Home / Seputar Madina / Sejumlah Keluhan Disuarakan Para Tokoh Pantai Barat Madina

Sejumlah Keluhan Disuarakan Para Tokoh Pantai Barat Madina

Bupati Madina, Jakfar Sukhairi Nasution (tengah) didampingi Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis (kanan) menggelar silaturahmi dengan tokoh masyarakat Pantai Barat di Natal, Sabtu (25/9/2021).

NATAL (Mandailing Online) – Pemkab Madina dan Pemprov Sumut harus lebih kerja keras membangun kawasan Pantai Barat Madina.

Selain kerja keras, juga kemauan politik yang tinggi agar sektor-sektor dapat berkembang di kawasan ini.

Kawasan Pantai Barat Madina memiliki panjang pantai 170 km yang memiliki potensi ekonomi, serta berbagai ruas jalan darat yang kewenangannya bukan saja Pemkab Madina tetapi juga kewenangan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

Persoalan infrastruktur, energi hingga sektor kesehatan dikeluhkan para tokoh Pantai Barat dalam pertemuan dengan Bupati Mandailing Natal (Madina) Jakfar Sukhairi Nasution, Sabtu malam (25/9/2021) di mess Pemprov Sumatera Utara di Natal.

Bupati Madina didampingi Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis menggelar silaturahmi dengan tokoh masyarakat Kecamatan Natal untuk mengumpul aspirasi ril.

Tokoh Pantai Barat, Ali Anapiah di pertemuan itu mengungkapkan berbagai keluhan di kawasan itu,  antara lain arus listrik yang sering padam, infrastruktur jalan dan jembatan hingga fasilitas kesehatan yang dipandang masih belum memadai.

“Kita telah memiliki rumah sakit, namun masyarakat terkadang belum merasakan itu sebagai sebuah rumah sakit dikarenakan fasilitasnya belum cukup, termasuk ketersediaan dokter spesialis,” bebernya.

Sementara itu H. Misdar mewakili kalangan adat menyampaikan harapannya agar pembangunan di wilayah Pantai Barat dapat berjalan sesuai harapan serta situasi kamtibmas dijaga.

Silaturrahim antara pemuka masyarakat Pantai Barat dengan bupati Madina di mess Pemprovsu di Natal, Sabtu malam (25/9/2021)

Sementara ustad Bashor, mewakili alim ulama menyampaikan bahwa Natal itu memiliki banyak ragam suku dan kelompok namun sangat kompak.

“Termasuk hubungan antar ummat beragama sangat kondusif, kita di sini yakin perbedaan bukan untuk memisahkan namun saling menguatkan,” katanya.

Editor: Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: