Kamis, 12 Mar 2026
light_mode

Sesosok Mayat Ditemukan Dalam Jurang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 2 Feb 2016
  • print Cetak
Jasad Abdullah di jurang Morsip

Jasad Abdullah di jurang Morsip

MUARA SIPONGI (Mandailing Online) : Satu sosok mayat pria berlumuran darah ditemukan tadi malam, akibatnya warga Kecamatan Muarasipongi, Mandailing Natal, heboh.

Mayat itu ditemukan di dalam jurang jalan Lintas Sumatera sedalam 30 meter di kawasan Ai Molili, Bukit Dua Belas, Dusun Pinyongek, Desa Ranjo Batu, Kecamatan Muarasipongi, Senin (1/2) sekira pukul 06.30 Wib. Dari kondisinya yang mengenaskan, korban diduga tewas terbunuh.

Saat ditemukan kondisi korban sangat mengenaskan, pada bagian kepalanya ditemukan luka bacok  sebanyak tiga kali yang diduga akibat serangan dengan senjata tajam. Kemudian luka bakar pada bagian punggungnya, sehingga dugaan sementara korban dianiaya dan dibunuh oleh pelaku.

Berdasar kondisi luka yang ada pada korban, kuat dugaan korban dihabisi oleh lebih dari satu pelaku.

Informasi yang dihimpun Selasa (2/2), jasad korban itu bernama Abdullah (21), warga perumahan relokasi Afgas, Kecamatan Muarasipongi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Personil Polsek Muarasipongi yang mendapat laopran, langsung mengontak Sat Reskrim Polres Madina.

Kapolsek Muarasipongi AKP Junaidi didampingi beberapa anggota bersama tim identifikasi Sat Reskrim Polres Madina segera turun ke lokasi dan melakukan pemerikasaan mayat dan tempat kejadian perkara.

Sementara itu, saksi yang pertama kali menemukan korban adalah Parno (30) seorang petani di Dusun Pinyongek Desa Ranjo Batu. Sementara sepeda motor korban ditemukan di pinggir jalan tak jauh dari titik jurang lokasi jenazah.

Adapun kronologis penemuan mayat itu berawal dari adanya seorang warga Dusun Pinyongek yakni Yadni (50) yang mendengar adanya suara bisik-bisik dari samping rumahnya. Selanjutnya sekitar pukul 06.30 Wib, Yadni memberitahukan hal itu kepada warga lainnya, yakni Parno bahwa ia ada mendengar  suara bisik-bisik.

 Atas Info tersebut saksi Parno langsung melakukan pengecekan dan menemukan korban Abdullah sudah tidak bernyawa lagi  dalam jurang sekitar 30 meter dari pinggir jalan raya sebelah kanan menuju arah Sumatera Barat.

Sementara keterangan lain  diperoleh, pada malam kejadian itu, korban bersama kawannya menonton hiburan keyboard di Dusun Pinyongek Desa Ranjobatu. Tidak berapa lama berada disana, korban pamit sama kawannya untuk lebih dahulu pulang.

Peliput : Lokot Husda Lubis

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dengan Dana 400 juta Pembangunan MCK Masjid di Hutatinggi Tak Kelar.Kades ngaku Kekurangan Dana

    Dengan Dana 400 juta Pembangunan MCK Masjid di Hutatinggi Tak Kelar.Kades ngaku Kekurangan Dana

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): dengan dana Rp.400.000.000 pembangunan mandi cuci kakus (MCK) di masjid nurul iman, Desa Huta Tinggi, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terbengkalai. Alasan pihak desa kekurangan dana. “Dan Rp.400.000.000 itu sudah habis dipergunakan untuk pembangunan MCK masjid. awal itu sudah di perbesar dari sebelumnya, namun masih ada niat […]

  • Liberalisme dalam Perspektif “Kiri”

    Liberalisme dalam Perspektif “Kiri”

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dr. Adian Husaini PEKAN lalu, saya menerima kiriman sebuah buku. Judulnya, “Kekerasan Budaya Pasca 1965.” (cetakan pertama, 2013). Penulisnya seorang doktor lulusan University of Queensland, Australia. Buku setebal 330 halaman lebih ini banyak memberikan pembelaan terhadap kaum dan ideologi komunis di Indonesia. Namun, tulisan dalam CAP kali ini tidak membahas masalah tersebut. Meskipun menggunakan […]

  • Bupati Hidayat Siap Nonaktif

    Bupati Hidayat Siap Nonaktif

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 7Komentar

    MEDAN, – Masa jabatan Bupati Mandailing Natal (Madina) Muhammad Hidayat Batubara tinggal menghitung setelah resmi menjadi terdakwa korupsi pembangunan RSUD Panyabungan, sejak Selasa (24/9). Tim Jaksa Penuntut Umum KPK melimpahkan berkas dakwaan Hidayat dan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Khairul Anwar Daulay ke Pengadilan Tipikor Medan, kemarin. Juru bicara Pengadilan Negeri (PN) Medan Nelson Japasar […]

  • 2.000 Massa Muslim Istighosah di Panyabungan

    2.000 Massa Muslim Istighosah di Panyabungan

    • calendar_month Jumat, 4 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 2.000 massa kaum muslim melakukan zikir akbar dan istighostah di lapangan Jl.Abri, Panyabungan, Mandailing Natal dalam mendukung aksi demo Bela Islam Jilid II hari ini 4 November 2016 di Jakarta. Ummat Muslim berkumpul di lapangan itu usai solat Jum’at yang berdatangan dari berbagai penjuru Panyabungan serta luar Panyabungan. Untuk menghindari […]

  • Wakil Bupati: Pendirian Kabupaten Pantai Barat Mandailing Solusi Terbaik

    Wakil Bupati: Pendirian Kabupaten Pantai Barat Mandailing Solusi Terbaik

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – Terkait mulai bergulirnya pembahasan pendirian Kabupaten Pantai Barat Mandailing, Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Dahlan Hasan Nasution juga mendesak percepatan pemekaran kabupaten tersebut. Disebutkannya, pemekaran salah satu solusi untuk mengatasi ketertinggalan Pantai Barat Mandailing. Itu diungkapkan Dahlan Hasan saat mendampingi kunjungan kerja para anggota DPD RI meninjau langsung keberadaan calon kabupaten […]

  • Ketika Azan Mesjid Dikelilingi Pemilik Banyak Uang Tanjung Balai

    Ketika Azan Mesjid Dikelilingi Pemilik Banyak Uang Tanjung Balai

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kolom Dahlan Batubara Pemimpin Redaksi Mandailing Online Ketika zaman kian menempatkan posisi uang di segala garis edar pergerakan manusia, maka mereka yang memiliki banyak uang akan mudah berenang di arus pergerakan aktivitas di peradaban bumi. Ketika zaman kian menempatkan posisi uang sebagai energi nafas menggerakkan arus aktivitas manusia, maka si pemilik banyak uang akan lebih […]

expand_less