Senin, 16 Mar 2026
light_mode

Solusi Memberantas Kasus Perundungan di Kalangan Pelajar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 20 Nov 2023
  • print Cetak

Oleh : Nurmala Sari, S.Pd
Aktivis Dakwah tinggal di Tarutung, Sumut

Tiada hari tanpa adanya masalah. Kejahatan yang terus menjelma di sistem kehidupan hari ini. Masalah yang terjadi bukan hanya menimpa masyarakat, tetapi juga merambah ke kalangan anak-anak termasuk pelajar. Permasalahan yang paling banyak terjadi dan terus meningkat yakni tentang perundungan (bullying) terhadap sesama pelajar, yang bukan hanya berdampak pada psikologis semata namun tak jarang mengancam jiwa, hingga kematian yang tak terelakkan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan berdasarkan hasil Asesmen Nasional pada 2022, terdapat 36,31 persen atau satu dari tiga peserta didik (siswa) di Indonesia berpotensi mengalami bullying atau perundungan. (Republika.co.id, 20/10/2023)

Kasus perundungan yang terjadi pada siswa SMP di Cilacap. Kasus ini hangat diperbincangkan, sebab video yang mempertontonkan korban tengah disiksa beredar luas. Dalam video tampak seorang siswa dianiaya oleh siswa lain dengan cara dipukul dan ditendang. Adegan ini disaksikan beberapa siswa lain dan tidak ada yang melerai. (Tirto.id, 22/10/2023)

Anak yang seharusnya kita dididik di sebuah lembaga pendidikan yang diharapkan mampu menjadi anak yang berakhlak, cerdas dan salih-salihah, namun yang didapatkan justru sebaliknya. Hal itu yang harus dicari akar permasalahan dan solusi hakiki untuk membentuk kepribadian anak yang sebagaimana kita harapkan, dan tidak menjadi pelaku maupun korban perundungan.

Berbagai upaya dan strategi telah dilakukan oleh berbagai pihak satuan pendidikan, komisi perlindungan anak, untuk memberantas kasus perundungan di kalangan pelajar ini, mulai dari dibentuknya program pencegahan perundungan dengan bimbingan teknik Roots, hingga program Gerakan Pelopor Anti Bullying melalui Olimpiade tingkat nasional bagi pelajar SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil yang signifikan dan komprehensif.

Hal ini harus kita pahami bahwa akar permasalahan yang terjadi disebabkan oleh pengaruh sekuler kapitalisme di tataran kehidupan saat ini termasuk sistem pendidikan. Output pendidikan tidak menghasilkan siswa yang benar-benar memiliki kepribadian islam, IMTAQ (Iman, Taqwa) dan berakhlak, melainkan menghasilkan pelajar yang amoral, jauh dari agama, dan kepribadian sekuler liberal (bebas sesuai hawa nafsu). Penanaman nilai-nilai islam hanya sebatas teori dalam aspek ritual saja, seperti solat, puasa, zakat, yang mencakup hablum minallah saja, serta minim pengamalan dalam kehidupan.

Pendidikan yang dipengaruhi sekuler kapitalisme juga menghasilkan siswa-siwa yang hanya memikirkan materi, kesuksesan dunia, dan bebas berbuat amoral tanpa merasa bersalah. Di tambah lagi sistem sosial yang tidak mendukung dalam kebaikan, siswa-siswa banyak mengkonsumsi konten-konten yang buruk, yang mengarahkan kemaksiatan, unfaedah sebagaimana yang banyak terdapat di berbagai platform media sosial saat ini. Begitupun dalam ranah keluarga, masih banyak siswa yang merasa kurang didikan dan kasih sayang maupun perhatian dari orang tuanya sehingga mencari perhatian yang tak seharusnya di luaran sana.

Untuk mengatasi permasalah perundungan atau bullying terutama di kalangan pelajar, maka islam memiliki solusi yang komprehensif, dan mampu menuntaskan segala permasalahan sampai ke akarnya. Maka solusi yang diberikan tentu saja harus menjauhi pengaruh sekuler kapitalisme dengan sistem islam yang dapat menerapkan seluruh aturan dan syariat secara menyeluruh dalam segala aspek kehidupan termasuk pendidikan.

Negara akan menerapkan islam secara kaffah. Sistem pendidikan dalam islam akan memiliki kurikulum pembelajaran berbasis aqidah islam yang akan membentuk generasi berkepribadian islam, pola pikir dan pola sikapnya sesuai islam, sesuai aturan yang Sang Pencipta berikan pada ciptaan-Nya. Tsaqofah islam, ilmu sains dan teknologi akan berusaha dikuasai oleh generasi, dan berkarya untuk kebermanfaatan ummat, bukan untuk ajang pamer atau kesombongan. Pemikiran atau tsaqofah barat yang bertentangan dengan islam, akan dibersihkan dari pemikiran para siswa dengan bantuan media/konten-konten yang baik, atau sarana dakwah lainnya yang menyebarkan dakwah.

Tak hanya sistem pendidikan yang diubah, namun keluarga juga harus  mampu mendidik anak-anak untuk memiliki aqidah dan berkepribadian islam, sehingga anak-anak memiliki kesadaran bahwa mereka adalah hamba Allah yang harus melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dalam kehidupan bermasyarakat, Islam juga memerintahkan untuk selalu amar ma’ruf nahi mungkar, tolong menolong dalam kebaikan dan berlomba-lomba dalam ketaatan kepada Allah (fastabiqul khayrat), sehingga suasana kehidupan bermasyarakat hidup dalam ketaqwaan.

Allah SWT befirman dalam QS. An-Nahl ayat 89-90, yang artinya:

“Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami bangkitkan pada setiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan engkau (Muhammad) menjadi saksi atas mereka. Dan Kami turunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (muslim). Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”

Islam juga melarang manusia agar tidak saling merendahkan satu sama lainnya, sebagaimana dalam QS Al Hujurat ayat 11, yang artinya
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

Oleh karena itu, generasi harus diselamatkan dengan ideologi yang sahih, yang benar yakni ideologi islam yang merupakan petunjuk untuk ummat manusia, dan rahmat bagi seluruh alam. Ideologi islam tidak bisa terterapkan secara menyeluruh tanpa adanya negara yakni Khilafah Islamiyyah.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiap tahun ratusan polisi dipecat

    Tiap tahun ratusan polisi dipecat

    • calendar_month Jumat, 5 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BANDUNG, (MO) – Sepanjang tahun 2012, seratusan anggota Polri dipecat dari keanggotaan karena melanggar kode etik kepolisian. Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Nanan Sukarna menjelaskan, setiap tahunnya, 300-500 anggota Polri di Indonesia dipecat dengan tidak hormat. “Untuk tahun ini atau saat ini sudah seratusan lebih yang dipecat,” jelas Nanan saat ditemui di Hotel Royal Panghegar, hari […]

  • HET LPG Belum Ada, Harga 3 KG Capai 25 Ribu
    Tak Berkategori

    HET LPG Belum Ada, Harga 3 KG Capai 25 Ribu

    • calendar_month Jumat, 3 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harga Eceran Tertinggi (HET) gas LPG belum ditetapkan pemerintah daerah Mandailing Natal (Madina) menyebabkan harga gas itu tak menentu. Di Kecamatan Ranto Baek, harga gas LPG 3 kg mencapai .25.000 ripuah per tabung. Sementara di kota Panyabungan terjadi beberapa variasi harga. Antara 16 ribu hingga 18 ribu rupiah per tabung. Akibatnya […]

  • Tragedi Kematian Helvan Fauzi Nasution di Mata Sang Ayah Dagangan tak Laku-laku, Tenda Sudah Menunggu

    Tragedi Kematian Helvan Fauzi Nasution di Mata Sang Ayah Dagangan tak Laku-laku, Tenda Sudah Menunggu

    • calendar_month Minggu, 15 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tragedi Kematian Helvan Fauzi Nasution di Mata Sang Ayah Kematian Helvan Fauzi Nasution rupanya meninggalkan firasat. Sang ayah Usman Nasution (60) sulit betul menjajakan dagangan saat hari kematian anak 4 itu. Biasanya laris manis, hingga Jumat (13/1) kemarin separuh saja tak habis. Lubuk Pakam, USMAN tak habis pikir. Kematian Popo, sapaan akrab Helvan Fauzi Nasution, […]

  • Bupati Madina Didemo untuk Desak Stop Kegiatan PT SMGP

    Bupati Madina Didemo untuk Desak Stop Kegiatan PT SMGP

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan. Sedikitnya 50 massa MPC Pemuda Pancasila (PP) Mandailing Natal (Madina) melaksanakan demo ke Pemkab Madina menuntut agar Bupati HM Hidayat Batubara menghentikan kegiatan PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) karena keberadaannya meresahkan masyarakat. Desakan tersebut disampikan Tan Gojali salah seorang orator saat melakukan aksi demo di depan Pintu Masuk Kantor Bupati Madina dengan pengawalan […]

  • Pengguna jalan harapkan Pemda cepat atasi longsor di Simarrobu.

    Pengguna jalan harapkan Pemda cepat atasi longsor di Simarrobu.

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Kenderaan terjebak dalam longsor jalan di Desa Simarrobu Kec. Batang Natal. Pengguna  jalan mengharapkan Pemda agar cepat membersihkan material longsor yang tertimbun kejalan.(hol)  

  • 2 PNS Pemkab Paluta Terima Penghargaan dari SBY

    2 PNS Pemkab Paluta Terima Penghargaan dari SBY

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANGBOLAK- Dua PNS di lingkungan Pemkab Paluta menerima penghargaan Satyalencana Karya Satya dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tanda kehormatan itu disematkan Wabup Paluta Riskon Hasibuan, di lapangan Merdeka, Lingkungan II, Kelurahan Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, Rabu (17/8). Kedua PNS tersebut adalah H Mara Lobi Siregar yang menjabat Kepala Badan Perizinan dan Pelayanan Terpadu […]

expand_less