia yang datang dari berbagai daerah di Indonesia dan orang lokal (asli warga negara Malaysia).

Temen-temen Indonesia saya yang bersuku Jawa pada saat itu langsung menyapa saya dengan “horas” ketika mereka mengetahui saya operator baru yang didatangkan dari Medan (Sumut). Mereka langsung mengatakan “kamu orang Batak kan”.

Intinya, selama saya berteman mereka sama sekali tidak tahu adanya Karo. Mereka hanya tahu ketika kamu datang dari Medan (Sumut) maka kamu adalah Orang Batak yang harus disapa dengan “horas”.

Jujur, yang paling mengesalkan bagi saya adalah ketika temen-temen akrab saya yang hobby memanggil saya “Batak”. Contohnya: “Batak, hari ini kamu ke mana?” (Dengan lembut tidak bermaksud mengejek).

Pada masa itu memang saya tidak pernah memberikan penjelasan dan hanya diam saja ketika dipanggil Batak. Pada masa itu yang ada di pikiran saya ya sudahlah karena pengetahuan saya hanya sebatas Batak Karo. Padahal dalam hati saya berkata “kok hanya Batak yang dikenal?

Singkat cerita, 2 tahun belakangan ini saya mendengar adanya KBB (Karo Bukan Batak). Nah, di situ saya mulai suka membaca artikel-artikel KBB. Sedikit banyaknya barulah saya tahu kalo Karo bukan Batak. Karo ya Karo. Tidak ada embel-embel Batak.

Dari Gerakan KBB saya kemudian mulai belajar tidak ada yang namanya Batak Karo, yang ada “kita kalak Karo”.

Seiringnya waktu, sedikit-sedikit saya paham akan perbedaan itu. 1 tahun belakangan ini saya memutuskan siapa saya sebenarnya dan dengan bangga menyatakan saya “kalak Karo” dan “Karo bukan Batak”. Di proses-proses ini saya juga tidak lupa untuk terus belajar akan KBB.

Singkat cerita, di tahun yang lalu saya mempunyai kesempatan untuk berlibur ke Penang( (Malaysia). Di sana saya bertemu dengan kawan-kawan lama saya semasa kerja dulu. Ketika kami bertemu, mereka langsung menyapa saya dengan “horas”.

Tetapi langsung saya katakan “horas” untuk Orang Batak dan saya bukan Orang Batak. Sebaiknya sapa saya dengan mejuah-juah karena saya orang Karo.

Di situ saya sudah mulai bisa menjelaskan bahwa tidak semua Orang Medan (Sumut) layak disapa “horas” karena tidak semua Orang Medan adalah Orang Batak. Di Medan juga banyak Orang Karo. Ketika berjumpa dengan orang-orang Karo, sapalah mereka dengan “mejuah-juah”.

Di situ saya juga masih ingat mengatakan hal ini kepada mereka. Jadi, ketika kalian semua berjumpa dengan Orang Medan (Sumut) tanya terlebih dahulu mereka Orang Batak atau Orang Karo. Kalo Orang Karo sapa dengan “mejuah-juah” dan kalo mereka Orang Batak sapa dengan “horas”.

“Untuk next ke depannya, sapalah saya dengan mejuah-juah karena saya Orang Karo. kalak karo,” kataku sambil tersenyum.

Inilah sekilas tentang saya yang mulai sadar tentang KBB. Proud to be Karonese. Semoga saja next ke depannya lebih banyak lagi yang sadar.

Bujur ras mejuah-juah!

 

Artikel ini dimuat kali pertama
di : Kahekolu.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia Jangan Latah! LGBT Haram dan Selamanya Haram!

    Indonesia Jangan Latah! LGBT Haram dan Selamanya Haram!

    • calendar_month Selasa, 6 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Djumriah Lina Johan Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban Beberapa negara yang masuk dalam Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) bersiap melegalkan hubungan sesama jenis. Singapura, misalnya, kini bersiap melegalkan hubungan sesama jenis. Jika terwujud, mereka bakal menyusul Thailand dan Vietnam yang sudah resmi melegalkan pernikahan sesama jenis. Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Umum Persatuan Islam […]

  • “Holong Maroban Domu” di Reses Fahrizal Efendi

    “Holong Maroban Domu” di Reses Fahrizal Efendi

    • calendar_month Kamis, 1 Nov 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      “Holong Mangalap Holong, Holong Maroban Domu”. Itu adalah satu dari banyak ungkapan dalam bahasa Mandailing yang beranjak dari falsafah pentingnya silaturrahim serta kesadaran kolektif terhadap pentingya saling memelihara dimensi kasih sayang antar individu dan antar kelompok masyarakat. Falsafah ini sangat melekat dalam gerak langkah Anggota DPRD Sumatera Utara, H. Fahrizal Efendi Nasution,SH. Dan itu […]

  • Terkait Laporan Tim Paslon 1, KPU Siap Laksanakan Apapun Keputusan Bawaslu

    Terkait Laporan Tim Paslon 1, KPU Siap Laksanakan Apapun Keputusan Bawaslu

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mandailing Natal (Madina) siap melaksanakan apapun keputusan yang dikeluarkan oleh Bawaslu. Hal ini dikarenakan keputusan yang dikeluarkan oleh Bawaslu adalah mutlak dan harus dilaksanakan oleh KPU. Hal ini disampaikan oleh Ketua KPU Madina, M. Ikhsan Matondang melalui telepon, Jum’at (15/11/2024). Pernyataan Ikhsan ini disampaikan menanggapi […]

  • 6 Juni, Bupati Madina Dilantik

    6 Juni, Bupati Madina Dilantik

    • calendar_month Senin, 9 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN- Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara menjadwalkan pelantikan pasangan Bupati Hidayat Batubara dan Wakil Bupati Dahlan Hasan Nasution pada 6 Juni 2011. “Rencanaya 6 Juni sesuai jadwal di KPU,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mandailing Natal Jefri Antoni di Medan, Minggu (8/5). Menurut Jefri, penetapan jadwal pelantikan pada 6 Juni 2011 […]

  • Stadion Sahala Muda Pakpahan Telantar

    Stadion Sahala Muda Pakpahan Telantar

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Stadion Sahala Muda Pakpahan di Dusun Tanjung Medan, Desa Pahae Aek Sagala, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), terkesan ditelantarkan. Padahal, stadion ini yang merupakan satu-satunya yang memiliki lapangan berstandart nasional di Kecamatan Sipirok. Beberapa warga sekitar menyebutkan, sejak tahun 2008 lalu, kondisinya terkesan tanpa perawatan. Rumput yang tumbuh di sekeliling stadion menambah kesemrawutan […]

  • Unjukrasa Desak DPRD Madina Bentuk Pansus SMGP

    Unjukrasa Desak DPRD Madina Bentuk Pansus SMGP

    • calendar_month Rabu, 17 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN(Mandailing Online) –  Puluhan pengunjukrasa mendesak DPRD Mandailing Natal membentuk Panitia Khusus (Pansus) atas tragedi keracunan warga Sibangggor Julu di wilayah kerja PT SMGP. Pengunjukrasa dari Aliansi Perhimpunan Pemuda Madina Bersatu itu melakukan aksi unjukrasa ke gedung DPRD Mandailing Natal, Rabu (17/2/2021). DPRD Mandailing Natal selaku wakil rakyat dinilai tidak memiliki sikap yang jelas atas […]

expand_less